Senin, 19 September 2016

MATAHARI TERBIT; MATAHARI TERBENAM

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Waktu manakala matahari tampak naik ke atas cakrawala, dan waktu manakala matahari menghilang dari pandangan ke bawah cakrawala. Waktu-waktu ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari orang-orang pada zaman Alkitab.

Bagi sebagian besar orang, kegiatan pada satu hari dimulai pada waktu fajar dan diakhiri pada waktu senja. Sebagaimana ditulis oleh sang pemazmur, ’Matahari terbenam. Engkau menyebabkan kegelapan, agar malam pun tiba; saat itulah semua binatang liar di hutan keluar. Singa-singa muda yang bersurai mengaum mencari mangsa dan mencari makanannya dari Allah. Matahari mulai bersinar—mereka menyingkir dan mereka berbaring di tempat persembunyian mereka.

Manusia keluar untuk melakukan kegiatannya dan pekerjaannya sampai petang. Betapa banyak pekerjaanmu, oh, Yehuwa! Semuanya itu kaubuat dengan hikmat. Bumi penuh dengan hasil kerjamu.’—Mz 104:19-24.
Terbitnya matahari menandai awal periode waktu siang alami dan, sewaktu Yesus Kristus berada di bumi, awal penghitungan ”dua belas jam pada waktu siang”. (Mrk 16:2; Yoh 11:9)

Tentu saja, banyak orang bangun sebelum fajar, seperti wanita yang rajin di Amsal 31:15. Yesus juga dikatakan bangun sebelum matahari terbit, menggunakan waktu untuk berdoa. (Mrk 1:35)

 Sewaktu matahari terbit, gerbang-gerbang besar di kota dibuka, pria-pria pergi ke ladang atau ke kebun anggur, wanita-wanita berbaris di sumur untuk menimba air, orang-orang memenuhi pasar, dan para nelayan merapat ke pantai untuk menjual tangkapan malam sebelumnya, kemudian membersihkan dan memperbaiki jala mereka.
Aktivitas dan pekerjaan normal itu berlangsung sepanjang hari hingga matahari terbenam. Seraya waktu itu mendekat, pria-pria pulang dari ladang, majikan mereka membayar upah untuk hari itu, wanita-wanita membawa pulang persediaan air untuk malam hari, gerbang kota ditutup, dan para penjaga memulai empat giliran jaga malam, sementara di seluruh kota lampu-lampu minyak mulai dinyalakan di rumah-rumah.

 (Hak 19:14-16; Mat 20:8-12; Ul 24:15; Kej 24:11; Neh 13:19; Mrk 13:35) Namun, bagi banyak orang, pekerjaan berlanjut seusai makan malam; pria dan wanita yang rajin membuat tenunan atau kerajinan rumah yang lain. (Ams 31:18, 19; 2Tes 3:8)

Adakalanya, Yesus dan rasul-rasulnya juga melanjutkan pelayanan dan kegiatan yang terkait hingga malam hari.—Mat 14:23-25; Mrk 1:32-34; 4:35-39; Luk 6:12; 2Kor 6:4, 5.
Meskipun matahari terbenam menandai berakhirnya siang hari, bagi orang Yahudi, itu menandai awal hari baru dalam penanggalan, yang secara resmi dihitung sejak matahari terbenam sampai matahari terbenam. (Im 23:32; bdk. Mrk 1:21, 32, yang memperlihatkan bahwa hari, dalam hal ini hari sabat, berakhir pada saat matahari terbenam.)

Oleh karena itu, tanggal 14 Nisan dimulai setelah matahari terbenam dan itulah saatnya menyembelih anak domba dan makan Paskah.—Kel 12:6-10; Ul 16:6; Mat 26:20; lihat PASKAH.
Karena hari berakhir sewaktu matahari terbenam, Hukum mengharuskan orang-orang melakukan sesuatu pada waktu itu. Pakaian yang dijadikan jaminan harus dikembalikan kepada pemiliknya ”pada waktu matahari terbenam”. (Kel 22:26; Ul 24:13) Pada waktu itu juga upah harus dibayarkan kepada buruh upahan (Ul 24:15), mayat yang tergantung pada tiang harus diturunkan dan dikuburkan (Ul 21:22, 23; Yos 8:29; 10:26, 27), dan seseorang yang najis harus membasuh tubuh dan, setelah matahari terbenam, dianggap tahir kembali (Im 22:6, 7; Ul 23:11).

Fakta bahwa matahari terbenam menutup satu hari dan memulai hari baru memperdalam makna desakan sang rasul, ”Jangan sampai matahari terbenam sewaktu kamu masih dalam keadaan terpancing untuk marah.”—Ef 4:26.
Terbit atau bersinarnya matahari adakalanya digunakan sebagai kiasan. Di 2 Samuel 23:3, 4, pemerintahan seorang penguasa yang adil-benar dan takut akan Allah dikatakan sama menyegarkannya dengan ”cahaya fajar, pada waktu matahari bersinar, pagi tanpa awan”. (Bdk. Mal 4:2; Mat 17:2; Pny 1:16.)

Permohonan ini diajukan kepada Yehuwa demi hamba-hamba Allah, ”Biarlah orang-orang yang mengasihi engkau menjadi seperti pada waktu matahari terbit dalam keperkasaannya.”—Hak 5:31; Mat 13:43; Mz 110:3; Dan 12:3; kontraskan dengan Mi 3:5, 6; Yoh 3:19, 20.
Istilah ’matahari terbit’ dan ’matahari terbenam’ juga digunakan dalam makna geografis, yakni dari timur ke barat. (Kel 27:13; Yos 1:4; Mz 107:3; Pny 16:12) Hal inilah yang dimaksud dalam Mazmur 113:3, ”Dari tempat terbitnya matahari sampai tempat terbenamnya nama Yehuwa patut dipuji.” (Lihat juga Mal 1:11; Yes 45:6.)

’Dari matahari terbit sampai matahari terbenam’ dapat juga berarti sepanjang hari. (**/Google.com/Bro-1)

Selasa, 06 September 2016

Pemerintah RI Putuskan Pangkas Anggaran Sebesar Rp 187 Triliun

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Keputusan pemerintah RI nemangkas anggaran belanja akan mencapai sebesar Rp 187,6 Triliun (jilid I dan II) tidak terhindarkan untuk menyelamatkan APBN.

Bahkan bukan tak mungkin pemangkasan bisa berlanjut sekiranya realisasi amnesty pajak tidak seperti yang diharapkan.

Demikian Desmon Silitonga dalam artikelnya berjudul "Pemangkasan Belanja" dimuat di Harian Umun Kompas Rabu, 7 September 2016.(Bro-1)
Editor  : Lasman Simanjuntak

Minggu, 04 September 2016

Indoconstech 2017 akan Penuhi Kebutuhan Informasi Pasar Jasa Konstruksi

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Indoconstech 2017 akan memenuhi kebutuhan tentang informasi pasar jasa konstruksi melalui
berbagai forum dengan tema-tema seperti investasi infrastruktur, informasi rencana mega proyek swasta dan pemerintah, pembahasan regulasi, tantangan dan strategi memenangi
kompetisi pasar, hingga kelas-kelas peningkatan kompetensi teknis.
Pameran teknologi, alat serta jasa konstruksi.

Indoconstech diharapakan memenuhi kebutuhan akan informasi tentang pasokan barang dan jasa konstruksi dalam menghadapi era paradigma
baru pembangunan infrastruktur baik yang dibiayai APBN, swasta maupun kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

USEDMACH 2017
Tidak hanya produk baru, kebutuhan Indonesia juga dicukupi oleh pasokan alat berat bekas
pakai. IndoConsTech juga akan menggelar USEDMACH 2017, sebagai arena bursa produk seken
untuk memaksimalkan pengelolaan anggaran proyek konstruksi melalui pembelian serta
penjualan peralatan konstruksi bekas yang berkualitas dan masih bernilai ekonomis.
USEDMACH menawarkan beragam pilihan peralatan konstruksi bekas dari merk-merk terkenal
di seluruh dunia seperti, Hitachi, Caterpillar, Volvo, Komatsu, Sany, dan merk-merk lainya.
Di tempat dan waktu yang sama, Indoconstech diselenggarakan bersamaan dengan
Indobuildtech Jakarta 2017 - pameran teknologi dan bahan bangunan terbesar di Indonesia
sejak tahun 2003 dan Asia Pacific Architecture Convention (APAC 2017) bekerjasama dengan
asosiasi arsitek di Asia dan Australia.
Tentang Debindo ITE
Debindo International Trade Exhibition, biasa disingkat DITE, bagian dari Debindo Group yang
merupakan perusahaan penyelenggara pameran yang berdiri sejak tahun 1987. DITE juga
merupakan kerjasama Debindo Group dan ITE Exhibitions Asia Plc Ltd – bagian dari ITE Group
Plc., penyelenggara beragam pameran dagang internasional yang berkantor pusat di London,
Inggris.
Untuk informasi lebih lanjut:
● Debindo Group, kunjungi: www.debindo.com
● ITE Group plc, kunjungi: www.ite-exhibitions.com
● Indoconstech 2017, kunjungi: www.indoconstech.com
Kontak Media:
PT Debindo International Trade Exhibitions
Jl. KH. Abdullah Syafei No. 9 - Jakarta 12840
Phone:+62 (21) 83797401, Fax: +62 (21) 83797412
Email: debindo@debindo-ite.c(press release/bro-1)

Senin, 29 Agustus 2016

Presiden Jokowi Lantik Hasyim Asya'ari Sebagai Anggota KPU

_Jakarta,BeritaRayaOnline,-Hasyim Asy'ari dilantik untuk menggantikan komisioner KPU Husni Kamil Manik yang telah meninggal dunia_

Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Hasyim Asy'ari sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) sisa masa jabatan periode 2012-2017. Pelantikan tersebut digelar pada Senin, 29 Agustus 2016, di Istana Negara Jakarta.

Pelantikan salah satu pengajar di Fakultas Hukum Universitas Dipenogoro, Semarang, tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 87/P Tahun 2016 tentang Pengesahan Pengangkatan Antar Waktu Anggota Komisi Pemilihan Umum.

Hasyim dilantik menjadi anggota KPU guna menggantikan komisioner Husni Kamil Manik yang meninggal dunia pada Juli silam. Sepeninggal Husni Kamil Manik, maka KPU hanya memiliki enam orang komisioner yang menjadi tumpuan lembaga menghadapi tugas untuk menangani masalah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum telah mengatur bila terdapat anggota yang meninggal, maka yang akan menggantikannya adalah calon anggota KPU peringkat berikutnya. Adapun melalui hasil uji kelayakan di Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat tahun 2012 lalu menunjukkan dirinya berada pada peringkat ke-8.

Acara pelantikan tersebut diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Joko Widodo untuk kemudian diikuti oleh para tamu undangan yang hadir.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut di antaranya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Jakarta, 29 Agustus 2016
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
(Bro-1)
Editor : Pulo Lasman Simanjuntak

Privasi Para Pengguna WhatsApp Terancam, dan Inilah Cara " Menyelamatkannya"

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Sejak tahun 2012, WhatsApp selalu mengatakan kalau mereka tidak berniat untuk mencari keuntungan dengan menampilkan iklan di aplikasi chatmereka. Dalam sebuah pernyataan di blog resmi mereka, WhatsApp juga menegaskan kalau mereka tidak tertarik sama sekali menggunakan data pribadi pengguna untuk kepentingan bisnis.

Namun komitmen tersebut sepertinya sudah mulai berubah. Pada tanggal 25 Agustus 2016 kemarin, WhatsApp mengumumkan kalau mereka akan mulai membagikan data pribadi pengguna mereka kepada Facebook, yang kini merupakan pemilik mereka. Data pribadi yang dimaksud adalah nomor telepon pengguna, serta jenis perangkat dan sistem operasi yang digunakan.

“Facebook akan bisa memberikan saran pertemanan yang lebih tepat, serta menampilkan iklan yang lebih relevan untuk kamu. Sebagai contoh, kamu akan mulai melihat iklan dari perusahaan yang kamu kenal (dari komunikasi di WhatsApp), dan tidak lagi melihat iklan dari perusahaan yang tidak kamu ketahui,” tutur WhatsApp dalam pengumuman mereka.

WhatsApp akan segera tampilkan “iklan”

Jan Koum, CEO WhatsApp (kanan), sepertinya akan mulai mengikuti strategi Mark Zuckerberg (kiri) dalam menjalankan bisnis. (Sumber gambar: Ilmondo)

Semua percakapan pengguna di WhatsApp memang tetap akan terlindungi dari penyadapan pemerintah atau pihak lain karena enkripsi end-to-end yang diterapkan. Namun keputusan WhatsApp untuk membagikan data pengguna kepada Facebook tetap menimbulkan kecurigaan kalau aplikasichat tersebut nantinya akan mengorbankan privasi pengguna mereka demi kepentingan bisnis.

Kecurigaan tersebut diperkuat dengan pernyataan WhatsApp yang mengatakan kalau mereka akan menguji coba untuk menghubungkan para pengguna mereka dengan “pemilik bisnis”. Terkait hubungan yang dimaksud, WhatsApp mengambil contoh pesan yang biasa dikirimkan bank tentang kemungkinan transaksi mencurigakan, atau pemberitahuan dari sebuah maskapai penerbangan tentang perubahan jadwal keberangkatan pesawat.

Simak ulasan kami tentang aplikasi WhatsApp untuk perangkat desktop di sini

Pesan-pesan seperti itu selama ini masih terkirim lewat SMS dan email. Dalam beberapa bulan ke depan, kemungkinan kamu juga akan mulai menerima pesan seperti itu melalui WhatsApp. Bila hal itu terjadi, tak tertutup kemungkinan kalau nantinya kamu juga akan menerima pesan berupa promo dan iklan.

Padahal, bukankah pesan-pesan semacam itu yang membuat kita meninggalkan SMS dan beralih menggunakan WhatsApp?

WhatsApp sediakan cara agar data pribadi kamu tetap aman, tapi …

Dua cara menyelamatkan data pribadi kamu di WhatsApp: Lewat Terms and Conditions (kiri), atau lewat pengaturan Account (kanan)

Seperti sadar kalau pengumuman ini akan memicu protes dari para pengguna mereka, WhatsApp pun menyediakan sebuah cara agar kamu bisa “menyelamatkan” data pribadi kamu. Sayangnya, cara tersebut pun terkesan disembunyikan oleh WhatsApp.

Ketika kamu telah melakukan pembaruan terhadap aplikasi WhatsApp, akan ada Terms and Conditions yang tampil. Kamu harus menekan tombol Read, agar bisa menemukan pilihan untuk melarang atau membiarkan WhatsApp membagikan data pribadi kamu kepada Facebook.

Apabila kamu sudah terlanjur menyetujui Terms and Conditions tersebut tanpa membacanya, kamu bisa masuk ke pilihan Account. Di sana, kamu juga bisa menemukan pilihan serupa, selama tiga puluh hari sejak WhatsApp mempublikasikan pengumuman ini.

WhatsApp pernah mencontek Telegram dalam mengembangkan fitur lo. Apa itu?

Tapi dari sekian banyak pengguna WhatsApp, berapa persen yang kemudian membaca artikel ini dan melakukan hal tersebut untuk menyelamatkan data pribadi mereka?

Jika kamu telah melarang WhatsApp untuk membagikan data pribadi kamu kepada Facebook untuk kepentingan iklan pun, bukan berarti kalau privasi kamu akan benar-benar terjamin. WhatsApp mengatakan kalau mereka tetap akan memberikan data tersebut kepada seluruh layanan milik Facebook, seperti Instagram, Oculus, dan Masquerade, untuk keperluan “perbaikan sistem keamanan serta mencegah spam dan ucapan kekerasan.”

Sepertinya kita harus sadar kalau WhatsApp tetap sebuah bisnis yang perlu mendapat pemasukan untuk melanjutkan operasinya. Facebook pun tidak akan membeli aplikasi chat tersebut kalau mereka tidak mengharapkan keuntungan yang lebih besar dari harga US$19 miliar (sekitar Rp251 triliun) yang mereka bayarkan dua tahun silam.

Dengan satu miliar pengguna aktif bulanan yang mereka miliki, WhatsApp jelas mempunyai potensi bisnis yang sangat besar. Dan sebagai pengguna, tampaknya kita hanya bisa merelakan WhatsApp yang secara perlahan akan menjadi mesin bisnis bagi Facebook.(***/bro-1)

Sumber : id.techinasia.com

Editor : Pulo Lasman Simanjuntak


Minggu, 07 Agustus 2016

Petugas Rezim Korea Utara Razia Toko Menjual Salib Simbol Kekristenan

PYONGYANG, BeritaRayaOnline– Petugas rezim Korea Utara merazia toko-toko yang menjual salib, simbol kekristenan, yang dahulu digunakan sebagai tempat Yesus dihukum oleh kaum Yahudi.

Bahkan, seperti dilaporkan Daily Express, Sabtu (6/8/2016),  anak-anak sekolah pun harus berhati-hati ketika menulis “tambah” (+) saat belajar matematika agar tidak menyerupai salib.

Saking paranoid terhadap salib, semua produk yang menyerupai salib (dua barang yang bersilang), seperti dasi kupu-kupul, penjepit rambut, dan bando, serta motif baju, pun disita.

Tindakan tidak populer oleh rezim pemimpin muda Korut, Kim Jong Un, itu dilakukan sebagai upaya untuk memberhangus orang-orang Kristen dan kekristenan.

Para pejabat pemerintah sudah dan sedang disebar untuk menyita salib dan semua barang yang menyerupai salib itu, termasuk label pada kertas atau gambar, yang dijual di toko.

“Siswa bahkan telah diberitahu untuk berhati-hati bagaimana mereka seharusnya menulis tanda “tambah” (+) matematis agar jangan sampai keliru seperti salib,” tulis media Inggris itu.

Alat penjepit pakaian dan rambut pun diperiksa, sebagai bagian dari tindakan tegas untuk meniadakan semua simbol agama Kristen itu.

Salah satu pedagang di Pyongyang mengatakan kepada Radio Free Asia, “Kami selalu berusaha untuk memastikan tidak ada karakter Korea pada label-label produk yang kami bawa dari China”.

“Sekarang kami diharuskan untuk mengecek ulang untuk memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang terlihat seperti salib,” tambahnya.

“Beberapa desain pada pakaian wanita dapat terlihat seperti sebuah salib, tergantung pada siapa yang akan melihatnya,” katanya.

“Tanda-tanda salib juga tampak pada penjepit rambut, bando, dan dasi kupu-kupu pada pria,” kata pedagang itu yang merasa heran dengan sikap paranoid pejabat itu.

“Semua produk tersebut sangat mungkin disita selama ada sidak dari pejabat pemerintah,” ujarnya lagi.

Korut sejak awal telah dijuluki sebagai negara paling berbahaya di dunia bagi orang Kristen.

Rezim despotik Kim Jong Un dilaporkan telah menerapkan hukuman paling keras terhadap orang-orang Kristen.

Ribuan Kristen menghadapi penangkapan, penyiksaan, penjara dan hukuman mati.

Sejauh ini setidaknya 70.000 orang Kristen telah dijebloskan ke dalam tahanan atau masuk ke kamp kerja paksa di Korut karena mempertahankan iman dan keyakinannya.

Mereka bahkan dipaksa untuk mengingkari keyakinan untuk memuja berhala, atau akan disiksa hingga tewas.

Ada rupa-rupa kekerasan terhadap agama tersebut. Peningkatan kekerasann terhadap Kristen sejak Jong Un melarang tindikan dan pakaian bergaya Barat.

Lembaga karitas Open Doors mengatakan, lembaga karitas Kristen tetap bekerja di “bawah tanah” untuk menghindari tekanan dari rezim.

Media sulit mengonfirmasi pejabat berwenang di Pyongyang karena negara ini juga tertutup dan keras terhadap media serta melarang kegiatan jurnalistik  yang dinilai merugikan rezim.(kompas.com/bro-3)
Editor  : Flora Esther Kolondam

Sabtu, 06 Agustus 2016

Kompas.com Bukan Perusahaan Pers?

Jakarta,BeritaRayaOnline,- DEWAN PERS apakah berani menyatakan kompas.com BUKAN perusahaan pers karena sampai saat ini TIDAK MEMILIKI penanggung jawab sebagaimana diperintahkan Pasal 12 UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

Pertanyaan itu terlontar dalam diskusi, Sabtu siang  (6/8/2016) di Aston Suites, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
(dikutip dari facebook Kamsul Hasan, mantan Ketua Umum PWI Jaya, Minggu 7/8/2016)