Minggu, 31 Januari 2021

POPMASEPI: Pentingnya Political Will Terhadap Sektor Pertanian

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Upaya Kementan dalam menjaga kestabilan pangan nasional, dinilai perlu dukungan yang kuat, agar kedaulatan pangan nasional dapat diwujudkan. Hal ini disampaikan Isya Anshori, Ketua Umum DPP Perhimpunan Organisasi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI), di Jakarta, minggu (31/1/2021).

Ditengah tekanan pandemi covid 19, dan tuntutan pemenuhan kecukupan pangan nasional, menurut Isya alokasi anggaran sektor pertanian kurang memadai.

“Pada tahun 2021, saya baca pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar 1.032 triliun untuk belanja Kementerian, namun sayangnya anggaran Kementerian Pertanian hanya sebesar Rp 21,83 triliun, lebih kecil jika dibandingkan dengan anggaran kementerian lainnya,” tegasnya.

Dirinya membandingkan anggaran Kementerian Pertahanan yang memiliki alokasi sebesar Rp 137,3 triliun, sementara  urgensi utama yang dihadapi pada masa Covid-19 selain kesehatan adalah memastikan kondisi pangan tercukupi.
Pada awal tahun 2021 ini pun sudah banyak masalah yang berkaitan dengan sektor pertanian yang terjadi. Mulai dari kelangkaan pupuk, hingga kelangkaan kedelai. 

Hal ini tentunya dinilai Isya perlu disikapi bersama, karena jangan sampai berimbas pada kestabilan pangan nasional. Berbicara upaya untuk menegakkan kedaulatan pangan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, dimulai dari sarana produksi seperti benih dan pupuk, alsintan, hingga sumberdaya manusia dalam hal ini petani. 

“Dalam hal ini saya berpandangan, bahwa upaya menjaga kestabilan pangan nasional perlu didukung oleh semua pihak. Hari ini sektor pertanian telah membuktikan pengaruh kuatnya bagi sektor ekonomi, sudah saatnya Political Will terhadap sektor pertanian harus dilakukan. Urusan pangan adalah urusan yang tidak bisa ditunda-tunda,” tambahnya.

Isya menambahkan ditengah perlambatan ekonomi, sektor pertanian masih berdiri dengan kokoh untuk memberikan sumbangsihnya bagi peningkatan ekonomi nasional. Di saat sektor lain lesu, sektor pertanian mampu tumbuh 2,15%.

“Kami mahasiswa pertanian berharap, sudah saatnya sektor pertanian menjadi perhatian khusus para pemangku kebijakan. Kebutuhan pangan merupakan kebutuhan primer bagi setiap individu. Suatu negara dapat dikatakan menjadi negara yang kuat ketika negara tersebut berdaulat secara pangan,” kata Isya. 

Sepanjang tahun 2020, Berdasarkan pernyataan Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku Menteri Pertanian RI, terdapat 11 komoditas utama pangan nasional yang harus terpenuhi. Komoditas pangan prioritas tersebut meliputi beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, gula pasir dan minyak goreng. 

Berdasarkan pemaparan SYL, dari 11 komoditas pangan utama tersebut, tiga diantaranya masih membutuhkan tambahan impor, yaitu bawang putih, daging sapi/kerbau, dan juga gula pasir. Sementara untuk bahan pangan utama penduduk Indonesia yaitu beras, masih mengalami surpluse sebesar 6.749.305 ton pada Desember 2020.(**)

Rilis Kementan, 31Januari 2021
Nomor : 103 /R-KEMENTAN/1/2021

Editor : Lasman Simanjuntak

Jadi Destinasi Wisata Bahari Baru di Kota Kendari, Kementerian PUPR Selesaikan Penataan Kawasan Kumuh Bungkutoko dan Petoaha

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  telah menyelesaikan penataan kawasan kumuh Bungkutoko dan Petoaha di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

 Kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh (NSUP) Kawasan Bungkutoko dan Kawasan Petoaha yang berada di pesisir pantai akan menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik sekaligus menjadi destinasi wisata bahari baru kebanggaan masyarakat Kota Kendari.

Serah terima pengelolaan dan pemanfaatan aset dari Kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Bungkutoko dan Kawasan Petoaha telah dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara, Ditjen Cipta Karya kepada Pemerintah Kota Kendari pada Rabu (20/1/2021) lalu.

Selama masa Pandemi COVID-19, penataan kawasan kumuh Kawasan Bungkutoko dan Kawasan Petoaha dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Pengalihan pola dari kontraktual menjadi PKT bertujuan untuk mendukung mitigasi dampak Pandemi COVID-19, utamanya adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong daya beli masyarakat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program Kota Tanpa Kumuh merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan Pemda dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya.

Penataan kawasan kumuh Bungkutoko dan Petoaha mencakup lahan seluas 31 hektar dengan anggaran APBN sebesar Rp 39,6 miliar. Pelaksanaannya terbagi menjadi 2 yakni untuk Kawasan Bungkutoko dilakukan kontraktor PT. Karya Syarnis Pratama senilai Rp 23 miliar. Sedangkan penataan Kawasan Petoaha dilakukan kontraktor PT. Indopenta Bumi Permai dengan anggaran sebesar Rp 16,6 miliar.

Untuk pekerjaannya sendiri dilakukan kegiatan berupa penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pembangunan jalan lingkungan sepanjang 245 meter, pembangunan Water Front City  sepanjang 697,16 meter, drainase, dan jalan titian kramba sepanjang 320 meter. Selanjutnya juga dibangun Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R), duiker plat, tambatan perahu, 4 unit tempat duduk, dan jalan paving block.

Direktur Jenderal  Cipta Karya, Kementerian PUPR Diana Kusumastuti yang ikut menyaksikan acara serah terima secara virtual menyampaikan, penataan Bungkutoko dan Petoaha bisa menjadi contoh penanganan kawasan kumuh lainnya di Kota Kendari. “Ini bisa menjadi contoh dan kita bisa lakukan replikasi dari contoh yang sudah kita lakukan di Bungkutoko dan Petoaha. Mudah-mudahan ini bisa diinisiasi sendiri oleh Kota Kendari, ” katanya.

Secara nasional, Kementerian PUPR selama kurun waktu 2015-2019 telah melakukan penanganan kawasan kumuh perkotaan seluas 32.222 Hektar (Ha). Pada tahun 2020, penanganan kawasan kumuh kembali diselesaikan seluas 1.686 Ha, sehingga total kawasan yang ditangani hingga tahun 2020 menjadi 33.908 Ha. (*)

RILIS PUPR 1
31 JANUARI 2021
SP.BIRKOM/I/2021/50

Editor : Lasman Simanjuntak


Jasa Marga Terus Kebut Penyelesaian Penanganan Longsor Jalan Tol Surabaya-Gempol Km 06+200 Arah Gempol

Surabaya, BeritaRayaOnline,-Sehubungan dengan kejadian longsor yang terjadi pada Jalan Tol Surabaya-Gempol KM 06+200 A (arah Gempol), saat ini tengah dilakukan perbaikan pada lokasi tersebut berupa pekerjaan pemasangan bronjong layer terakhir sepanjang 15 meter. Pemasangan bronjong ini dilakukan untuk memperkuat kaki timbunan tanah. 

Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke lokasi longsoran pada hari ini (31/01/2021) pukul 10.00 WIB. 

Saat menerima kunjungan tersebut GM Representative Office 3 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division, Hendri Taufik menyampaikan, kami terus mengejar penyelesaian penanganan sesuai dengan target, yaitu diupayakan dalam jangka waktu satu minggu ke depan tiga lajur dapat dibuka normal kembali.

" Target ini tentu saja diharapkan dapat tercapai dengan dukungan kondisi cuaca dengan harapan kondisi cuaca juga mendukung proses penyelesaian pekerjaan," ujarnya.

Seperti yang diinfokan sebelumnya, telah terjadi penurunan tanah pada bahu luar dan lajur lambat (L1) di KM 06+200 jalur A (segmen Dupak-Waru) Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol pada hari Senin (25/01/2021) yang diperkirakan disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi, sehingga menimbulkan jenuh air di bawah timbunan pada bahu luar dan lajur 1 lalu terjadi longsor susulan pada lokasi yang ditangani pada Selasa (26/01/2021). 

Setelah pemasangan bronjong dijadwalkan akan dilakukan tahapan pekerjaan selanjutnya yaitu pembentukan timbunan lereng dan rekondisi perkerasan jalan. 

Selama pelaksanaan pekerjaan, kendaraan bus dan truk diarahkan ke lajur paling kanan, sedangkan kendaraan kecil di lajur sebelah kirinya. 

Untuk membantu pemilahan kendaraan, selama 24 jam petugas melakukan kanalisasi dan pemilahan di sekitar 800 m sebelum lokasi longsoran. 

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat adanya penanganan longsor dimaksud. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol, tetap berhati-hati dan menaati rambu-rambu terutama di sekitar lokasi pekerjaan. 
Persiapkan diri dengan baik dan pastikan kendaraan anda dalam kondisi prima, serta selalu patuhi protokol kesehatan. 

Informasi lalu lintas di seputar jalan tol dapat di akses melalui Call Center 24 Jam di nomor 14080. (**)

PRESS RELEASE
Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division
No. 004/2021
Tanggal 31 Januari 2021 

Editor : Lasman Simanjuntak


Siap Panen, Petani di Lahan Food Estate Raih Hasil Menggembirakan

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Para petani padi di Kalimantan Tengah, khususnya yang berada di wilayah Food Estate, kini tengah bersiap melakukan panen. 
Menurut Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng Syamsuddin, rata-rata hasil panen akan mendapatkan 4-6 ton per Ha. “Kami sudah melihat kondisi lahan dan pertanaman, dan siap dilakukan panen pada minggu pertama Februari sekitar 200-250 hektare” ujarnya saat ditemui di lokasi Food Estate, Sabtu (30/1/2021).

Sementara, beberapa petani telah melakukan panen dengan hasil cukup memuaskan. Sebagai contoh adalah pertanaman padi milik Taufik. Petani di Desa Belanti Siam ini mampu memperoleh hasil sekitar 6,4 ton per Ha. 
“Varietas yang kami tanam Inpari 42 dan alhamdulillah hasilnya meningkat daripada kemarin. Hasil panen ini juga siap kami gunakan sebagai benih,"ungkapnya.

Taufik sendiri tergabung dalam kelompok tani Karya Makmur dengan total lahan yang digarap mencapai 100 Ha. Edi Subairi, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) Desa Belanti Siam menambahkan bahwa di Belanti Siam total lahan yang ada mencapai 1000 Ha dengan hasil yang sangat memuaskan, rata-rata 5,5-5,6 ton per Ha. 

“memang ada di beberapa titik hasil kurang memuaskan, karena faktor iklim yaitu padi roboh, sehingga petani panen di awal dan hasil tidak maksimal,"tambahnya.

Terkait robohnya tanaman padi di beberapa titik tersebut, Syamsuddin menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada petani untuk melakukan tanam pindah yang dapat memperkuat perakaran tanaman sehingga memperkecil kemungkinan roboh.

 “Namun beberapa masih terbiasa dengan cara tanam tabur sehingga tanaman tidak mampu menahan terpaan angin sehingga tanaman roboh dan panen harus dipercepat” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyampaikan bahwa sejak awal dimulainya program Food Estate, Balitbangtan telah menerjunkan tim terbaiknya dalam melakukan pengkajian, memberikan rekomendasi dan melakukan pendampingan baik kepada pemerintah daerah setempat ataupun langsung kepada petani. 

“Food Estate adalah program super prioritas, disini kami juga telah membangun center of excellent yaitu model ideal food estate yang sesuai dengan kondisi petani serta peluang industri. Lokasi tersebut yang akan menjadi pusat percontohan bagi kawasan di sekitarnya,"tambah Fadjry.

Pada beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan optimismenya terhadap program Food Estate, meskipun terjadi dinamika di lapang. 
“Ini lahan yang sangat dinamis, tidak seperti di Jawa, Sumatera, atau Sulawesi. Di sini lahan rawa, kontur tanahnya ada yang dalam, sedang, datar, dan cukup bagus. Oleh karena itu, dinamika lapangan juga ada," ungkap Mentan saat meninjau lokasi, Rabu (16/12/2020) yang lalu.

Penggunaan teknologi menjadi salah satu dasar optimisme itu. Mentan SYL juga mengungkapkan bahwa dalam program ini penerapan mekanisasi serta teknologi pertanian diharapkan dapat mengoptimalkan rawa menjadi lahan pertanian produktif dan meningkatkan produksi pertanian.

Terkait hal tersebut, Kepala Balitbangtan menyatakan bahwa pihaknya sudah menerapkan teknologi budidaya Rawa Intensif, Super dan Aktual (RAISA) yang dapat mendukung produksi padi pada lahan dengan kandungan zat besi dan natrium yang tinggi. 
“Dengan aplikasi teknologi ini akan dapat meningkatkan produktivitas padi serta diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 atau bahkan IP 300 dalam setahun," lanjut Fadjry.

BPTP sebagai kepanjangan tangan Balitbangtan di daerah, menurut Syamsuddin akan terus memberikan pendampingan kepada petani sehingga seluruh wilayah yang menjadi lokasi Food Estate dapat mencapai hasil yang maksimal.
 “Kami akan terus mengawal dan memberikan pendampingan sesuai rekomendasi tim, seperti perlakuan lahan, cara tanam dan budidaya sehingga hasil dari pertanaman dapat optimal," ujarnya.

Syamsuddin menambahkan bahwa pemilihan varietas yang ditanam di lokasi tersebut adalah preferensi dari para petani, seperti varietas Inpari 32 dan Inpari 42 yang sudah cukup lama dikenal dan ditanam para petani di wilayah tersebut. 

“varietas tersebut menjadi primadona karena memiliki rendemen beras tinggi dan saat ini harga gabah konsumsi mencapai Rp. 5.300 per Kg,"tambah Syamsuddin.

Terkait gerakan percepatan tanam, Syamsuddin menjelaskan bahwa hal tersebut sudah berdasarkan hasil kajian khususnya dalam hal kecukupan air. 

“Percepatan tanam karena air cukup, dan tanaman padi sangat memerlukan air,"ucapnya. 

Wasis Haryanto, petani dari kelompok tani Rukun Santosa Desa Belanti Siam mengungkapkan bahwa dengan mengikuti program Food Estate ini hasil panennya mencapai 5,1 ton per Ha yang menggunakan varietas Inpari 42, dan sebagian akan digunakan untuk benih.

 Petani berusia 35 tahun ini juga berharap pemerintah terus memberikan pendampingan pada para petani di wilayahnya.
 “Saya senang dengan adanya program Food Estate ini, dan kami ingin terus didampingi supaya hasilnya bisa lebih baik lagi,"tutupnya.(**)

Rilis Kementan, 31Januari 2021
Nomor : 101/R-KEMENTAN/1/2021

Editor : Lasman Simanjuntak

Rabu, 11 November 2020

Berita Gereja : Pembukaan KKRnet Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Wilayah VII

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Pembukaan hari pertama KKRnet (Part II) GMAHK Wilayah VII berlangsung pada Rabu malam (11/11/2020). Disiarkan secara virtual (zoom) serta live streaming di medsos Facebook.

Doa buka oleh Pdt.Rully dari GMAHK Taman Harapan Jordan, sedangkan Protokol Acara adalah Gibson Simanjuntak dari GMAHK Kayu Putih Jakarta Timur.

Lasman Simanjuntak, Sekretaris Panitia KKRnet (Part II) GMAHK Wilayah VII - yang juga mewakili seluruh panitia- membuka resmi KKRnet hari pertama dengan memberikan kata sambutan secara singkat.

"Kita bersyukur kepada Tuhan,diberikan kesehatan dan waktu yang terbaik, meskipun hanya melalui virtual zoom ini.Maka mari kita sambut pembukaan hari pertama KKRnet GMAHK Wilayah VII ini dengan terus berdoa agar sepanjang tiga hari KKRnet ini diberikan Tuhan cuaca yang baik, tak ada gangguan sinyal internet, listrik, maupun peralatan komunikasi elektronik yang digunakan," ujar Lasman Simanjuntak yang juga adalah Pemimpin Departemen PP GMAHK Jatinegara.

Dikatakannya lagi, masih dalam suasana pandemi Covid-19, biarlah kita tetap memiliki roh semangat untuk terus mendengar Firman Tuhan yang akan disampaikan oleh Pdt.Richard      
A Sabuin, Ph.D.

"Sehingga Firman Tuhan yang akan kita dengar sepanjang KKRnet akan makin memperteguh iman kerohanian kita, supaya kita tetap setia kepada Tuhan sambil menantikan Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali," ucapnya.

Nyanyian pujian ( lagu spesial) sekaligus lagu buka dibawakan oleh GMAHK Rawamangun.Sementara lagu tema tema KKRnet  berjudul " Maju Laskar Kristus" (Lagu Sion Edisi Lengkap No.485) dibawakan oleh GMAHK Kayu Putih, Jakarta Timur.

Sebelum khotbah disampaikan, Protokol Acara  Gibson Simanjuntak dari GMAHK Kayu Putih mempersilahkan Pdt.Jacky Runtu selaku Penasehat Wilayah VII untuk memperkenalkan biodata singkat pembicara Pdt.Richard A Sabuin, Ph.D yang menjabat sebagai Direktur Pendidikan dan SSPM Northen Asia Pasific Division.

Pada malam pertama KKRnet dengan tema " Injil Yang Kekal"  (Wahyu 14:6)  Pdt.Richard A Sabuin, Ph.D, menyampaikan khotbah berjudul "Takutlah Akan Allah".

Khotbah yang begitu baik ini disampaikan kepada 292 partisipan zoom dan juga 44 orang pada live streaming medsos Facebook. (*)

Dilaporkan oleh : Lasman Simanjuntak/Sekretaris KKRnet GMAHK Wilayah VII.

Kamis, 05 November 2020

Kunjungi Pemalang, Komisi IV DPR Apresiasi Program Kementan Atasi Stunting

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Permasalahan Stunting di Indonesia perlu adanya perhatian khusus. Sekitar 30% penduduk dunia termasuk Indonesia terutama anak-anak beresiko kekurangan gizi Zn (seng) yang sangat berguna untuk proses pertumbuhan.

Kementerian Pertanian pun di bawah komando Mentan Syahrul Yasin Limpo turut andil melakukan segala upaya termasuk dengan menaman padi biofortifikasi

Padi kaya nutrisi ini telah ditanam di Pemalang seluas 2.050 ha dan menjadi obyek kunjungan Komisi IV DPR hari kamis (5/11) di Desa Lenggerong, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa tengah.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin mengapresiasi petani atas kesediaannya menjadikan lahan uji coba varietas baru Inpari Nutri Zinc. 

"Setelah panen kemana menjualnya, ini yang menjadi tugas bersama, termasuk BUMN mitra Kementan," sebutnya.

Ia selaku wakil rakyat memberikan penghargaan atas dukungan petani Kabupaten Pemalang tersebut dan meminta perhatian penuh pemerintah mengawal pelaksanaan kegiatan.

Diakui petani disana kendala selama ini ada di hasil berasnya yang kecil dan apabila digiling banyak yang pecah jadi seperti menir. Selama ini banyak pembeli yang hanya melihat dari bulirnya yang kecil jadi harganya kurang menarik.

Bupati Pemalang, Junaedi menyebut di wilayahnya ada 2.050 hektar padi yang ditanam varietas Inpari Nutri Zinc bantuan Kementan tahun 2020. "Tujuannya kenapa ditanam banyak disini karena pemalang termasuk wilayah penyumbang stunting. Untuk itu program ini menjadi upaya pemerintah untuk atasi stunting ini," ujar Junaedi.

Junaedi berjanji akan mengkoordinasikan dengan pihak yang terkait untuk memberikan stimulan kepada petani terkait kendala di harga jual. Ia berharap Bulog bisa menyerap hasil petani.

Di tempat yang sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan Pemalang menjadi kabupaten yang mendapat perhatian khusus Kementan dalam upaya atasi stunting. Tahun ini ada 10.000 ha program yang dijalankan pemerintah dan tahun 2021 rencana akan ada 50.000 hektar padi ini dengan sasaran 100 kabupaten prioritas yang prevalensi stuntingnya tinggi.

Varietas Inpari Nitrizinc dilepas tahun 2019 dan diakui Suwandi memang segmen konsumen tepatnya untik ibu hamil dan anak-anak.

"Kementan bantu penyediaan sarana produksinya dan untuk penjualan tadi kami sudah diskusi dengan Bulog dan Pertani bahwa mereka menyanggupi untuk menyerap hasilnya ini dengan packagingnya sekaligus. Tentu dibelinya dengan harga yang wajar," sebutnya.

Suwandi berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan hasilnya untuk wilayah stunting di seluruh Indonesia. "Mari mengonsumsi beras yang baik dan bergizi. Dengan konsumsi beras nutri zinc ini insya allah akan meningkat gizinya," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) telah menghasilkan varietas unggul baru (VUB) padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc sebagai salah satu sumber pangan dengan kandungan gizi zinc 6 persen lebih tinggi daripada varietas padi Ciherang. Oleh karenanya, Syahrul mengajak seluruh lapisan masyarakat agar melakukan gerakan bercocok tanam untuk menurunkan angka stunting pada daerah rentan rawan pangan. 

"Selama ini masyarakat mengkonsumsi beras tanpa memperhatikan kelengkapan gizi. Kini dengan adanya Padi Inpari IR Nutri Zinc akan menjadi salah satu sumber pangan dengan kandungan zinc 6 persen lebih tinggi daripada Ciherang," tegasnya.(*/Bro-1)

Rilis Kementan, 5 November 2020
Nomor : 1486/R-KEMENTAN/11/202

Editor : Lasman Simanjuntak

Disiarkan TV Nasional, Irman - Zunnun Siap Paparkan Program Unggulan di Acara Debat Kandidat

JAKARTA,BeritaRayaOnline,- Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo - Andi Zunnun Armin NH, telah berada di Jakarta, dan bersiap mengikuti debat kandidat yang akan dilaksanakan besok malam, Sabtu, 7 November 2020.

 Kandidat nomor urut 4 ini akan menyampaikan visi misi dan program unggulannya, pada acara yang akan disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun TV nasional tersebut.

Adapun program prioritas dari kandidat yang diusung tiga parpol ini, adalah BPJS Kesehatan Kelas III yang akan dibayarkan oleh Pemerintah Kota Makassar. Program ini terkait dengan kebutuhan dasar masyarakat akan kesehatan.

Diketahui, akibat pandemi Covid-19, terjadi krisis ekonomi yang dampaknya sangat dirasakan masyarakat menengah ke bawah. Mereka kesulitan membayar iuran BPJS Kesehatan. Jika menunggak, mereka tentu akan kesulitan mengakses pelayanan di rumah sakit.

"Salah satu beban masyarakat yang akan diambil alih pemerintah jika kami terpilih, adalah iuran BPJS Kesehatan masyarakat, khusus Kelas III," kata None - sapaan akrab Irman YL, Jumat, 6 November 2020.

Selanjutnya adalah pelimpahan kewenangan ke tingkat RT. Pengurusan administrasi kependudukan, berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta Akte Kelahiran, yang selama ini harus dilakukan di Kantor Dinas Catatan Sipil, cukup dilakukan di tingkat RT. 

Tidak hanya layanan administrasi kependudukan. Sejumlah perizinan juga bisa dilakukan di tingkat RT. Salah satunya, izin usaha.

"Kami akan melakukan downsizing pemerintahan. Hal ini untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah terobosan baru, pertama di Indonesia," ujarnya.

Adapun dampak dari dilakukannya downsizing pemerintahan, beban kerja Ketua RT akan bertambah. Karena itu, mereka akan diberi sejumlah fasilitas. Antara lain, upah setara UMR sebesar Rp 3,1 juta, sepeda listrik, juga tablet. Mereka juga diberi kewenangan mengangkat dua tenaga kerja, untuk menangani administrasi dan operasional, yang juga akan diberi upah setara UMR.

"Artinya, akan ada 10 ribu lapangan kerja baru di tingkat RT," ungkap adik bungsu Syahrul Yasin Limpo ini.

Program ketiga, bantuan dana hibah untuk warga RT sebesar Rp 15 juta - Rp 150 juta, tergantung kondisi wilayahnya. Dana hibah pembangunan ini bisa digunakan untuk pembangunan, peningkatan skill warga, hingga keamanan lingkungan di tingkat RT.

"Kenapa harus ada dana hibah pembangunan? Supaya masyarakat merasakan langsung manfaat dari pajak yang mereka bayarkan ke pemerintah. Sepanjang warga yang setuju di atas 50 persen, dana yang tersedia di Ketua RT ini bisa digunakan," terangnya.

Keempat, program pendidikan berupa Dana BOS Kota. Peruntukannya, untuk pendidikan karakter anak. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini menjelaskan, sistem pendidikan kita saat ini, masih lebih mengutamakan kecerdasan kognitif, dibanding karakter. Anak-anak diciptakan menjadi cerdas, tapi tidak dituntun menjadi baik dan benar.

"Percuma anak-anak cerdas, kalau tidak menghormati orangtuanya. Percuma nilai matematikanya dapat nilai 100, kalau mereka tidak menghargai orang lain," bebernya.

Dana BOS Kota ini juga akan diberikan dalam bentuk beasiswa kepada penghafal Qur'an di setiap sekolah. Ia berharap, di tiap kelas, minimal ada satu tahfidz.

Berikutnya, adalah penyediaan air bersih. None memaparkan, ada sejumlah kecamatan di Kota Makassar, yang saat musim hujan kebanjiran, dan saat kemarau dilanda kekeringan. Ke depan, harga air bersih juga akan semakin mahal, sehingga perlu intervensi pemerintah untuk menyiapkan air bersih di tingkat RT.

Terakhir, adalah digitalisasi persampahan. Proses pengangkutan hingga pengolahan sampah akan dilakukan secara digital. Peraturan Wali Kota terkait pengelolaan sampah juga akan diterbitkan, untuk mengurangi produksi sampah masyarakat.

"Program yang kami tawarkan sangat simpel, bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga, dan bisa langsung diwujudkan. Program-program ini akan dibedah di acara debat kandidat, jadi jangan sampai terlewatkan," pungkasnya.(*/Bro-1)

Editor : Lasman Simanjuntak