Kamis, 27 Oktober 2022

Pegiat Kesenian MKJ Tolak Musyawarah Kesenian versi DKJ

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Pegiat kesenian yang tergabung dalam perhimpunan Masyarakat Kesenian Jakarta (MKJ) menolak Musyawarah Kesenian Jakarta 2022 yang akan diselenggarakan oleh Dewan 
Kesenian Jakarta pada Selasa, 1 November 2022, mendatang. 

Selain menolak, mereka juga minta agar kegiatan tersebut dihentikan. 

 “Sebab melanggar berbagai aturan yang terdapat dalam Peraturan Gubernur 
(Pergub) No. 4 tahun 2020 tentang Akademi Jakarta (AJ) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), normatif maupun substansial,” ujar Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) MKJ, Arie Batubara, dalam konferensi pers di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin , Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM), Cikini, 
Jakarta Pusat, Kamis siang  (27/10/2022). 

 Penolakan itu tertuang dalam petisi yang rencananya akan disampaikan kepada 
Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.

 Di samping menolak dan meminta 
musyawarah dihentikan, petisi juga berisi tuntutan/permintaan agar Gubernur mengambil tindakan atau langkah yang diperlukan sesuai kewenangan yang dimiliki. Yaitu, membekukan keanggotaan DKJ dan AJ, serta menyelenggarakan Musyawarah Kesenian Jakarta Luar Biasa. 

Menurut Arie, pelanggaran yang dilakukan sangat serius dan tidak bisa ditolerir. 
Bentuknya berupa pengabaian/tidak bersedia melaksanakan, memanipulasi, mereduksi, 
serta mendistorsi aturan/ketentuan yang ada dalam Pergub No. 4 tahun 2020. Dan, itu tidak hanya dilakukan terhadap ketentuan yang terkait dengan penyelenggaraan musyawarah, tapi juga ketentuan lainnya. 

 “Pelanggarannya dilakukan secara sadar, sengaja, terstruktur dan sistematis. Ini 
betul-betul kejahatan, dan pelakunya layak disebut penjahat kesenian. Dan itu tidak hanya DKJ, tapi juga AJ. Makanya dalam petisi tersebut kami juga meyebut AJ,” tandas Arie. 

Arie kemudian membeberkan berbagai pelanggaran yang dilakukan. Yang 
menyangkut penyelenggaraan musyawarah, antara lain adalah soal siapa yang menjadi 
penyelenggara, peserta, kepanitiaan, agenda, hingga waktu penyelenggaraan. Dalam hal 
penyelenggara, misalnya, Pergub tegas-tegas menyatakan posisi DKJ bukanlah sebagai 
penyelenggara. Melainkan, sekadar pihak yang diberi kewenangan untuk membentuk 
panitia. 

 “Panitia itulah yang menjadi penyelenggara, bukan DKJ. Tapi, sekarang DKJ 
menyatakan dialah yang menjadi penyelenggara. Dan itu tertuang dalam berbagai dokumen dan pernyataan yang dikeluarkan DKJ tentang musyawarah. Itu kan perampokan namanya,” 
ungkap Arie. 

Hal serupa juga terjadi terkait peserta. Dalam pergub eksplisit tertulis bahwa peserta 
musyawarah adalah Masyarakat Kesenian Jakarta, AJ, DKJ dan Pemerintah.

 Dalam hal ini, yang dimaksud dengan Masyarakat Kesenian Jakarta adalah pegiat kesenian. Yaitu, individu-individu yang memiliki interaksi langsung dengan kegiatan berkesenian yang meliputi 
seniman, wartawan seni, kritikus dan pengamat seni, pemikir seni, peneliti danpendidik/akademi seni, kurator seni dan kalangan nonkesenian yang dikenal luas memiliki perhatian dan kepedulian kepada kegiatan kesenian dengan menjadi fasilitator khusus untuk  kegiatan kesenian. 

 “Jadi, sangat jelas dan terang siapa sesungguhnya yang berhak sebagai peserta. Tapi, oleh DKJ, hal itu dimanipulasi, didistorsi, bahkan didegradasi dan direduksi sedemikian rupa menjadi hanya Dewan Pengarah dan Pelaksana Musyawarah Kesenian Jakarta 2022, perwakilan berbagai organisasi kesenian yang ada di Jakarta, dan undangan sebagai peninjau. Bahkan unsur pemerintah daerah yang eksplisit isebut dalam pergub, tidak dijadikan peserta,” papar Arie. 

Yang lebih parah, tambah Arie, terkait waktu penyelenggaraan musyawarah. Pasal 46 
Pergub eksplisit menyatakan bahwa pelaksanaan musyawarah paling lambat sembilan bulan sebelum berakhirnya masa bakti DKJ periode berjalan. Keputusan Gubernur 803 tahun 2020 tentang Pembentukan Anggota DKJ periode 2020-2023 ditetapkan tanggal 27 Juli 2020 dan 
dinyatakan berlaku sejak tanggal ditetapkan. Artinya, masa bakti DKJ periode berjalan (2020-
2023) berakhir pada 26 Juli 2023 pukul 24.00. 

 “Sembilan bulan sebelum 26 Juli 2023 itu adalah 26 Oktober 2022. Jadi, musyawarah 
harus dilaksanakan selambat-lambatnya 26 Oktober 2022 pukul 24.00. Jika dilakukan setelah itu, maka ia telah melanggar Pasal 46 Pergub!” tegas Arie. 

Sementara itu, untuk pelanggaran yang tidak terkait musyawarah, menurut Arie juga 
tidak kalah serius. Sebab, pelanggaran itu berimplikasi kepada penggunaan anggaran negara  (APBD), baik yang dilakukan DKJ maupun AJ. 

 DKJ, misalnya, terang-terangan melanggar ketentuan tentang komposisi dan susunan 
Pengurus Harian yang terdapat dalam Pasal 36 ayat 2 dan 3. Ayat 2 menyebutkan bahwa 
Pengurus Harian adalah Ketua-ketua Komite ditambah satu orang dari unsur anggota ex 
officio. Sementara ayat 3 menyebutkan susunan Pengurus Harian terdiri atas satu ketua, dua wakil ketua, dan empat anggota.
 
 “Saat ini, tak seorang pun Pengurus Harian non ex officio yang berstatus ketua 
komite. Selain itu, jumlahnya juga tidak tujuh orang, tapi delapan. Jadi, pelanggarannya tidak Cuma satu, melainkan dua,” kata Arie. 
 
Akan halnya AJ, pelanggarannya adalah berupa melakukan sesuatu yang bukan tugas dan wewenangnya, namun pada sisi lain tidak menjalankan hal yang seharusnya menjadi wewenangnya. 

 “AJ memberikan penghargaan AJ, padahal dalam pergub tak tercantum tugas 
maupun kewenangan seperti itu diberikan. Di pihak lain, AJ tak menjalankan 
kewenangannya untuk menegur DKJ yang melakukan serangkaian pelanggaran seperti yang sudah disebutkan,” beber Arie. 

 Bahkan, kata Arie, dalam kaitannya dengan penyelenggaraan musyawarah di mana 
DKJ telah jelas dan tegas melanggar banyak ketentuan, AJ diam saja dan malah cenderung seperti membenarkan. 

 “Ini tidak boleh didiamkan. Pegiat kesenian harus bersikap. Musyawarah Kesenian 
Jakarta itu milik pegiat kesenian. Jadi pegiat kesenian harus benar-benar berdaulat dalam 
pelaksanaannya secara sebenar-benarnya sebagaimana mestinya,” pungkas Arie.(**/BRO-3)

Editor  : Lasman Simanjuntak

Selasa, 25 Oktober 2022

Sastra : Baca Sajak Bersama Group Majalah TEMPO di Cafetaria Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat

Jakarta, BeritaRayaOnline,- Pada Selasa sore (25/10/2022) saya berkesempatan membaca sajak (puisi) pada acara "Ngopi Sore Tempo Sastra, Kota, dan Media " yang diselenggarakan Group Perusahaan Majalah TEMPO (Tempo.co, Majalah Tempo, dan Koran Tempo online).

Bertempat di Cafetaria Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) Jln.Cikini Raya, Jakarta Pusat , saya membacakan dua puisi berjudul DRAMA SEHARI dan KUBURAN.

Dua sajak  terbaru ini saya tulis di lingkungan area Taman Ismail Marzuki (TIM)  sepanjang bln Oktober 2022.Dan, puisi sudah dimuat (dipublish) di website media sastra & budaya negerikertas.com dan indonesiana.id.

Selain saya ikut pula membaca puisi atau sajak antara lain Nanang Ribut Supriyatin , Giyanto Subagio , Ical Vrigar , Fanny Jonathans , Rissa Churria, Nunung Noor El Niel , Dema Soetego , Kurnia Effendi, Oktavianus Moktavianus Masheka , Adi Gama, Sihar Ramses Simatupang,  Marlin Dinamikanto,  Erna Winarsih Wiyono, dan masih banyak lagi.

Salam Puisi Indonesia

(Pulo.Lasman Simanjuntak) 

Fotografer by  : Nanang R Supriyatin dkk/Selasa/25/10/022

Senin, 24 Oktober 2022

Acara SENJA BERPUISI 2022 Di PDS HB Jassin TIM Semakin Membuat Saya Terinspirasi Menulis Karya Puisi

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Acara Sastra & Budaya SENJA BERPUISI yang telah memasuki bln ketiga (Sept-Okt-November 2022) di Selasar Gedung Panjang Ali Sadikin Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin Taman Ismail Marzuki ( TIM) Jakarta Pusat.

Telah mempertemukan saya dengan rekan-rekan seniman, penyair, dan sastrawan kurun waktu tiga bulan ini.

Kadang pada acara "bergengsi" kesusasteraan dan kebudayaan SENJA BERPUISI 2022 ini telah pula jadi semacam diskusi pendek bersama para penyair Indonesia.

Jadi, saya semakin terinspirasi untuk terus melakukan  proses kreatif dalam menulis puisi.

Dalam kurun waktu bln April-Oktober 2022  telah banyak saya tulis puisi di area PDS HB.Jassin dan Taman Ismail Marzuki (TIM). Misalnya puisi berjudul PENYAIR BERSILANCAR KE TAMAN SENI, GENOSIDA, KUBURAN, KELAPARAN AKUT, EMPAT PULUH LIMA TAHUN BERJALAN BERSAMA PUJANGGA CHAIRIL ANWAR  dan masih banyak lagi.
Semua karya puisi ini telah dimuat (dipublish) diberbagai media cetak, media online, dan majalah digital baik di Indonesia maupun di Malaysia.

Sehingga dalam bergiat menulis puisi nantinya akan terus "bertumbuh" ke arah identitas baru proses kepenyairan yang telah berjalan hampir 35 tahun ini.

Dalam menulis puisi, memang dibutuhkan ruang-ruang inovasi baru, bukan hanya sekedar produktif dalam menulis sebuah karya puisi.

Selain acara SENJA BERPUISI, belakangan ini saya juga 'rajin'mengikuti Acara dan Pertemuan Sastra bertempat di lantai 4 PDS HB.Jassin TIM Jakarta, mulai hari Rabu, Kamis, dan Jumat siang.

Di sinilah saya bisa bertemu langsung (kontak komunikasi-red ) dengan orang-orang "hebat" dan saya kagumi terdiri dari seniman teater, film,  musik, tari, budaya dan sastra (penyair, cerpenis, novelis, dan deklamator)

Mereka itu adalah Ical Vrigar , Remmy Novaris DM , Nanang Ribut Supriyatin , Wig S M , Widodo Arumdono  Arief Joko Wicaksono , Moktavianus Masheka , Jose Rizal Manua ,  Isson Khairul , Ewith Bahar , Fanny Jonathans , Adri Darmadji Woko , Giyanto Subagio , Omni Koesnadi , Mita Katoyo , Ritawati Jassin , Sahaya Santayana II , Herman Syahara , Hardho Sayoko Spb Dua , Asmariah Supriyadi , Denting Kemuning , Soekardi Wahyudi , Kasdi Kelanis , Edrida Pulungan , Guntoro Sulung II , Kurniawan Junaedhie , Sapto Wardoyo , Boyke Sulaiman, Eddy Pramduane , Acep Syahril , Eki Thadan , Nunung Noor El Niel , Sugiono Mpp  dan masih banyak lagi.

Dan, minggu ini pun ( Kamis tgl 27 dan Jumat tgl 28 Oktober 2022), Insya Allah, saya akan datang lagi memenuhi undangan ke Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Tentu saja saya datang sebagai penyair dan wartawan (beritarayaonline.co.id dan myberitaraya.blogspot.com)

Wassalam Wr Wb 

(Pulo Lasman Simanjuntak)

Rabu, 19 Oktober 2022

Puisi RANJANG MAUT Karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak

RANJANG MAUT 

Puisi : Pulo Lasman Simanjuntak

kusapa dari wajah kitab suci
tubuhmu terus membengkak
menjelma jadi sebuah bangunan
rumah sakit bertingkat-tingkat 

lalu menatap langit senjahari
yang menelan habis
kuman-kuman diagnosis penyakit
menyebar kesepian berdahak 
dari seorang perjaka tak punya sperma

pukul berapa jam bezuk, tanyamu
bau infus telah menyebar sampai
tanah kuburan yang basah
airmata memerah
amarah menular dusta 

"kalau kematianku tiba, biarlah dibungkus kain kafan tua, sebab peti mati harganya terlalu mahal untuk dijual di bawah bumi  tak berpenghuni," pesanmu

maka sebelum pulang ke rumah
telah kusodorkan ranjang maut ini
persis di bawah perutmu yang berlobang
disuntik menjadi sebuah terowongan berair
tembus sampai ke liang lahat
mengerikan memang !

Jakarta, Rabu sore, 19 Oktober 2022

Kamis, 13 Oktober 2022

Membawakan Firman Tuhan di KKR GMAHK Wilayah VIII Hari Kelima

Syalom, 
Puji Tuhan,
 
Pada Kamis malam (13/10/2022) saya sebagai Ketua Jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara, Jakarta Timur, telah mendapat giliran untuk menyampaikan Firman Tuhan dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Hybrid GMAHK Wilayah VII yang meliputi 9 gereja advent dan 3 cabang Sekolah Sabat (SS).

KKR kedua akhir tahun 2022 ini disiarkan melalui layar zoom ( online) dan secara langsung (offline) di GMAHK Rawamangun Jln.Pinang Raya, Rawamangun, Jakarta Timur  mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 20.30 WIB
didahului dengan kesaksian, lagu pujian, dan seninar rumah tangga dengan tema BERJALAN BERSAMA YESUS.

Sebagai pembicara saya menyampaikan Firman Tuhan berjudul HIDUP BERSAMA YESUS DI SURGA dengan ayat inti Yohanes 14 : 1-3 ( ayat terakhir 1 Samueal 20 :3 ) dimana Yesus menyambut umatnya yang SETIA dan BENAR dalam sorga.

"Kita harus, harus, dan harus masuk sorga.Tetap bertahan jangan sampai bergeser iman walaupun saat ini kita sedang menghadapi cawan lebur penderitaan," pesan ini saya sampaikan di penghujung khotbah.

Sebelumnya pada Kamis malam tersebut (13/10/2022) para partisipan yang ambil bagian adalah dari GMAHK Jatinegara meliputi Rudy Kientjem (protokol kebaktian), Shirley Kientjem (pianis), Jojo Hutabarat (lagu pujian), dan Gadis Tamtelahitu (kesaksian).
Sedangkan untuk seminar rumah tangga dibawakan oleh Pdtm.Abednego Pakpahan dari GMAHK Rawamangun.

Tuhan Memberkati.

(Lasman Simanjuntak)

Selasa, 11 Oktober 2022

Puisi Dwi Bahasa : RITUAL AIR TANAH Karya Pulo Lasman Simanjuntak

Poetry

By  : Pulo Lasman Simanjuntak

THE GROUNDWATER RITUAL 

it's centuries I keep looking
rain roots in your body
who got busy fucking
with the desert

because I no longer see
flowing remnants of healthy cider
turned to bone

all the way to the top on the rest day
drawn from the inward well of worry
afraid of a fight with my brother
from halfway around the world
always with prolonged anger

i've repeatedly repeated
sing of thirst
then I anointed him
up the edge of the grave
the rituals of the lonely and secluded people

Pamulang , Wednesday July 13 2022

Puisi

Oleh : Pulo Lasman Simanjuntak

RITUAL AIR TANAH

sekian abad aku terus mencari
akar-akar hujan di tubuhmu
yang jadi rajin bersetubuh
dengan padang pasir

sebab tak ada lagi kulihat
mengalir sisa-sisa sari makanan sehat
yang berubah rupa jadi tulang belulang

sampai puncaknya pada hari perhentian
ditimba dari sumur dalam mencemaskan
takut pertengkaran dengan saudaraku
merantau dari negeri seberang
selalu dengan amarah berkepanjangan

berulangkali sudah kudendangkan
nyanyian persungutan kehausan
lalu kularikan lagi dirinya
sampai di tepi kuburan
ritual orang-orang kesepian dan terasing

Pamulang, Rabu, 13 Juli 2022

Minggu, 02 Oktober 2022

14 Tahun Ikut Mendirikan Suratkabar DIALOG di Jakarta

14 Tahun Ikut Mendirikan Suratkabar DIALOG di Jakarta
17 September 1999-17 September 2022
 Jakarta, BeritaRayaOnline,-Pada sekitar bln Juli dan Agustus 1999 (pasca kejatuhan rezim Orde Baru)  bersama dua orang kawan wartawan eks Harian Umum
MANDALA (Koran Bandung pada perwakilan di Jakarta) seperti James Tobing dan Hendry Edward Tampubolon

Saya mendatangi -seorang diri -ke Departemen Penerangan (saat itu-red)  di Jln.Merdeka Barat Jakarta Pusat untuk mencari informasi apakah betul untuk menerbitkan sebuah surat kabar (media cetak) tanpa harus memakai SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers).

Akhirnya saya memperoleh informasi bahwa sejak dibukanya "Era Kebebasan Pers" (oleh Presiden Habibie tahun 1999) untuk mendirikan media cetak ( suratkabar atau majalah) tanpa harus disertai SIUPP.

Maka, pada hari Jumat tanggal 17 September 1999 ( di bawah bendera PT. ARAH MEDIALOG  PEMBANGUNAN)  terbitlah untuk pertama kalinya Suratkabar DIALOG yang beralamat redaksi di Jalan Binawarga, Kalibata, Jakarta Selatan.

Pada saat penerbitan edisi.perdana itu saya menjabat sebagai Redaktur Pelaksana (Redpel-lihat boks redaksi-red). Selain itu membantu juga untuk penyebaran (sirkulasi) koran melalui agen-agen koran di Jakarta (agency).

Pada akhirnya selama 14 tahun ( 17 September 1999- Maret 2013) saya harus MENGUNDURKAN DIRI sebagai Redaktur Pelaksana Suratkabar DIALOG.

Hal ini saya lakukan karena dunia pers telah "beralih" dari media cetak ke media digital (media on line).

Semula saya sebagai Pemimpin Redaksi website emaritim.com yang fokus pada pemberitaan kemaritiman dan pelayaran (didirikan bersama beberapa orang perwira laut  atau kapten kapal alumni AIP/STIP) yang berkantor redaksi di kawasan perkantoran Bekasi Barat.

Kemudian saya mendirikan website beritarayaonline.co.id dan myberitaraya.blogspot.com dengan jabatan Pemimpin Redaksi (2013- 2022-sampai sekarang) yang berkantor redaksi di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Saya sendiri memulai karir sebagai wartawan (reporter) pada bln Desember 1981 di Majalah VARIA NADA dan ANEKA RIA, SKM.ANGKATAN BARU, Majalah INFO, CARAKA, SPIONITA, MONALISA, HARIAN UMUM SINAR PAGI, HARIAN UMUM MANDALA, dan SURATKABAR DIALOG.

Namun, sewaktu masih duduk di bangku SMA dan kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik (STP/IISIP) saya telah merintis sebagai reporter 'free lance' (1980-1984)  untuk Majalah KELUARGA dan HU.MERDEKA MINGGU  (group Merdeka-BM Diah-red), Berita Yudha Minggu (Yudha Minggu Sport dan Film/YMSF) dan Suara Karya Minggu (SKM) yang kebetulan kantor redaksinya saat itu "diseberang" rumah orangtua saya di Jln.Bangka Raya (Gedung AKA) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Salam Pers Indonesia

Pamulang, Senin, 3 Oktober 2022

(Pulo Lasman Simanjuntak)