Senin, 08 Juni 2026

Berita Gereja : Upacara Baptisan Kudus untuk Dua Jiwa di GMAHK Jatinegara Jakarta Timur

JAKARTA- Upacara baptisan kudus untuk 2 jiwa-hasil tuaian KKR awam- berlangsung di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabat (Sabtu siang 6 Juni 2026).

Dipimpin langsung oleh Pdt.Sammy Munaiseche, Gembala Jemaat GMAHK Jatinegara, dua jiwa yang dibaptis tersebut adalah Yustinus Margiono dan Dinda Dwi Lestari .

Kedua jiwa tersebut telah melalui proses pembelajaran Alkitab-di KPA Banten- baik oleh Nelson Manuhu (penginjil awam) maupun Pdt.Sammy Munaiseche .

Selain itu calon baptisan ini -sebelumnya juga  telah mengikuti KKR Awam-disampaikan secara on line melalui siaran layar zoom- mulai Rabu (3 Juni 2026) sampai Jumat malam (5 Juni 2026) dengan pembicara Jefta Manoppo (hari pertama), Ludwich Hasibuan (hari kedua) serta Nelson Manuhutu (hari ketiga).

Sebelum dibaptis-dan setelah melalui.perbincangan di majelis jemaat- keduanya terlebih dahulu mendengar dan menyetujui janji baptisan disampaikan oleh Pdt.Sammy Munaiseche  yang juga  dihadiri para jemaat GMAHK Jatinegara.
( Lasman Simanjuntak)

Jumat, 13 Februari 2026

Denny JA Sastrawan Indonesia Terima Penghargaan Sastra Internasional BRIC di Kairo Mesir, Diundang Khusus Dubes Federasi Rusia di Jakarta

JAKARTA-  Denny JA, Sastrawan Indonesia, yang baru saja menerima penghargaan Sastra BRICS -di Kairo, Mesir beberapa waktu lalu-  diundang secara khusus oleh Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov.

Bersama Sastri Bakry, Koordinator Jaringan Sastra BRICS Indonesia di kedutaan besar Russia, kawasan Jln.Rasuna Said Kuningan , Jakarta, Jumat, 13 Feb 2026.

Denny memperoleh penghargaan Sastra Inovasi BRICS atas kontribusinya dalam memperkenalkan genre puisi esai dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.

Dalam pertemuan yang hangat tersebut, Dubes Rusia menyatakan bahwa sastra dapat menjembatani perbedaan dan membangun kesepahaman antar bangsa.

"Sastra adalah bahasa universal yang dapat menyatukan kita semua, sastra dapat menjembatani komunikasi antar negara dengan bahasa yang damai dan tidak menyebabkan perang dunia. Kita harus menguatkan Global South dari ketimpangan dunia melalui sastra," katanya.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas karya-karya Denny yang telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dan menarik perhatian sastrawan dunia.

Kekuatan Sastra Indonesia 

Karya-karya Denny JA, seperti "Atas Nama Cinta", telah menunjukkan kekuatan sastra Indonesia dan potensinya dalam memperkaya khazanah sastra dunia.

Dengan menggunakan puisi esai sebagai alat, Denny JA memperjuangkan keadilan sosial dan hak asasi manusia. 

Dubes Rusia bahkan  memberikan apresiasi tinggi kepada Denny JA atas kontribusinya dalam mempromosikan sastra Indonesia dan Global South.

"Karya-karya Denny JA telah menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian," ucapnya.

Penghargaan Sastra BRICS ini merupakan bukti bahwa sastra dapat menjadi alat yang kuat dalam membangun kesepahaman dan perdamaian antar bangsa.

 Denny JA adalah salah satu sastrawan yang telah membuktikan dengan terus berkarya.

Dalam pidatonya Denny mengawali dengan rasa syukur. Bukan syukur yang seremonial.

Bukan sekadar sopan santun diplomatik.
Melainkan syukur yang lahir dari hati seorang penulis.

Ia berterima kasih atas visi dubes dalam menggagas dan menopang BRICS Award untuk sastra.

Di dunia yang sering kali mengukur kekuatan melalui senjata, pasar, dan teknologi, Rusia memilih untuk berinvestasi pada sesuatu yang jauh lebih abadi: jiwa manusia.
Dan pilihan itu sungguh berarti.

Pada kesempatan itu Denny menyampaikan satu alasan mengapa penghargaan ini begitu penting—bukan hanya bagi para penulis- tetapi bagi peradaban itu sendiri.

 Ia meyakini Sastra nembela martabat manusia.Di tengah ketegangan geopolitik, rivalitas ekonomi, dan perpecahan budaya, sastra mengingatkan kita bahwa sebelum kita menjadi warga negara dari sebuah bangsa, kita adalah pembawa kisah.

Kisah tentang cinta.
Kisah tentang kehilangan.
Kisah tentang ketidakadilan dan harapan.

Penghargaan seperti ini bukan sekadar merayakan bakat.Ia membela martabat bahasa. Ia berkata kepada para penulis—dari Brasil hingga India, dari Tiongkok hingga Afrika Selatan, dari Rusia hingga Indonesia. Dengan sastra, kita tetap menjadi manusia.

Denny juga menyampaikan satu saran agar penghargaan ini bertahan menjadi institusi yang hidup puluhan tahun, bahkan lintas generasi maka ia harus berdiri di atas fondasi keuangan yang kokoh dan berkelanjutan.

Dana Abadi yang Stabil 

Sejarah menunjukkan bahwa penghargaan sastra tidak bertahan hanya karena prestise, melainkan karena adanya dana abadi yang stabil.

Seperti Nobel Prize yang berdiri sejak 1901. Yayasan Nobel mengelola dana warisan Alfred Nobel dan menginvestasikannya, sehingga hadiah diberikan dari hasil pengelolaan investasi tersebut.

Atau Booker Prize, berdiri sejak 1969. Awalnya disponsori oleh Booker McConnell, dan kini didukung oleh yayasan serta sponsor korporasi yang kuat.

Pertanyaannya: siapa yang dapat menjadi donatur bagi BRICS Award untuk Sastra?

Bisa saja perusahaan-perusahaan energi, bank pembangunan, perusahaan teknologi, sovereign wealth funds, atau yayasan filantropi yang berkomitmen pada pendidikan dan pertukaran budaya.

"Karena sastra membutuhkan ketahanan, bukan hanya perayaan," ujarnya.

"Semoga BRICS Award untuk sastra terus bertumbuh.
Semoga ia menyalakan keberanian dalam diri para penulis.Dan semoga pula ia mengingatkan kita semua bahwa ketika ekonomi naik dan turun, kisah manusia akan terus berjalan," pungkasnya.

Dubes Rusia bertepuk tangan dengan  pidatonya Denny.Ia juga setuju bahwa literasi Global South harus didorong untuk lebih berkembang lagi dengan kekuatan dana.

 "Negara-negara di Global South memiliki kekayaan sastra yang luar biasa, namun publikasinya masih didominasi oleh sastra Barat," katanya.

Denny JA menyambut baik pernyataan Dubes Rusia dan berharap kerjasama antara Indonesia dan Rusia dalam bidang sastra dapat terus ditingkatkan. 

Sementara itu Dikdik Sadikin, Penulis dan juri BRICS Indonesia, juga menyampaikan kegembiraannya.

"Saya gembira Pak Dubes menanggapi saya.Beliau setuju bahwa literasi Global South harus didorong. Kita memiliki kekayaan sastra yang luar biasa," ucapnyam

Pertemuan tersebut diakhiri dengan tukar menukar cendera mata dan foto bersama. 

Turut mendampingi Denny JA yaitu Sastri Bakry, Koordinator Jaringan Sastra BRICS Indonesia, Dikdik Sadikin, penulis dan juri BRICS Indonesia, Soni Drestiana, sekretaris BRICS Writers Association, Monica Anggi JR, penulis dan Nita Lusaid, dari DJA Foundation.(Lasman Simanjuntak)

Senin, 02 Februari 2026

SASTRA INTERNASIONAL :Peluncuran Buku Kumpulan 45 Puisi “Keagungan Kota Suci” Karya Halimah Munawir di Kairo , akan Makin Memperkuat Harmonisasi antara Pemerintah Indonesia dan Mesir

KAIRO,MESIR, Sebagai anak bangsa, launching (peluncuran) buku kumpulan 45 puisi berjudul ” Keagungan Kota Suci ” karya Penyair, Novelis, dan Sastrawan (dari Indonesia-red)  Halimah Munawir  di Kairo, Mesir,  juga akan  makin memperkuat harmonisasi antara pemerintah Indonesia dan Mesir yang sudah terjalin sejak presiden pertama  Ir.Soekarno.

“Karena menurut saya diplomasi bukan hanya dapat dilakukan melalui politik, melainkan juga melalui jalur budaya dan sastra,” kata Halimah Munawir kepada wartawan di Jakarta , Senin (2/2/2026) usai peluncuran (launching) buku puisinya berjudul “Keagungan Kota Suci” yang telah berlangsung pada Kamis lalu (29/1/2026) sekitar pukul 12.00 waktu setempat di Wisma Nusantara Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo (PMIK) di Mesir.

Buku kumpulan puisi berjudul “Keagungan Kota Suci” karya Penyair dan Sastrawan Perempuan Indonesia Halimah Munawir lahir bukan sekedar sebagai karya sastra, melainkan sebuah kado self-appreciation di usia ke-62 tahun.

"Ini adalah manifestasi syukur dan perayaan atas perjalanan hidup yang panjang.Sebuah pengakuan cinta pada diri sendiri, di tengah riuh rendah dunia saat ini,” katanya lagi.

Menurut Halimah Munawir buku kumpulan puisi “Keagungan Kota Suci ” ini bukan sekedar judul.Ia lahir diantara rahim umat seluruh dunia.

Mungkin tanpa “keajaiban”-Nya, ia tidak terbang kesebuah negara “suhu para ilmu” , negara yang masih menjadi kiblat ilmu, negara yang masih menghargai sebuah buku sebagai barometer kecerdasan.

Hal mana terbukti ketika bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mesir Abdul Mutaiali, PHD berkunjung ke perpustakaan terbesar di Mesir, Alexandria yang terletak di dekat pelabuhan kuno Mesir.

Perpustakaan yang menampung hingga 8 juta buku, juga ada museum, planetarium dan pusat konferensi di atas bangunan 11 lantai ini dapat dikatakan menjadi salah satu pusat pengetahuan terbesar di dunia.

” Yang membuat saya terkagum kagum pada perpustakaan utama pusat budaya modern ini. Dan, sangat bersyukur, buku puisi ‘ Keagungan Kota Suci’ serta beberapa novel saya dapat di terima untuk menjadi bagian dari koleksi perpustakaan bergengsi ini,” ujarnya.

Dalam Empat Bahasa

Pada peluncuran buku kumpulan puisi berjudul “Keagungan Kota Suci ” -diterbitkan oleh penerbit Mesir Dar El Sholeh memuat 45 puisi- dalam 4 bahasa yakni Sunda, Indonesia, Inggris dan Arab ini, ikut memberikan kata sambutan yaitu Abdul Muta’ali MA,MIP,Phd, nara sumber DR.(HC) Halimah Munawir (sebagai penulis-red), serta nara sumber A.Satriawan Hariaadi Lc,MA.

Buku kumpulan puisi ini juga adalah pertemuan antara ayat-ayat suci dan debu jalanan kehidupan.Penulis tidak lari dari kenyataan namun merespon realitas manusia menggunakan Kompas Al-Qur’an.

Hasilnya adalah puisi yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga tajam sebagai kritik dan renungan sosial.

Pada kesempatan tersebut Halimah Munawir, Ketua Umum Obor Sastra Indonesia bercerita jejak langkah dimulai tahun 1995-2025 yakni pada tahun 1995 ibadah haji (awal terkumpulnya rasa dan pengalaman batin), periode umroh merupakan perjalanan berkelanjutan (rangkaian perjalanan yang memperkaya perspektif).

Pada November 2025 merupakan titik balik (moment saat umroh, lahirnya ide pembukuan).
Hingga berlangsungnya peluncuran (launching) buku kumpulan puisi “Keagungan Kota Suci” sebagai kado apresiasi diri.

Bedah buku “Keagungan Kota Suci” juga menyelami puisi religi antara Al-Qur’an dan Empiris Sosial sebuah apresiasi diri bagi kehidupan Halimah Munawir.

Hulu kreativitas antara langit dan bumi yaitu 1) Langit ( Kompas Teologis) dimana Al-Qur’an menjadi sumber ‘bahasa langit’ dan pedoman arah yang tak terbantahkan,

2) Bumi (Empiris Sosial) pengamatan tajam terhadap realitas dan lingkungan sekitar,

3) Insight, karya ini bersifat responsif menolak menjadi ‘air tenang’ yang menghanyutkan, puisi-puisi ini adalah nyata atas kegelisahan jiwa.

Sedangkan prinsip hidup yang menjadikan nafas puisi lima menjaga diri atas lima perkara, serta enam meyakinkan hati atas enam perkara.

Prinsip-prinsip ini tidak hanya dipegang teguh dalam hidup, tetapi ditenun ke dalam setiap baris puisi di dalam buku-bukunya.

Mekah dan Madinah lebih dari sekedar destinasi.Bagi penulis kota suci bukan hanya lokasi fisik dengan aura kebesaran yang diakui secara global.

Ini adalah cermin refleksi jiwa tempat terjadinya pengagungan yang personal, mendalam, dan transfornatif.

Transformatif sosial, bagaimana interaksi di tanah suci mengubah cara pandang penulis terhadap kehidupan sosial sehari-hari.

Setiap nafas adalah berharga,dimana filosofi waktu laksana angin, ia berlalu tanpa pernah berbalik arah.

Kesadaran inilah yang melahirkan urgensi untuk berkarya.

Sementara trilogi perjalanan batin terdiri atas pertama, titik nadir awal pencarian dan kedalaman rasa evolusi jiwa.

Kedua, bayang firdaus yang merupakan proyeksi kehidupan akan ketenangan, dan ketiga keagungan kota suci, puncak refleksi perjalanan spiritual.

” Buku kumpulan puisi ‘Keagungan Kota Suci” berdiri sebagai bukti bahwa waktu tidak berlalu sia-sia.Setiap nafas yang berharga telah dicatat, dirasa, dan diabadikan,” ujarnya.

Mengangkat Tema Spiritual

Sebelumnya Halimah munawir menjelaskan buku kumpulan puisi “Keagungan Kota Suci” diterbitkan oleh penerbit Dar El Sholeh karena tertarik menerbitkan buku ini lantaran konsistensinya mengangkat tema spiritualitas yang berpijak pada pengalaman personal dan kearifan lokal.

Naskah tersebut mendapat respon positif sejak pertamakali diajukan.

Dikatakannya lagi, buku kumpulan puisi tersebut lahir dari pengalaman spiritual-nya saat menunaikan ibadah umrah pada bln November 2025 lalu.

“Inspirasi datang begitu kuat seperti ada dorongan batin untuk menuliskan keagungan tanah suci.Jumlah 45 puisi tidak direncanakan sejak awal.Pada mulanya saya hanya menargetkan 30 puisi saja.Namun, proses kreatif yang terus mengalir membuat jumlah puisi bertambah,” ucapnya.

Menurut Halimah Munawir angka 45 meniliki makna simbolis yang dikaitkan dengan tafsir ulama kharismatik Mbah Moen.

“Angka 45 tersebut juga menghubungkan dengan Surat Al-Jatsiyah dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta dan manusia, serta peringatan hari kebangkitan.Puisi-puisi ini merupakan refleksi hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia,” pungkasnya.(Lasman)

Minggu, 01 Februari 2026

Buku Kumpulan Puisi "Keagungan Kota Suci" dan Novel Karya Halimah Munawir Jadi Koleksi Perpustakaan Terbesar dan Bergengsi di Mesir

JAKARTA-  Buku kumpulan puisi berjudul "Keagungan Kota Suci" karya Penyair dan Sastrawan Perempuan Indonesia Halimah Munawir lahir bukan sekedar sebagai karya sastra, melainkan sebuah kado self-appreciation di usia ke-62 tahun.

"Ini adalah manifestasi syukur dan perayaan atas perjalanan hidup yang panjang.Sebuah pengakuan cinta pada diri sendiri, di tengah riuh rendah dunia saat ini," kata Halimah Munawir kepada wartawan di Jakarta , Senin pagi (2/2/2026) usai peluncuran (launching) buku puisinya berjudul "Keagungan Kota Suci" yang telah berlangsung pada Kamis lalu (29/1/2026) sekitar pukul 12.00 waktu setempat di Wisma Nusantara  Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo  (PMIK) di Mesir.

"Sebagai anak bangsa, launching di Kairo juga merupakan turut memperkuat harmonisasi antara pemerintah  Indonesia - Mesir yang sudah terjalin sejak presiden pertama , Soekarno. Karena menurut saya diplomasi bukan hanya dapat dilakukan melalui politik, melainkan juga melalui jalur budaya dan sastra," katanya lagi.

Menurut Halimah Munawir- dikenal juga sebagai novelis- buku kumpulan puisi "Keagungan Kota Suci " ini bukan sekedar judul.

Ia lahir diantara rahim umat seluruh dunia. Mungkin tanpa "keajaiban"-Nya, ia tidak terbang kesebuah  negara "suhu para ilmu" , negara yang masih menjadi kiblat ilmu, negara yang masih menghargai sebuah buku sebagai barometer kecerdasan. 

Hal mana terbukti ketika bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mesir Abdul Mutaiali, PHD berkunjung ke perpustakaan terbesar di Mesir, Alexandria yang terletak di dekat pelabuhan kuno Mesir. 

Perpustakaan yang menampung hingga 8 juta buku, juga ada museum, planetarium dan pusat konferensi di atas bangunan 11 lantai ini dapat dikatakan menjadi salah satu pusat pengetahuan terbesar di dunia.

" Yang membuat saya terkagum  kagum pada perpustakaan utama pusat budaya modern ini. Dan, sangat bersyukur, buku puisi ' Keagungan Kota Suci'  serta beberapa novel saya dapat di terima untuk menjadi bagian dari koleksi perpustakaan bergengsi ini," ujarnya.

Dalam Empat Bahasa

Pada peluncuran buku kumpulan puisi berjudul "Keagungan Kota Suci " -diterbitkan oleh penerbit Mesir Dar El Sholeh memuat 45 puisi- dalam 4 bahasa yakni Sunda, Indonesia, Inggris dan Arab ini, ikut memberikan kata sambutan yaitu Abdul Muta'ali MA,MIP,Phd, nara sumber DR.(HC) Halimah Munawir (sebagai penulis-red), serta nara sumber A.Satriawan Hariaadi  Lc,MA.

Buku kumpulan puisi ini juga adalah pertemuan antara ayat-ayat suci dan debu jalanan kehidupan.Penulis tidak lari dari kenyataan namun merespon realitas manusia menggunakan Kompas Al-Qur'an.

Hasilnya adalah puisi yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga tajam sebagai kritik dan renungan sosial. 

Pada kesempatan tersebut Halimah Munawir, Ketua Umum Obor Sastra Indonesia bercerita jejak langkah dimulai tahun 1995-2025 yakni pada tahun 1995 ibadah haji (awal terkumpulnya rasa dan pengalaman batin), periode umroh merupakan perjalanan berkelanjutan (rangkaian perjalanan yang memperkaya perspektif).

Pada November 2025 merupakan titik balik (moment saat umroh, lahirnya ide pembukuan).Hingga berlangsungnya peluncuran (launching) buku kumpulan puisi "Keagungan Kota Suci" sebagai kado apresiasi diri.

Bedah buku "Keagungan Kota Suci" juga menyelami puisi religi antara Al-Qur'an dan empiris sosial  sebuah apresiasi diri bagi kehidupan Halimah Munawir.

Hulu kreativitas antara langit dan bumi yaitu 1) Langit ( Kompas Teologis) dimana Al-Qur'an menjadi sumber 'bahasa langit' dan pedoman arah yang tak terbantahkan, 2) Bumi (empiris sosial) pengamatan tajam terhadap realitas dan lingkungan sekitar, 3) Insight, karya ini bersifat responsif menolak menjadi 'air tenang' yang menghanyutkan, puisi-puisi ini adalah nyata atas kegelisahan jiwa.

Sedangkan prinsip hidup yang menjadikan nafas puisi lima menjaga diri atas lima perkara, serta enam meyakinkan hati atas enam perkara.

Prinsip-prinsip ini tidak hanya dipegang teguh dalam hidup, tetapi ditenun ke dalam setiap baris puisi di dalam buku-bukunya.

Mekah dan Madinah lebih dari sekedar destinasi.Bagi penulis kota suci  bukan hanya lokasi fisik dengan aura kebesaran yang diakui secara global.Ini adalah cermin refleksi jiwa tempat terjadinya pengagungan yang personal, mendalam, dan transfornatif.

Transformatif sosial, bagaimana interaksi di tanah suci mengubah cara pandang penulis terhadap kehidupan sosial sehari-hari.

Setiap nafas adalah berharga,dimana filosofi waktu laksana angin, ia berlalu tanpa pernah berbalik arah.Kesadaran inilah yang melahirkan urgensi untuk berkarya. 

Sementara trilogi perjalanan batin terdiri atas pertama, titik nadir awal pencarian dan kedalaman rasa evolusi jiwa.

Kedua, bayang firdaus yang merupakan proyeksi kehidupan akan ketenangan, dan ketiga keagungan kota suci, puncak refleksi perjalanan spiritual.

" Buku kumpulan puisi 'Keagungan Kota Suci" berdiri sebagai bukti bahwa waktu tidak berlalu sia-sia.Setiap nafas yang berharga telah dicatat, dirasa, dan diabadikan," ujarnya.

Mengangkat Tema Spiritual

Sebelumnya Halimah munawir menjelaskan buku kumpulan puisi "Keagungan Kota Suci"  diterbitkan oleh penerbit Dar El Sholeh karena tertarik menerbitkan buku ini lantaran konsistensinya mengangkat tema spiritualitas yang berpijak pada pengalaman personal  dan kearifan lokal.

Naskah tersebut mendapat respon positif sejak pertamakali diajukan.

Dikatakannya lagi, buku kumpulan puisi tersebut lahir dari pengalaman spiritualnya saat menunaikan ibadah umrah pada bln November 2025 lalu.

"Inspirasi datang begitu kuat seperti ada dorongan batin untuk menuliskan keagungan tanah suci.Jumlah 45 puisi tidak direncanakan sejak awal.Pada mulanya saya hanya menargetkan 30 puisi saja.Namun, proses kreatif yang terus mengalir membuat jumlah puisi bertambah," ucapnya.

Menurut Halimah Munawir angka 45 meniliki makna simbolis yang dikaitkan dengan tafsir ulama kharismatik Mbah Moen.

"Angka 45 tersebut juga menghubungkan dengan Surat Al-Jatsiyah dalam Al-Qur'an yang berbicara tentang tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta dan manusia, serta peringatan hari kebangkitan.Puisi-puisi ini merupakan refleksi hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia," pungkasnya.(Lasman Simanjuntak)


Senin, 29 Desember 2025

Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh : Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan PKJ TIM

JAKARTA- Tampilan Penyair Halimah Munawir sebagai pembaca puisi dalam acara "Malam Doa dan Kemanusiaan untuk Aceh" di Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, sangat memukau pengunjung.

Dalam acara yang digelar  Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) yang berkolaborasi dengan Desember Kopi Gayo,  Dewan Kesenian Jakarta (DKJ),  serta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Jumat (26/12/2025), Halimah Munawir  yang membacakan puisi bertajuk "Diam Sangat Menyakitkan" itu, seakan menjadi sosok utama yang menghidupkan suasana acara.

Dari kalimat ke kalimat yang diungkap Halimah  begitu menyentuh perasaan pengunjung, sehingga orang-orang yang hadir dibuat diam dan merasa simpatik.

Di tengah krisis ekologis yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, puisi yang dibacakan penyair Halimah Munawir begitu pas dan  tepat, sehingga momen amal yang digelar benar-benar menyentuh suasana.

Kegiatan itu menjadi ruang refleksi kolektif atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh 2025, sehingga menyisakan luka sosial, ekologi, dan kemanusiaan.

Sangat Tepat 

Ketika diwawancarai, sebagai penyair dan kririk sastra Indonesia, Dr Drs Tarech Rasyid MSi,  menyatakan bahwa  puisi merupakan kritik terbuka atas tarjadinya kejahatan ekologis. 

"Sebagai ruang sastra yang tajam dan langsung menyaksikan kejahatan dan kebusukan ekologis, puisi mampu berbicara banyak tentang kebusukan orang-orang yang terlibat dalam kejahatan ekologis tersebut," ujar Tarech.

Karena itu, lanjutTarech, Penyair Perempuan Indonesia Halimah Munawir sangat tepat memprediksi persoalan itu ketika ia membaca puisi dalam kegiatan tersebut.

Saat itu, Halimah Munawir menyampaikan puisinya dengan intonasi tenang, namun menghantam kesadaran.

Tak sekadar meratap, namun penyair mampu menggugat kejahatan ekologis tersebut. 

"Ini yang disebut sebagai kaidah ungkapan esensi sastra secara mendasar, sehingga ketika Halimah Munawir membacakan puisinya ia tak hanya sekedar meratap tapi dalam ratapan itu ia mengungkap kemarahan dan menggugat secara sosial," ungkap mantan rektor Universitas Palembang tersebut.

Dalam bacaannya Halimah mengungkap kegelisahannya tentang pembabatan hutan yang sewenang-wenang. 

Secara estetika, penyair wanita ini mampu mengungkap eksploitasi sumber daya alam dan keserakahan ekonomi yang menjadi penyebab struktural bencana di Aceh. 

"Dengan menggunakan konsep metafora Halimah berani mengeritik tajam terhadap sistem pemerintah yang seolah membiarkan alam dirusak pihak yertentu," tegas Tarech yang kebetulan menyaksikan acara tersebut. 

Sementara itu, penyair Halimah Munawir sendiri menyatakan puisi merupakan media edukatif yang mampu menjangkau kesadaran publik lebih mendalam dibanding laporan teknokratis.

"Jadi, puisi yang saya baca bertajuk 'Diam Sangat Menyakitkan' ini tak hanya sekadar karya sastra, tetapi merupakan bentuk karya sastra yang merupakan dokumen perlawanan moral terhadap kejahatan ekologis," ucapnya usai membacakan puisinya.

Penyair, Sastrawan Halimah Munawir lahir di Cirebon pada 18 Januari 1964. Ia gemar menulis sejak SMA hingga kini.

 "Saya aktif di berbagai komunitas sastra dan budaya nasional," ucapnya.

Halimah juga menulis beberapa novel penting antara lain, The Sinden, Sucinya Cinta Sungai Gangga, Kidung Volendam, PADMI, hingga Bayi Merapi. 

Sebagai Penyair dan Sastrawan, Halimah Munawir sangat dikenal konsisten mengangkat isu kemanusiaan, spiritual, dan keadilan sosial. 

Demikian kutipan yang diperoleh dari laporan liputan oleh Penyair Anto Narasoma (Palembang), dan telah disampaikan di sebuah komunitas WA Group Sastra, Minggu, 28 Desember 2025.(**/Lasman )

Rabu, 24 Desember 2025

Festival Literasi Internasional Minangkabau (IMLF) ke-4 akan Diselenggarakan 3-7 Juni 2026 di Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat

PADANG- SatuPena Sumatera Barat dan Yayasan Sumbar Talenta Indonesia (YSTI) akan menyelenggarakan Festival Literasi Internasional Minangkabau  ke-4 (IMLF) pada  3-7 Juni 2026, di Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat untuk merayakan 1 (satu,)  abad Jam Gadang.

Demikian dikatakan oleh Sastri Bakry, Presiden Komite IMLF di Kota Padang, Kamis (25/12/2025).

Menurutnya, membangun kesuksesan festival sebelumnya yang  diikuti peserta dari 12 negara pada tahun 2023, 17 negara pada tahun 2024, dan 24 negara di tahun 2025.

"Kami senang melanjutkan tradisi mempromosikan literasi dan pertukaran budaya," ucapnya.

Festival ini akan mempertemukan penulis, pemikir, sastrawan, peneliti, seniman, aktivis, artis dan mahasiswa dari seluruh dunia.

" Untuk bisa  berbagi dan membahas tren terbaru dan perkembangan literasi , ekonomi kreatif, sastra dan budaya," katanya lagi.

Tema festival ini adalah 100 tahun Jam Gadang  "Dari Literasi ke Lestari: Membangun Kekayaan, Perdamaian, dan Pembelajaran Keberlanjutan".

Acara ini akan menampilkan pidato kunci, diskusi panel, dan kesempatan jaringan, serta berbagai kegiatan seperti seminar, pertunjukan seni, pembacaan puisi, diskusi ekonomi budaya, pameran, dan peluncuran buku.

" Kami mengharapkan lebih  200 peserta  dari 30 negara, menjadikannya kesempatan yang sangat baik bagi anda untuk bisa tampil dan terhubung dengan orang hebat dunia lain di bidang anda," pungkasnya 

Untuk mengkonfirmasi kehadiran, silakan RSVP sebelum akhir Januari 2026 melalui formulir Google. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat lampiran atau hubungi Soni Drestiana di +62 857 1783 7310.(Lasman Simanjuntak)

Senin, 22 Desember 2025

Hari Ibu dan Peluncuran Buku Antologi Puisi dan Cerpen Kepak Sayap "Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah" : Melalui Karya Sastra, Suara Anak Indonesia Dihadirkan Sebagai Subyek Layak yang Didengar, Dihormati dan Dilindungi

JAKARTA- Melalui karya sastra,  suara anak Indonesia dihadirkan bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai subjek yang layak didengar, dihormati, dan dilindungi.

Demikian dikatakan oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronika Tan ketika memberikan kata sambutan yang dibacakan oleh Dra.Eko Novi Aryanti Rahayu Damayanti, Msi, Asisten Deputy Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II.

Pada peluncuran dan diskusi antologi puisi dan cerpen Kepak Sayap Bunda " Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah" bersama Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) -dengan moderator Rissa Churria - di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Gedung Panjang Lantai IV, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Senin siang (22/12/2025) sekaligus memperingati Hari Ibu 2025.

"Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu pada Selasa 22 Desember 2025 ini, kehadiran buku  
antologi puisi dan cerpen ini akan menjadi pengingat bahwa pengasuhan, kasih sayang, dan perlindungan adalah pondasi utama bagi tumbuh kembang anak," katanya.

Menurutnya, karya dalam buku antologi puisi dan cerpen Kepak Sayap Bunda "Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah " setebal 542 halaman ini adalah sebuah karya yang lahir dari kepedulian, keberanian, dan cinta terhadap.dunia anak Indonesia. 

"Karya dalam buku ini memotret dunia anak dengan bahasa yang jujur, dan menyentuh tentang harapan, luka,  keberanian, dan tentang mimpi yang terus tumbuh meskipun dalam keterbatasan," ucapnya.

Dikatakannya lagi, keluarga tidak dapat menjalankan peran pengasuhan sendiri.Pengasuhan yang kuat di rumah perlu ditopang oleh komunitas yang peduli.Kerika anak melangkah keluar dari rumah, ia berhadapan dengan sekolah, teman sebaya, ruang publik dan dunia digital.

"Disinilah peran komunitas menjadi sangat penting sebagai perpanjangan tangan pengasuhan keluarga.Taman Insoirasi sastra Indonesia merupakan contoh nyata bagaimana komunitas dapat menjadi ruang aman dan ruang tumbuh bagi anak, cerita-cerita yang diangkat dapat menjadi inspirasi bagi keluarga Indonesia," kilahnya.

Wakil Menteri Veronica Tan di ujung kata sambutannya sekali lagi mengatakan melalui sastra dan ruang ekspresi, anak-anak diberikan kesempatan untuk menyuarakan pikiran, perasaan, dan pengalaman hidup secara aman dan bermartabat.

"Sastra menjadi jembatan empati, memperkuat koneksi antar manusia, sekaligus menumbuhkan keberanian anak untuk mengenal dan menyampaikan dirinya," pungkasnya.

Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) Octavianus Masheka-yang membuka acara sastra tersebut- menyatakan rasa terima kasihnya kepada Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan atas peran sertanya yang sangat besar terhadap penerbitan buku ini.

"Ini adalah suatu bukti bahwa Kementerian PPPA mempunyai perhatian yang besar terhadap permasalahan ibu dan anak yang diekspresikan dalam karya sastra.Sesungguhnya saya juga ikut prihatin kondisi anak-anak di Indonesia yang masih mengalami kekerasan pada anak.Semoga buku antologi puisi dan cerpen ini dapat bermanfaat," katanya.

Denyut Nadi Kemanusiaan 

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispusip) Provinsi DKI Jakarra Nasruddin Djoko Surjono mengatakan sastra adalah denyut nadi kemanusiaan.

Di dalamnya tersimpan suara-suara yang tak selalu terdengar di ruang fornal, kegelisahan, luka  harapan, dan cinta.Melalui sastra, kisah-kisah ibu termasuk mereka yang menghadapi bencana tidak tenggelam menjadi angka statistik  tetapi hidup sebagai cerita, ingatan dan pelajaran kemanusiaan.

"Untuk itu saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) yang secara konsisten merawat sastra sebagai ruang keberpihakan, ruang tempat nilai-nilai kemanusiaan terus dijaga dan disuarakan," katanya.

Sejak beberapa tahun terakhir , lanjutnya, ruang sastra telah menjadi mitra dialog kebijakan, tempat nilai perlindungan, kasih, dan keberpihakan disuarakan secara manusiawi.

Dari satu antologi ke antologi berikutnya hingga "Kepak Sayap Bunda" hari ini kehadiran pemerintah tidak tampil sebagai pengarah, melainkan sebagai pendengar dan penguat yang membuka ruang agar sastra turut menjadi bagian dari upaya menjaga masa depan anak-anak indonesia. 

"Kekuatan buku antoligi puisi dan cerpen ini juga terletak pada kebersamaan suara.Sekitar 190 penyair dan 90 cerpenis dari berbagai penjuru nusantara telah menyatukan rasa dan kepedulian.Ini menunjukkan bahwa sastra indonesia hidup dan peka hadir untuk menyentuh persoalan paling mendasar dalam kehidupan manusia ," ucapnya.

Buku antologi puisi dan cerpen Kepak Sayap Bunda "Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah" mengajarkan kita bahwa perlindungan tidak selalu hadir dalam bentuk kekuasaan atau suara keras  melainkan melalui ketenangan, kehadiran, dan keteladanan.

"Dari ketenangan seorang ibu, lahir keberanian seorang anak.Dari pelukan yang tulus,tumbuh daya tahan menghadapi masalah," pungkasnya.

Parade Baca Puisi 

Dalam diskusi sastra -yang diselingi baca puisi dalam rangka Hari Ibu 2025- nara sumber (Pembicara) Reza Indragiri, Master Psikolog Forensik menyinggung soal data dari SIMFONI-PPA (Juli 2025) yang menyebutkan  tercatat ada 15.615 kasus kekerasan kepada anak yang mayoritas berusia 13-17 tahun. Ironisnya terjadi di.lingkungan rumah tangga yang harusnya menjadi ruang aman dan nyaman.

" Sebagian besar anak yang jadi korban kekerasan tidak akan menjadi pelaku.Namun bisa dipastikan sebagian besar anak yang men jadi pelaku sesungguhnya akan menjadi korban.Anak merah putih tidak takut masalah , posisi mereka menjadi tidak takut lada masalah karena kita sorot dari pintu sebelah kanan.Dengan harapan takut pada masalah karena kita sorot dari pintu sebelah kiri,"pungkasnya.

Parade baca puisi-didahului dengan musikalisasi puisi.oleh gitaris Rinidiyanti Ayahbi- berturut-turut tampil Fanny Jonathans Poyk, Kurnia Effendi, Halimah Munawir, Nurhayati, Indar, Jamal Rahman Iroth berpasangan dengan puteranya Arung Larik Pramudya Rahman (7tahun) dari Bolangmongondow, Sulut ,  Farinnisa, dan Ferlynda Natasya Andreana.

Ikut hadir sebagai tamu acara sastra tersebut antara lain  Penyair dan Sastrawan seperti Imam Ma'arif, Remmy Novaris DM, Pulo Lasman Simanjuntak, Giyanto Subagio, Erwan Juhara, Shobir Poer,Nuyang J, Arieg Joko Wicaksono, dan masih banyak lagi.(Lasman Simanjuntak)

Senin, 15 Desember 2025

Pdt.Tonggo Tua Hutagaol : Saatnya Sekarang Sebarkan Kasih Allah kepada Semua Manusia

JAKARTA- "Saatnya sekarang, terutama menjelang tutup tahun 2025 untuk sebarkan Kasih Allah kepada semua manusia  tanpa melihat apa agamanya," ujar Pendeta Tonggo Tua Hutagaol dari Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Setu.

Dalam wawancara khusus disela-sela acara 'Pelayanan Kasih' jelang hari Natal (25 Desember 2025)  -bersama warga masyarakat pinggiran -di sekitar kawasan Kampung Melayu-Jatinegara, Jakarta Timur, .Minggu siang (14/12/2025), Pdt.Tonggo Tua Hutagaol mengatakan siapa lagi yang dapat sebarkan Kasih Allah kepada mereka, warga masyarakat pinggiran (marjinal).

"Mereka datang kemari untuk mendapatkan Pelayanan Kasih dengan berbyanyi, berdoa, serta mendengarkan Firman Tuhan yang tadi telah disampaikan Pdt.Debora Manurung.
Warga yang datang sekitar 60 sampai 70 orang ini ada yang berprofesi sebagai pemulung, pengamen, pengepul, tukang pemungut sampah, juru parkir, bahkan pengangguran sekalipun," ucapnya.

Dalam wawancara yang didampingi Liva Situmorang dari Yayasan Hope Center Jakarta, pendeta yang 'ramah' ini menghimbau harus ada gerakan hati nurani dari kita semua untuk lebih peduli lagi membantu masyarakat prasejahtera yang tinggal di sekitar kita.

"Harus ada hati nurani untuk perhatian kepada orang-orang di sekitar kita.Sebab siapa lagi yang akan memperhatikan mereka, kalau bukan kita-kita ini debagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.Sebab bukan ha nya kita yang menperoleh keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus , tetapi juga semua manusia," pungkasnya. 

Acara Pelayanan Kasih yang sangat sederhana - dipimpin Pdt.Debora Manurung -berlangsung di Aula Camp 160 Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Diselenggarakan secara "lesehan" hanya gelar tikar plastik tanpa duduk di atas bangku.Firman Tuhan yang disampaikan juga sangat sederhana dan bersahaja, sambil menyanyikan beberapa lagu tema Natal dan ditutup dengan doa.(Lasman)

Minggu, 14 Desember 2025

Wakil Menteri Veronica Tan akan Hadir Sebagai Pembicara Dalam Peluncuran Buku Antologi Puisi dan Cerpen ' Kepak Sayap Bunda Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah'

JAKARTA- Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PPPA) Veronica Tan akan hadir sebagai salah satu pembicara dalam acara sastra peluncuran buku antologi puisi dan cerpen bertema "Kepak Sayap Bunda Anak Merah Putih  Tidak Takut Masalah ".

 Bersama Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI)  di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Gedung Panjang Ali Sadikin Lantai 4 di Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Senin siang (22/12/2025).

Demikian dikatakan oleh Octavianus Masheka , Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) kepada wartawan di Jakarta, Senin pagi (15/12/2025).

Menurutnya, pada  2021,Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga) memberikan kata sambutan dalam buku antologi puisi bersama "93 Penyair Membaca Ibu".

Sedangkan pada 2024,Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan memberikan kata sambutan untuk buku antologi puisi bersama 96 Penyair membaca ibu "Ibu Aku Anakmu".

"Dan kembali di tahun 2025 ini Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Veronica Tan memberikan Kata sambutan untuk buku antologi puisi bersama " Kepak Sayap Bunda, Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah".

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak,Veronica Tan, atas peran sertanya yang sangat besar terhadap penerbitan buku.Ini adalah sebuah bukti bahwa Kementerian PPPA mempunyai perhatian yang besar terhadap permasalahan ibu dan anak yang diekspresikan dalam karya sastra," ujar Bung Octa-panggilan akrabnya-melalui saluran telepon seluler.

Kepada  sekitar 190 penyair -dari berbagai daerah di Indonesia - yang ikut berkontribusi mengirim naskah puisi serta sekitar 90 cerpenis mengirim karyanya di dalam buku antologi  puisi dan cerpen ini menandakan bahwa bpenyair dan cerpenis,mempunyai perhatian kepada permasalahan ibu dan anak.

"Kami juga ucapkan banyak terima kasih
 kepada,Dyah N Kusuma,Erndra Acha,sebagai panitia penerima naskah. Kemudian kepada kurator Andi Mahrus,Fanny Jonathan Poyk,Kurnia Effendi,dan Sofyan RH Zaid.Sekali lagi kami ucapkan terima kasih," pungkasnya. 

Para Pembaca Puisi 

Dalam acara sastra bersama TISI -di ujung akhir tahun 2025 ini- akan tampil pula pembicara Reza Indragiri, dan sambutan Nasruddin Djoko Surjono (Kadispusip DKI) dengan moderator acara Swary Utami Dewi.

Sementara para pembaca puisi antara lain Nunung Noor El Niel (Bali), Rissa Churria (Bekasi), Fanny Jonathans Poyk (Depok), Jamal  Rahman Iroth (Bolaang Mongondow Sulut), Farin Nisa (Yogjakarta), Indar (Jakarta), Nurhayati (Bekasi), Ferlynda Natasya Andreana (Jakarta), Kurnia Effendi (Jakarta) serta Rinidi Yanti Ayahbi (Depok).

Sebagai kata penutup ,dikutip puisi berjudul:

SEPI 22

Karya Octavianus Masheka

ibu,
membaca dirimu
adalah membaca bentangan sejarah cinta kasih sayang tak bertepi
bagai gelora laut biru dalam tak terukur
bagai sepoi angin menyapa tiada henti

kesetiaan
merawat dan membesarkan
hingga tumbuh berkembang
adalah wujud janjimu
walau sakit duri kehidupan
menghadirkan nanah dan luka darah
menyakiti jiwa raga
kau tetap tegar melangkah 

tak lekang karena panas
tak lapuk karena hujan
abadi sepanjang masa

sepi
beri aku air
pembasuh kaki ibu
aku minum
sebagai anggur kesejukan jiwa

Tangerang,16.11.21.
(Lasman Simanjuntak)

Sabtu, 06 Desember 2025

Seasons of Grace, Pameran Seni oleh Oliver Wihardja di Mezanin Katedral Jakarta29 November 2025 — 4 Januari 2026

JAKARTA- Seasons of Grace, pameran terbaru karya seniman Indonesia Oliver Wihardja, dibuka di Mezanin Katedral Jakarta mulai 29 November 2025 hingga 4 Januari 2026. 

Pameran ini menampilkan 17 lukisan yang merefleksikan tema iman, ciptaan, dan kehadiran rahmat Ilahi sepanjang perjalanan tahun liturgi.

Kalender Renungan Rohani

Mengisi sayap kiri mezanin, pameran ini mempersembahkan 14 lukisan yang dipilih sebagai karya resmi untuk Kalender Katedral Jakarta 2026. 

Setiap lukisan dipilih karena pesan khusus yang selaras dengan bulan yang diwakilinya,mengajak umat memasuki musim doa, perenungan, dan pertumbuhan rohani.

Salah satu karya yang ditampilkan secara khusus menggambarkan ajaran sosial gereja ke- 5, Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta th 2026: Keutuhan Alam Ciptaan — sebuah ajakan menuju pertobatan ekologis, pelestarian lingkungan, dan komitmen untuk menyembuhkan kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia.

Koleksi Kelahiran Yesus di Pusat Mezanin

Di area mezanin tengah, pengunjung dapat melihat tiga lukisan yang menggambarkan Kelahiran Yesus Kristus. 

Karya-karya ini dipamerkan berdampingan dengan figur-figur Kelahiran (Nativity) milik Katedral, yang merupakan koleksi bersejarah setua usia katedral itu sendiri (dibangun pada tahun 1901). 

Lukisan dan patung tersebut bersama-sama menciptakan ruang kontemplatif yang merayakan misteri Inkarnasi.

Tentang Seniman

Oliver Wihardja adalah seniman asal Jakarta yang dikenal melalui penggunaan warna yang ekspresif, kedalaman spiritual, serta kemampuan menerjemahkan tema-tema Kitab Suci ke dalam karya yang hangat dan mudah dihayati. 

Karyanya telah dikoleksi oleh gereja, institusi, serta kolektor pribadi di berbagai kota di Indonesia. 

Seasons of Grace menjadi kolaborasi terbarunya dengan Katedral Jakarta, melanjutkan dedikasinya menghadirkan seni yang menguatkan dan mengundang perenungan.


Informasi untuk pengunjung adalah sebagai berikut ;
Lokasi di Mezanin, Katedral Jakarta, mulai tanggal 29 November 2025  sampai dengan 4 Januari 2026.Tiket masuk gratis untuk umum.

Sedangkan jam kunjungan yaitu  Senin–Jumat mulai pukil 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB serta pukul  14.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB .Sabtu mulai pukul  10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, sedangkan hari Minggu
tutup.(Lasman)


Rabu, 03 Desember 2025

Buku Berjudul " Serat Panji Pudhak Lelana " Karya Naufal Anggito Yudhistira dan Proses Kreatifnya

JAKARTA- Buku berjudul “Serat Panji Pudhak Lelana” adalah salah satu karya Naufal Anggito Yudhistira yang berupa roman Panji dengan bahasa Jawa dan ditulis dalam tembang macapat. 

Karya ini menceritakan kisah perjalanan Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji. Karya ini mengangkat cerita tentang Panji yang berkelana hingga negeri Tumasik dan Dewi Sekaartaji yang menyamar sebagai laki-laki bernama Pudhaklelana. 

"Keduanya adalah kekasih yang sudah dijodohkan sejak masih belia, namun terpisah mengikuti perjalanan takdir. Mereka saling menemukan, lalu kembali terpisah," cerita Naufal Anggito Yudhistira dalam keterangan tertulis disampaikan Rabu (3/12/2025).

Bahkan, lanjutnya, Panji Asmarabangun sempat tertimpa petaka menjadi ikan gabus putih. Akhir petualangan cinta mereka adalah bersatunya kembali Panji Asmarabangun dengan Dewi Sekartaji. 

Perkenalan dengan Cerita Panji

Perkenalan Naufal Anggito Yudhistira dengan cerita Panji tidak lain bermula dari dongeng dan cerita rakyat yang biasa dibacakan oleh neneknya, seperti cerita Keong Mas dan Cindhe Laras. 

Kisah Panji juga dikenalnya dari VCD pertunjukan Kethoprak dengan judul Kirun Edan Bagyo dadi Ratu, yang bersumber dari cerita Panji Angreni. Walaupun pada masa lalu cerita Panji sangat populer dalam budaya Jawa, namun di abad ke-21 sudah tidak loagi populer. 

Hal ini yang membuat cerita Panji tidak cukup berbekas dalam benak Naufal Anggito Yudhistira. Hal ini cukup berbeda dengan epos besar Ramayana, Mahabarata, dan Damarwulan yang masih dikenalnya dengan cukup akrab karena terkait dengan lakon pertunjukan. 

Di dalam seni pertunjukan, tari-tari bercerita Panji sebetulnya tidak merupakan hal yang asing bagi Naufal Anggito Yudhistira. Tari seperti Bugis Kembar, Handaga Bugis, Topeng Gunungsari, Klana Topeng, Karonsih, dan lain sebagainya sudah sering disaksikannya sejak kecil. Bahkan, tari Klana Topeng menjadi salah satu tari putra gagah gaya Surakarta kesukaannya ketika masa SD-SMP. 

Walaupun sudah terpapar dengan tari-tari bernuansa Panji di masa kecilnya, kesadaran dan kecintaannya tentang cerita Panji belum tumbuh hingga berkuliah. 

Ketertarikan Naufal Anggito Yudhistira pada cerita Panji muncul setelah mengikuti Seminar Internasional Panji-Inao di Perpustakaan Nasional saat masih menjadi mahasiswa tingkat 1 di Prodi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa Universitas Indonesia.

 Dari sana, muncul suatu keinginan untuk mempelajari sastra dan pertunjukan berbasis cerita Panji. Salah satu bacaan penting yang membawanya masuk lebih dalam ke dalam dunia Panji adalah tesis dari dosennya, yaitu Bapak Karsono H Saputra. 

Selain itu buku berjudul “Tjeritera Pandji dalam Perbandingan” karya Poerbatjaraka menjadi pintu masuknya ke dalam kajian Panji. 

Dari proses pengenalan itu, Naufal Anggito Yudhistira makin menyelami kekayaan sastra dan pernaskahan Panji. Hal ini pula yang membawanya mengenal berbagai teks sastra Panji yang muncul dari tradisi Pesisiran dan Keraton-keraton Jawa. Selain itu, ketertarikannya kian berkembang setelah mengenal pertunjukan wayang gedhog. 

Proses Anulad Kawi Radya

Salah satu cara belajar yang dilakukan Naufal Anggito Yudhistira untuk menambah wawasannya adalah dengan membaca dan menyalin karya-karya sastra Jawa klasik dengan aksara Jawa.

 Selain itu, Naufal Anggito Yudhistira juga perlahan-lahan mulai mencoba menggubah karyaa sastra berbentuk tembang macapat sejak S1. Karya-karya itu kebanyakan belum terbit. 

Salah satu karya tulisannya yang sudah diterbitkan adalah “Serat Panji Pudhak Lelana”. Proses belajar semacam itu memang termasuk aneh. 

" Walau begitu, saya terus cara belajar dengan menyalin dan menggubah karya sastra berbentuk tembang macapat itu merupakan cara yang sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman sastra dan bahasa Jawa," katanya lagi.

Mengapa muncul keinginan bagi Naufal Anggito Yudhistiraa untuk menyalin berbagai serat dan menggubah berbagai serat baru? Hal ini tidak lain adalah keinginan untuk menguasai kesusastraan Jawa sebagaimana mestinya. 

Menguasai kesusastraan Jawa tidak bisa dilaakukan dengan cara modern. Penguasaan kesusastraan Jawa juga berarti menguasai baca-tulis aksara Jawa, menguasai tembang, menguasai keragaman gaya bahasa, dan kebudayaannya. 

Kesadaran perlunya melestarikan kemampuan “kapujanggan” tidak hadir begitu saja. Orang Jawa selalu bangga dan lantang menyebut Ranggawarsita sebagai pujangga wekasa/pujangga pamungkas ‘pujangga penutup’. 

Mengapa orang Jawa justru bangga? Bukankah dengan demikian maka orang Jawa mengamini “kematian” dari keilmuannya? Pujangga bukan sekedar sastrawan, namun juga cendekiawan. 

Bahkan, dahulu pujangga acap kali masuk dalam jajaran paranpara nata ‘penasehat-lembaga pertimbangan raja’ di keraton-keraton Jawa. 

Dalam tradisi kepujanggaan Jawa, seorang pujangga tidak serta-merta dipandang seperti “pujangga” atau “sastrawan” dalam sudut pandang sastra Indonesia moder. Pujangga harus memiliki kemampuan dalam bahasa Jawa, bahasa Jawa Kuna, kemahiran-penguasaan berbagai tembang, menguasai seni musik, berprilaku baik, berwawasan luas, mahir berbagai keterampilaan, menguasai berbagai pengetahuan, bahkan mampu menguasai berbagai aspek kasat mata dan tidak kasat mata. 

Hal itu menjadi kehebatan para pujangga terdahulu, seperti yang dimiliki Yasadipura I, Yasadipura II, Ranggawarsita, Sindusastra, Pangeran Karang Gayam, Mangkunegara IV, Pakubuwana IV, Nyi Sastrawanudya, dan lain sebagainya. 

Walaupun hampir mustahil menguasai kesusastraan Jawa sebagaimana para pujangga terdahulu, namun upaya belajar dengan menyalin dan menggubah serat adalah upaya mendekat dan menapaki pengetahuan dari para pujangga yang berhasil sampai pada generasi ini. 

"Proses ini boleh dikatakan sebagai upaya aniru-niru kawi radya ‘meniru para pujangga keraton’. Dengan begitu, pengetahuan sastra Jawa tidak akan ditafsirkan, diwariskan, dan dikembangkan dengan serampangan. Namun demikian, pengetahuan itu dapat dipahami dengan mendekati kedalaman rasa di dalamnya," ujar Naufal Anggito Yudhistira, Kandidat Doktor Ilmu Susastra pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia ini.

Keinginaan untuk menulis karya-karya sastra baru dilakukan cukup tertatih-tatih. Kesulitan dalam merangkai kata-kata menjadi selaras dengan keindahan bahasa sekaligus patokan tembang menjadi suatu tantangan tersendiri. 

Hal ini tentu menjadi upaya menghasilkan karya yang halus dan mendalam. Walaupun “Serat Panji Pudhak Lelana” bukan merupakan karya roman berbahasa Jawa terbaik yang dibuat Naufal Anggito Yudhistira, namun karya ini adalah titik tolak bagi Naufal Anggito Yudhistira untuk mencoba menulis karya panjang dengan langsung menembangkannya tanpa membuka rumus patokan tembang. 

Ancangaan untuk Masa Depan

Serat Panji Pudhak Lelana itu menjadi salah satu titik tolak bagi Naufal Anggito Yudhistira dalam menulis karya berbahasa Jawa dan bertembang macapat dalam bentuk roman. 

Dari segi bahasa, tampak adanya kesederhanaan pilihan kata. Baginya, karya ini menjadi titik tolak untuk mengenal cerita Panji lebih dalam lagi. Karya-karyanya terkait Panji tidak hanya dalam bentuk penelitian dan penggubahan karya, namun juga penggarapan seni pertunjukan.

 Di bidang penelitian ilmiah, ketertarikannya pada cerita Panji berkembang hingga membawanya lulus S2 dengan kajian filologi pada teks Panji Jayalengkara Angreni yang digubah dalam tradisi Keraton Surakarta. 
Dalam penelitian ilmiah, Panji telah diteliti olehnya  dalam ranah filologi, sstra, dan kesenian. 

Selain Panji Jayalengkara Angreni,  ia juga sudah pernah menerbitkan suntingan teks Panji Kuda Narawangsa versi panjaang di dalam penerbitan naskah Perpustakaan Nasional RI. Ketertarikannya pada cerita Panji itu pula yang membawanya melanjutkan studi S3 di prodi Ilmu Susastra Universitas Indonesia.

 Penelitian yang diangkat terkait dengan tari Bedhaya Gandrungmanis, salah satu karya tari gubahan Pakubuwana VIII yang mengambil cerita Panji Jayakusuma. 

Panji yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya itu tentu sangat berkesan bagi Naufal Anggito Yudhistira. Ada satu kalimat penting dari Bapak Karsono H Saputra yang amat membekas bagi Naufal Anggito Yudhistira.

 Beliau berkata, kalau Panji jadi warisan budaya dunia, lalu apa yang diwarisi Indonesia?” Kalimat ini sungguh berkesan, sebab pengakuan Panji sebagai warisan budaya  dunia tentu perlu ditanggapi dengan amat bijak. 

"Panji sebagai warisan budaya Indonesia, harusnya tidak hanya selesai dalam gelaran-gelaran seremoni saja, namun perlu untuk dikembangkan. Tentu pengembangan itu mengikuti cara yang berbeda-beda bagi tiap pegiatnya," pungkasnya.( Lasman Simanjuntak)

Minggu, 23 November 2025

OPINI : Proses Kreatif Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Dalam Menulis Karya Puisi di 23 Media Cetak dan di 282 Media Online

Proses kreatif menulis karya puisi Penyair 'lansia'  Pulo Lasman Simanjuntak (64 tahun) memang cukup panjang.

Dimulai pada tahun 1980-an ketika masih duduk di bangku SMA dan sangat produktif menulis puisi ketika menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Publisistik (STP/IISIP-Jakarta) sampai hari ini.

"Menulis puisi memang tak pernah mati.Inspirasi dalam menulis puisi bisa datang dimana saja. Termasuk ketika saya berada di tepi lahan atau liang  kuburan saat melakukan pelayanan sebagai rohaniawan ," ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Senin pagi (24/11/2025).

"Setiap pagi saya selalu berdoa memohon agar Tuhan senantiasa memberikan akal budi, hikmat, roh rendah hati dan roh kecerdasan dalam menulis puisi. Selain itu agar Tuhan juga  memberkati karya sastra atau puisi saya supaya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sastra di Indonesia dan masyarakat sastra di seluruh dunia kalau perlu bisa dibaca sampai benua antartika," pungkasnya.

Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya, 20 Juni 1961.Menempuh pendidikan di
Sekolah Tinggi Publisistik (STP/IISIP-Jakarta).

Belajar sastra secara otodidak.Hasil karya sajaknya pertama kali dipublikasikan sewaktu masih duduk di bangku SMP, yakni dimuat di ruang sanjak anak-anak Harian Umum Kompas tahun 1977. 

Kemudian pada tahun 1980 sampai tahun 2022 (untuk media cetak)  sajak-sajaknya mulai dimuat  di Majalah Keluarga, Dewi, Hai, Nova, Monalisa, Majalah Mahkota, Harian Umum Merdeka, Suara Karya, Jayakarta, Berita Yudha, Media Indonesia, Harian Sore Terbit, Harian Umum Seputar Indonesia (Sindo), SKM.Simponi, SKM.Inti Jaya, SKM.Dialog, HU.Bhirawa (Surabaya), Koran Media Cakra Bangsa, dan masih banyak lagi, nyaris tembus dimuat pada 23 media cetak.

Selanjutnya karya puisinya dimuat (dipublish/tayang pada media online/website)  seperti di Majalah Habatak Online, negerikertas.com, Harian Umum Utusan Borneo, Sabah (Malaysia) , Portal Sastra Litera.co.id, ayosekolah.com, KABNews.id, bicaranetwork.com, brainly.co.id, wallpaperspeed.id, majalahsuluh.com, sudutkerlip.com,myberitaraya.blogspot.com, beritarayaonline.co.id,kompasiana.com, antaranews.com, kliktimes.com, suarakrajan.com, widku.com,  literanesia.com ,  hariandialog.com,  bisnistoday.co.id, sepenuhnya.com,  ruangpekerjaseni.com,  majalah digital Apajake, matamata.co, borobudurwriters.id,  majalah digital Elipsis,  cakradunia.co,  narasipos.com,  potretonline.com,  indonesiana.id, spektrum-ntt.com,  spektrumnasional.com, majalah bulanan Jurnal Pemuisi (Malaysia),  haluankita.com,   agapetanpabatas.com,  lopocogito.blogspot.com,  kibrispdr.org, Jurdik.id,  yz.dhafi.link, s
 pronusantara.com,  penakota.id.

Karya puisinya juga telah dimuat (dipublish) di media online  harianhaluan.id,  id.beritayahoo.com,  koranpelita.com,  poskota.co,  sabahtaim.com (kinabalu, sabah, malaysia),  rumahliterasisumenep.org,  gunem.id,  koran Suara Sarawak, Kuching, Malaysia,  website ubahlaku.id,  riausastra.com,  lamanriau.com,  menara62.com,  blog.akunda.net,  bambangkariyawan.blogspot.com,  greatfon.com, tirastimes.com, kebumenupdate.com,  jakarta.suaramerdeka.com, omong-omong.com,  mbludus.com, 
Majalah Digital Semesta Seni,  kapitanews.id,  Majalah Digital Mutiara Banten,  rembukan.com,  idestra.site,  ompiompi.com,   pustakaekspresi.com,  humaniora.id,  sinartabagsel.web.id,  Harian Umum Nusa Bali, portalnusa.id,  indopos.co.id,  madrimpos.com,  harianterbit.co, pcnupati.or.id, website mutiara-banten.com,  nolesa.com,  obamaklik.id,  tanpabatas.art, captwapri.id, maca.web.id,  genmilenial.id,  jemparing.info,  jlcadventist.org,  awinswriting.com,  bengkelnarasi.com, banuaminang.co.id, pipietsenja.com  pustakakabanti.wordpress.com,  lintasnewsmedia.id, kasatmata.co.id,  lampungmediaonline.com,  parahyangan-post.com,  fokuspantura.com,  trasberita.com, mediaintijaya.com,  timesasianews.com, orbitindonesia.com, beritabali.com, jurnalis.co.id, poskota.co,  timor-media.com, pab-indonesia.co.id,  triknews.co, beritabuana.co,  indonesiamaritimenews.com, koranbernas.id, lintasgayo.co, mpginews.id, beritasenator.com,  pelita.co.id , kosadata.com , metrum.co.id, mimbarumum.co.id, suarapembaharuan.com , jumpaonline.com ,  mediabanten.com,  anjangsana.id  , mutiara-banten.my.id, detik24jam.com ,  investigasi86.com,  jurnalposmedia.com,  persadapost.com, ipmalmizan.com , berita-cendana.com di Kupang NTT dan berandanegeri.com, radarbojonegoro.jawapos.com, porosindonesia.com, id.pinterest.com, jatimsatunews.com , balipolitika.com,  koranterbit.id , republika.co.id , dan milenianews.com , edukasi-ri.com , dan imbcnews.com, berita5.co.id , pajajarannews.com ,  medianetral.com, buktipetunjuk.id,  jedadulu.com,  newsnesia.id, islamdigest.co.id,  larissa.co.id ,  suarabanyuurip.com, amanmakmur.com ,  linkpapua.com,  kupasmerdeka.com,  kerincitime.co.id,  radarhukum.id (Batam)  era-pos.com di Pemalang ,  mjnews.id di Kota Padang, beritajabar.news ,  radigfaculture.online,  lensamagetan.com, radarjatim.co ,  beritanusra.com di Kupang NTT,  vakansiinfo.com, metroposkota.com, indonesia.shafaqna.com,  smpislamalishlahbukittinggi.sch.id,  suarabaru.id ,  jendelapuspita.com,  greenberita.com di Kab.Samosir ,  madurapers.com,  suryapapua.com di Merauke Papua Selatan ,  linkedin.com,  betawipos.com, pojoktim.com,  jambidaily.com,  citraindonesiaonline.id  shalokalindonesia.com,  handalonline.com, rubrik sastra lembata.pikiran-rakyat.com Larantuka Flores Timur ,  portalsatu.com,  thepapuajournal.com di Nabire Papua, soearamoeria.com, serta buol.pikiran-rakyat.com atau butolpos Toli-Toli Sulteng, porosindonesia.id,  fokusborneo.com,  awnews.id , rakyatjelata.com, radarmaluku.com ,  halimunsalaka.com, nusantarainsight.com,  memoonline.co.id , satuju.com, zonanusantara.com ,  limadetik.com, digtara.com,  okenusra.com,  suarapinggiran.com, mandarnesia.com,  faktakhatulistiwa.id ,  beritamerdekaonline.com serta beritabaru.co , matalensa.news, zulfikritvtvvchannel.com, wideazone.com, the8news.com, kabarhiburan.id , ragamsumbar.com, tangerangterbit.com, pojokliterasi.online, indonesiaterbit.asia, medium.com, arabaru.com , 7detik.com, suarapecari.com, allqausha.com, suaraperubahan.id , imperium.id, sambar.id , infoliputan.com,  infojejama.news,  inspirasinusantara.id, hadanihad.blogspot.com , juangnews.com, 
 ririsatria.id, posberitakota.com, alonesia.com ,  wartatransparansi.com, cintapustaka.com, wartajabar.net,  beritajateng.net, sorotmerahputih.com, ayonusa.com ,  koranlombok.id, gobekasi.id,  beritakeadilan.com, buserbhayangkara-74.com, jelajahnusantara.co.id, voicejava.com, sigi24.com, hatipena.com, media-tujuh-empat.com , sinarpagi.news,  updateterkini.id, infocyber.id, mediabudayaindonesia.com, serta rodajurnalis.com, cahayamanado.com, kambanews.id , elegannews.com , globalaktual.com , harianumum.com,  megapolitannews.com ,  serga.id, pisausastra.com, kbanews.com, pratamamedia.com , timeslines.id , 
 fin.co.id dan indotipikor.com, pinterest.com, portalkawasan.com,  insertrakyat.com,  banggaikece.id,  ritarita.cinta.blogspot.com ,  golagongkreatif.com, derapkalimantan.com ,  sorotmakasar.com, pedomanrakyat.co, tintariau.com , porosnusantara.com  satupenasumbar.id, bangunpiaman.com, silungga.web.id,  kapatanews.com, ambonpekanews.com , dan tabloidseleberita.com , jaya-news.com, sumatrazone.co.id , lintasjatimnews.com, bungasetara.com , beritadisdik.com  klikrealita.com , sitinjausumbarnews.com, dan terakhir pada Senin 24 November 2025 karya puisinya dipublish pada website  mudamudi.com , sehingga total berjumlah 282 media online/website serta majalah digital di Indonesia dan Malaysia.

Buku kumpulan sajak tunggalnya yang sudah terbit “Traumatik”(1997), “Kalah atau Menang” (1997), “Taman Getsemani”(2016), "Bercumbu Dengan Hujan ” (2021), "Tidur Di Ranjang Petir" (2021),  " Mata Elang Menabrak Karang" (2021), "Rumah Terbelah Dua " (2021).Pada saat ini tengah persiapan untuk penerbitan buku antologi puisi tunggal ke-8 berjudul MEDITASI BATU.
Sajaknya juga termuat dalam 50  Buku Antologi Puisi Bersama Penyair di seluruh Indonesia. 

Beberapa karya puisinya juga telah diterjemahkan (dialihaksarakan) kepada penulisan aksara Arab Melayu,  bahasa Inggris dan Tagalog (Filipina).Selain itu karya puisinya juga telah disebar sampai Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam,  Bangladesh, India, dan negara  Republik Demokratik Timor Leste.

Pada Minggu 18 September 2022 puisinya berjudul POHON ITU KESUNYIAN atau THE TREE WAS SILENT mendapat sertifikat keunggulan dari GLOBAL POETRY FORUM karena dinilai puisi tersebut luar biasa.

Namanya juga telah masuk dalam Buku Pintar Sastra Indonesia Halaman 185-186 diterbitkan oleh Kompas (PT.Kompas Media Nusantara) cetakan ketiga tahun 2001 dengan Editor Pamusuk Eneste, serta Buku Apa & Siapa Penyair Indonesia halaman 451 diterbitkan oleh Yayasan Puisi Indonesia dengan Editor Maman S Mahayana dan Kurator Sutardji Calzoum Bahchri, Abdul Hadi W.M, Rida K.Liamsi, Ahmadun Y Herfanda, dan Hasan Aspahani. Dan, di ujung akhir tahun 2023 namanya juga masuk dalam buku Direktori Penulis Indonesia 2023 pada halaman 271.

Pada tahun 2021 mendapat piagam dan medali  penghargaan SETYA SASTRA  NAGARI (30 tahun Kesetiaan Sastra Indonesia) oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia dengan kurator Rg.Bagus Warsono.

Dan, pada bln Juni dan Juli 2022 berturut-turut karya puisinya memperoleh juara III dan juara II Puisi Pilihan Terbaik oleh Komunitas Sastra SNW ( Sastra Nusa Widhita).Pada Kamis 10 November 2022 karya puisinya berjudul RITUAL AIR TANAH memperoleh penghargaan sebagai PUISI TERBAIK 1 (juara pertama) pilihan admin Komunitas Sastra SNW (Sastra Nusa Widhita). Puisinya berjudul DARI BENUA LAIN terpilih sebagai 200 Puisi Pilihan  Lomba Cipta Puisi Group Facebook Hari Puisi Indonesia (HPI) tahun 2022, dan diterbitkan dalam buku antologi puisi berjudul PUISI DI TANAH CAHAYA (Maret 2023).

Diundang secara khusus melalui Penyair Nanang R Supriyatin untuk membacakan puisi karya sendiri berjudul KAPAL INDUK OLENG  dalam acara Sastra & Budaya SENJA BERPUISI  ke-13 di Selasar Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) pada bln November 2022, serta membaca puisi berjudul DRAMA SEHARI dalam acara sastra "Ngopi Sore Tempo, Sastra, Kata, dan Media" di Cafetaria Planetarium PKJ TIM pada bln Oktober 2022.

Kemudian pada Rabu, 12 Juli 2023 diundang khusus  untuk membaca puisi karya sendiri berjudul KALAH ATAU MENANG serta DRAMA SEHARI  dalam acara SASTRA REBOAN episode ke-16 di PDS.HB.Jassin, TIM, Jakarta.
Pada Minggu sore (15 Oktober 2023)  diundang oleh Rissa Churria untuk baca satu puisi karya sendiri pada Parade Baca Puisi  ulangtahun (ultah) ketiga Jagat Sastra Milenia (JSM) bertempat di Cafe Sastra, Balai Pustaka, Jakarta Timur.Selanjutnya pada Rabu (25/10/2023)  kembali diundang membaca puisi karya sendiri berjudul TRAUMATIK pada acara SASTRA REBOAN di PDS HB.Jassin, TIM, Jakarta.Diundang parade baca puisi PENDOA YANG LUPA NAMA TUHANNYA karya Nuyang Jaimee di Rooftop Pasar Gembrong Baru, Jakarta Timur, Selasa, 19 Desember 2023.

Juga pernah diwawancara khusus (live)  sekaligus baca satu puisi karya sendiri berjudul KALAH ATAU MENANG di Radio Republik Indonesia (RRI) Stasiun Jakarta. 

Selain itu sering diundang Komunitas Sastra (acara sastra) untuk melakukan liputan seni & budaya di Teater Kecil , Teater Besar,  khususnya di Pusat Dokumentasi Sastra HB.Jassin (PDS) di TIM Jakarta sepanjang tahun 2022 sampai Oktober  tahun 2025.
Pada Jumat, 23 Juni 2023 diundang sebagai peserta (penyair) pada  diskusi sastra MEJA PANJANG oleh Dapur Sastra Jakarta (DSJ) di lantai 5 Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, TIM, Jakarta.

Pada Kamis (6 April 2023) memenangkan Lomba Menulis Dadakan (posisi nomer 4) yang bertemakan " Pengakuan Mengapa Menjadi Penyair " diselenggarakan oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia dengan juri tunggal Penyair Wawan Hamzah Arfan.

Saat ini tercatat sebagai anggota Dapur Sastra Jakarta (DSJ) , Komunitas Dari Negeri Poci (KDNP), Senja Berpuisi, Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Sastra Nusa Widhita (SNW),  anggota Sastera Sahabat Kita (berpusat di Sabah Malaysia) , Bengkel Deklamasi Jakarta, Forum Sastra ASEAN, Sastra Indonesia-ASEAN, Berita Sastra Asean, Kampung Seni Jakarta, Penikmat Seni Budaya, Sastra Indonesia Baik Saja,  anggota Sastra Reboan , Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.

Pernah bekerja sebagai wartawan Skm.Angkatan Baru,  Majalah Varia Nada, Aneka Ria,  Info, Spionita, Caraka, majalah Monalisa, Harian Umum Sinar Pagi, Harian Umum Mandala (Bandung pada perwakilan di Jakarta),  Redaktur Pelaksana Suratkabar Dialog (Jakarta), dan Pemimpin Redaksi eMaritim.com.Pada saat ini sebagai Pemimpin Redaksi beritarayaonline.co.id, myberitaraya.blogspot.com, serta berita raya tv pada channel youtube, Pemimpin Redaksi harianterbit.news, dan Redaktur Pelaksana sinarpagi.news 

Karya  jurnalistik-nya banyak tersebar di HU.Suara Karya, HU.Berita Yudha, HU.Pelita, HU.Ekonomi Neraca, Jawa Pos Group, HU.Media Indonesia, HU.Berita Kota, HU.Warta Kota, Majalah Tempo, Koran Tempo, HU.Pikiran Rakyat, HU.Banten Raya, HU.Radar Tangerang, dan masih banyak lagi.
Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya, DKI Jakarta,  No.Anggota 09.00.0782.12 dan pemegang Sertifikasi Kompetensi Wartawan  (No.ID 4358) Dewan Pers jenjang Wartawan Madya.

Dikenal juga sebagai rohaniawan atau pelayan gereja dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara Jaktim dengan jabatan terakhir sebagai Ketua Jemaat. 

Sebelumnya pernah menjabat sebagai Diakon, Guru Sekolah Sabat (SS), Pemimpin Departemen Pelmas, Departemen Sekolah Sabat, Humas dan Kebebasan Beragama, Roh Nubuat, Pelayanan Perorangan (PP), Departemen atau Sekretaris  Komunikasi, Sekretaris PP, dan Ketua Deparmen Diakon.

Selain di GMAHK Jatinegara, juga melakukan pelayanan di Jakarta Local Conference (JLC- Konference DKI Jakarta & sekitarnya) sebagai pembicara dalam acara Communication Festival (Seminar Departemen Komunikasi) dengan judul MENULIS BERITA MENGGUNAKAN TEORI 5 W+ 1 H DAN PIRAMIDA TERBALIK" pada Minggu 7 Agustus 2022.

Serta sebagai pembawa Firman Tuhan (Khotbah) pada Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)  Hybrid GMAHK Wilayah VII (terdiri dari 9 gereja advent dan 3 cabang sekolah sabat) berjudul HIDUP BERSAMA YESUS DI SURGA bertempat di GMAHK Rawamangun, Jaktim, pada Kamis 13 Oktober 2022.
Sebelumnya selama bertahun-tahun menulis berita (liputan) kegiatan gereja advent untuk Majalah MAHKOTA di bawah pengelolaan Komunikasi Konference DKI Jakarta & sekitarnya.

Email      : pulo_lasman@yahoo.com
Medsos  :  Lasman Simanjuntak (FB & IG) 
                    Bro (FB).Lasman TV dan Berita
                    Raya TV (Youtube).
HP       : 0823-1571-9299 (WA) 

Penulis  : Stanley Arsenova Lubis ,  adalah mahasiswa semester terakhir jurusan pendidikan bahasa Inggris  Universitas Indraprasta (Unindra-Jakarta)