Rabu, 05 Agustus 2020

Ditjen Hortikultura Berkomitmen Penuh Menjaga Keterbukaan Informasi Publik

Jakarta ,BeritaRayaOnline,-Visi Indonesia tahun 2019-2024 menggarisbawahi pentingnya reformasi birokrasi guna mewujudkan pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya. Sesuai dengan amanah Undang-Undang (UU) Informasi Publik No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai badan publik turut memberikan layanan informasi kepada masyarakat. Layanan ini sekaligus menciptakan dan menjamin keterbukaan akses seluas-luasnya atas informasi yang dimiliki dengan mudah dan tepat kepada masyarakat.

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto menyatakan komitmen jajarannya terhadap keterbukaan informasi sebagai tonggak utama amanah undang-undang. Guna mendukung komitmen tersebut, segala informasi dan data komoditas hortikultura yang dimiliki terpenuhi dalam portal PPID Ditjen Hortikultura yang dilengkapi dengan Horticulture War Room (HWR).

“Ditjen Hortikultura berbagi aneka informasi informasi dan data termasuk kegiatan 2020 hingga 2021. Selain itu kami juga mendukung fasilitas PPID terutama di masa pandemi ini,” ujar Prihasto pada saat penilaian PPID lingkup Kementerian Pertanian, Selasa (4/8).

Selain itu, kata Prihasto, guna menjaga prinsip transparansi, setiap tamu yang hadir tidak diperbolehkan bertemu langsung ke ruang kerja. Setiap tamu terlebih dahulu diterima dan dilayani di ruang PPID yang bisa diakses oleh siapa saja yang berkunjung.

“Jadi siapapun tamu yang berkunjung meski tamu direktur, semua dilayani di ruang ini. Tidak perlu khawatir karena ruangan ini didesain senyaman mungkin. Kami sediakan aneka minuman ditemani tayangan youtube yang kami produksi sendiri. Tamu juga diperkenankan menggunakan komputer yang tersambung dengan akses wifi,” lanjutnya.

Dalam masa normal baru ini, pelayanan PPID mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan antara lain mengenai aturan jaga jarak. Mulai dari masuk, tamu akan dicek suhu tubuh dan disediakan hand sanitizer serta fasilitasi kran tempat cuci tangan dengan sabun.

“Bertamu di PPID, menerapkan protokol kesehatan. Posisi berdiri diberi jarak aman 1 meter.  Untuk konsultasi,  petugas diberi layar pembatas dengan tamu. Meja tamu diberi sekat dan duduk tidak diperbolehkan dalam posisi berdekatan,” ujar Sekretaris Ditjen Hortikultura, Retno Sri Mulyandari.

Sekretaris Center for Strategic and International Studies (CSIS), Josep Kristiadi sempat menyinggung kesigapan Ditjen Hortikultura melalui masa pandemi ini.

“Saya tertarik mengetahui bagaimana cara Ditjen Hortikultura mengatasi kondisi tidak pasti di masa pandemic ini untuk sektor pangan. Bagaimana program pengembangan cabai guna mengatasi kemungkinan kelangkaan stok,” tanya Josep.

Terkait pasokan, Prihasto menerangkan bahwa Ditjen Hortikultura memiliki panduan Early Warning System (EWS) komoditas hortikultura, contohnya cabai.

“Terkait data, kami ada data link produksi, sebaran serta jadwal panen hortikultura yang terinfo dalam EWS. Info EWS dapat menghindari terjadinya lonjakan harga cabai seperti 2017 lalu. EWS mengecek ketersedian hingga empat bulan ke depan. Datanya lengkap hingga ke kabupaten termasuk petugas informasi pasar sebanyak 200 orang yang disebar di sentra produksi.  Petugas PIP ini menyerahkan datanya secara harian dan langsung diinput melalui SIPAS HORTI (Sistem Imformasi Pasar Hortikuktura) yang dapat diakses oleh publil,” jelasnya.

Dosen fakultas Ilmu Administrasi UI, M. Yasin juga turut menanyakan terkait upaya PPID Ditjen Hortikultura menjadi tools anti korupsi.

“Kami juga menjaga tamu untuk tidak diperkenankan naik ke ruangan. Semua terlayani di ruangan PPID. Semua dilakukan guna mencegah KKN dan membatasi ruang gerak agar terjaga dari praktek kemungkinan ke arah sana. Pun juga ruangan PPID dilengkapi dengan kamera CCTV yang dapat mengawasi kegiatan yang berlangsung,” jawab Retno.

Kondisi PPID meski terbatasi pada ruang gerak, pelayanan tetap dilakukan dengan maksimal sesuai jam pelayanan. Berikut informasi dan tenggat waktu pelayanan, semua diberlakukan sama.(*/Rilis Hortikultura/Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak

Di Tengah Pandemi, Petani Kulonprogo Rintis Bawang Merah Ramah Lingkungan

Kulonprogo,BeritaRayaOnline,- Gedor Horti atau Gerakan Mendorong Produksi, Meningkatkan Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura merupakan program strategis jangka panjang Direktorat Jenderal Hortikultura.  

Gedor Horti dilaksanakan menggunakan pendekatan pengembangan kawasan hortikultura yang berdaya saing. Caranya melalui penggunaan benih bermutu, pendampingan budi daya, pengawalan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), penguatan kelembagaan tani,  penyiapan sarana pascapanen, dan pembentukan pasar tani/pasar lelang. 

Salah satu yang tengah digenjot adalah budidaya bawang merah ramah lingkungan. 

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto dalam keterangannya, Rabu (5/8)  menyatakan dukungannya terhadap upaya produksi bawang merah ramah lingkungan. 

“Pasar global menuntut produk hortikultura yang berkualitas dan aman konsumsi. Preferensi konsumen sudah mulai mempertimbangkan bagaimana proses produk dihasilkan. Oleh karena itu budi daya ramah lingkungan menjadi suatu keharusan, " ujar Anton.

Menurut Anton, ini sebagaimana arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang menuntut sektor pertanian tetap berproduktif di tengah pandemi Covid-19. Hal itu juga berlaku bagi petani bawang merah. 

“Walau dalam kondisi pandemi Covid-19, pertanian harus maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah soal pangan," tegas Mentan.

Kulon Progo Siap Kembangkan Bawang Merah Ramah Lingkungan


Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu kabupaten sentra bawang merah di Provinsi DI Yogyakarta. Beberapa kecamatan sentra bawang merah yaitu Kecamatan Sentolo, Panjatan, Lendah, Wates dan Galur. 

Aris Nugroho, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo, menyampaikan bahwa Tahun 2020 Kabupaten Kulon Progo menargetkan lahan bawang merah seluas 700 hektar.

“Sampai dengan bulan Juni, luas tanam  bawang merah sudah mencapai 308 hektar.  Pada tahun  2019 produksi bawang merah di Kabupaten Kulon Progo mencapai 6.135 ton dengan luas areal tanam seluas 616 hektar,” jelas Aris. 

Lebih lanjut Aris mengatakan untuk mendukung program tersebut, selain perluasan, pihaknya juga akan mengintensifkan pembinaan dan pengawasan terhadap proses penanaman bawang merah, termasuk penerapan budidaya bawang merah ramah lingkungan.

Sri Hartati, PPL Kecamatan Lendah Kabupaten Kulon Progo menyampaikan bahwa petani bawang merah di Kecamatan Lendah baru mulai merintis budi daya ramah lingkungan di tahun 2020 ini. Total luas lahan bawang merah di Kecamatan Lendah ada 20 hektar dan sekitar 20% atau 4 hektar mulai merintis budi daya ramah lingkungan di Desa Bumirejo Kecamatan Lendah Kabupaten Kulon Progo”.

“Kelompok tani  bawang  merah  yang  baru merintis penerapan budidaya ramah lingkungan adalah Kelompok Tani Setyo Tuhu di Dusun Bonosoro Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta," pungkas Sri. 

Senada dengan pernyataan Sri, Ngadiran Petugas  Pengendali OPT (POPT)  Kabupaten  Kulon  Progo menjelaskan, Penerapan budi daya bawang merah ramah lingkungan baru dirintis dengan memasang likat kuning dan feromon sex. Untuk monitoring dan menekan populasi hama ulat bawang dipasang perangkap feromon sex sebanyak 20 buah per ha. 

"Termasuk mengaplikasikan pupuk organik pada pemupukan dasar dan menanam tanaman refugia di sekitar lahan untuk meningkatkan jumlah musuh alami, terutama parasitoid dan predator pada pertanaman," jelas dia. 

Produktivitas bawang merah Kelompok Tani Setyo Tuhu dapat mencapai 15 ton per ha. Saat ini, harga bawang merah basah di tingkat petani sekitar Rp. 15.000 per kg. Dengan bermodalkan biaya produksi sekitar Rp. 100 juta per ha, petani dapat mengantongi keuntungan sekitar Rp. 125 juta per ha.

“Sampai saat ini OPT yang menyerang tanaman bawang merah hanya ulat bawang (Spodoptera exigua) dengan tingkat serangan yang masih ringan dan masih dapat dikendalikan dengan pengendalian “cap jempol” atau pengendalian secara mekanik yang dilakukan dengan cara mengumpulkan kelompok telur dan larva S. exigua (pembutitan) lalu memusnahkannya yang dilakukan pada umur 7 - 35 hari setelah tanam," jelas Ngadiran lebih lanjut.
   
Sri Wijayanti Yusuf, Direktur Perlindungan Hortikultura, dalam arahannya menyampaikan, "Saya  merekomendasikan  kepada  seluruh  petani  untuk mengaplikasikan  agens  pengendali  hayati, pestisida  nabati,  likat  kuning, feromon dan penanaman refugia dalam pengendalian OPT, serta selalu melakukan monitoring pada pertanaman bawang merah. Dengan demikian serangan OPT dapat dikendalikan dan tidak sampai mengganggu produksi dan mutu produk bawang merah," bebernya.(*)

Rilis Kementan, 5 Agustus 2020
Nomor : 1038/R-KEMENTAN/08/20
Editor : Lasman Simanjuntak

Selasa, 23 Juni 2020

Perbaikan Plafon Kamar Rumah dan Ngecat Akhirnya Selesai Juga

Pamulang,BeritaRayaOnline,-Pada akhirnya perbaikan plafon rumah (kamar Eykel) di Pamulang, Selasa sore (23/6/2020) selesai juga.Bahkan mengecat kamar juga selesai.

Termasuk merapikan lagi dengan paku tripleks untuk plafon ruang tamu.

Sekalian anak kami, Eykel naik ke atas "wuwungan" rumah untuk mengecek apakah di atas plafon masih ada sisa batu dan puing bangunan.

Akhirnya di atas plafon ditemukan "sisa-sisa" potongan kayu (berpaku) dan balok yang hampir 30 tahun ditinggalkan oleh tukang bangunan yang membangun rumah ini sekitar tahun 1990-an.

Bersyukur pada Tuhan, kalau beberapa hari lalu samping rumah mau "rubuh", kini.giliran di atas plafon sudah dibersihkan dari puing bangunan.(*/Bro-1)
Editor : Lasman Simanjuntak

Akhirnya, Bisa Service AC di Rumah di Pamulang

Pamulang, BeritaRayaOnline,-Akhirnya, jadi juga 'servise'  AC di rumah di Pamulang pada Selasa pagi (22/6/2020).

Setelah AC "dibersihkan" diketahui bahwa isi freon berkurang.Atas saran montir AC, isi freon harganya sebesar Rp 300 ribu, biaya servise SC Rp 70 ribu, dan uang tips untuk dua montir sebesar Rp 30 ribu, total pembayaran Rp 400 ribu.

Selama pelaksanaan servise AC di rumah, saya tetap pakai masker dan jaga jarak dengan montir AC.

"AC sekarang terbuat dari alumunium, bukan tembaga Pak.Sehingga umur AC hanya 5 tahun, apalagi kalau pipa sudah bocor, tak bisa lagi diservise.AC tak bisa lagi dipakai.Kalau AC jarang dipakai, bisa awet kok,' jelas salah salah satu montir.(*/Bro-1)
Editor : Lasman Simanjuntak

Senin, 22 Juni 2020

Abdul (65 Tahun) Relakan Tanahnya Untuk Bakar Sampah Tebangan Pohon atau Puing eks Bangunan

Pamulang, BeritaRayaOnline,-Bertemu dengan Pak Abdul (65 tahun) secara tak sengaja ketika wartawan BeritaRayaOnline sedang
berolahraga sepeda.

'Lokasi ini sebenarnya untuk pribadi atau keluarga saja yang ingin membuang puing eks bangunan (Rp 25 ribu) dan bekas tebangan pohon (Rp50 ribu).Itu semua saya bakar saja," jelasnya kepada BeritaRayaOnline di lokasi tanah miliknya (harganya sudah Rp 3 juta per M2) di kawasan Bambu Apus, Kota Tangerang Selatan, Senin pagi (22/6/2020).

"Jadi, bukan tempat pembuangan sampah sementara lho," bantahnya seraya menambahkan ia sendiri punya rencana mau.menjual tanah ini.

Memang, berdasarkan pengamatan BeritaRayaOnline di sekitar kawasan Bambu Apus saat ini tengah banyak.pembangunan perumahan maupun kluster baru serta perumahan dengan disain minimalis.(*/Bro-1)
Editor : Lasman Simanjuntak

Sabtu, 20 Juni 2020

Rapat Pertama Panitia KKRnet Wilayah VII, Sabtu, 20 Juni 2020

Pamulang,BeritaRayaOnline,-Rapat pertama seluruh panitia KKRnet wilayah VII (22 Juli-25 Juli 2020) berlangsung pada Sabtu malam, 20 Juni 2020 dengan aplikasi zoom.

Jumat, 12 Juni 2020

Olahraga Lagi Masih Dalam Suasana Pandemi.Covid-19

Pamulang, BeritaRayaOnline,- Kali ini melakukan olahraga pagihari lagi, setelah "absent" hampir satu bulan lebih pada Rabu pagi (10/6/2020).