Selasa, 11 Juli 2017

UU Arsitek Disahkan, Pemerintah Siapkan Peraturan Perundangan Turunannya

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Arsitek disahkan menjadi Undang-Undang (UU) yang terdiri dari 11 Bab dengan 45 pasal dalam rapat paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (11/7/2017). Dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, sebelum pengesahan, Ketua Panitia Kerja RUU Arsitek dari Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo menyampaikan bahwa proses pembahasan RUU Arsitek dilakukan oleh Pemerintah dengan DPR dimulai sejak Juli 2016.

Dalam perkembangannya pemerintah menyampaikan 363 daftar inventarisasi masalah (DIM). Kemudian dilanjutkan dengan Rapat Panitia Kerja (Panja) dan Tim Perumus (Timus) secara intensif serta menghasilkan rumusan yang disepakati bersama pemerintah dan semua Fraksi di Komisi V DPR dalam Rapat Kerja hari Senin (10/7/2017), di Gedung DPR RI Jakarta.

Setelah pengesahan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan Pendapat Akhir Presiden mengenai RUU tentang Arsitek. Dalam rapat paripurna tersebut dikatakan bahwa setelah UU Arsitek ini diundangkan, Pemerintah memiliki tugas penting lainnya untuk menyiapkan perangkat implementasi dari UU tersebut.

Menteri Basuki menegaskan bahwa Pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan amanat UU Arsitek dalam penyusunan peraturan perundang-undangan yang lebih teknis dan operasional, baik dalam bentuk Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Menteri. Disamping itu berbagai bentuk sosialisasi juga akan dilakukan untuk menyebarluaskan pemahaman kepada masyarakat terhadap Undang-Undang tentang Arsitek ini.

Dengan disahkannya UU Arsitek ini, mencerminkan perhatian Pemerintah yang besar terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya profesi arsitek di Indonesia. Praktik arsitek di Indonesia telah memberikan sumbangsih yang nyata dalam pembangunan nasional melalui karya-karya arsitektur yang menunjukkan karakter dan identitas bangsa kita untuk sekaligus menjaga kearifan budaya lokal.

UU Arsitek sangat diperlukan untuk mendorong profesi Arsitek dan praktik Arsitek yang andal dan profesional, mampu meningkatkan nilai tambah, daya guna dan hasil guna karya arsitek di Indonesia. Diharapkan UU Arsitek nantinya mampu memenuhi kebutuhan hukum profesi arsitek khususnya dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi arsitek, pengguna jasa arsitek, praktek dan profesi arsitek, karya arsitek dan masyarakat.

Sementara itu, untuk menjamin mutu kompetensi dan profesionalitas layanan arsitek Indonesia, maka akan dikembangkan standar profesi arsitek yang terdiri atas standar pendidikan atau program profesi, standar kompetensi, dan standar kinerja arsitek.

Pemerintah akan membentuk Dewan Arsitek Indonesia (DAI) yang akan bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk menjaga profesionalitas dan kompetensi arsitek. Pembentukannya merupakan salah satu amanat dalam UU Arsitek yang baru disahkan tersebut.

Selain itu, UU Arsitek ini juga mengatur tenaga arsitek asing yang bekerja di Indonesia. UU ini tidak membatasi arsitek asing, namun mengatur kerjasama yang terjalin antara arsitek lokal dan arsitek asing "Berdasarkan UU secara hukum arsitek asing harus bekerja sama dengan arsitek Indonesia dan sebagai penanggung jawabnya yaitu arsitek Indonesia," jelasnya.

Menteri Basuki atas nama Pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses pembahasan RUU, serta mengapresiasi pimpinan serta anggota DPR RI karena telah memberikan perhatian yang besar selama berlangsungnya pembahasan RUU Arsitek. (*)

Pencapaian Tiga Tahun Sektor Pertanian di Era Nawa Cita

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Hari Priyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian mengungkapan, "Menjelang akhir tahun ketiga kebijakan pemerintah Jokowi dan JK dibidang pertanian telah memberikan dampak yang signifikan terkait peningkatan produksi yang berdampak bagi kesejahteraan petani. Padi, jagung dan kedelai adalah tiga komoditas awal yang digenjot peningkatan produksinya sejak awal melalui program Upaya Khusus (upsus) Pajale".

Hari menegaskan, "Secara bertahap, program kebijakan pemerintah disektor pertanian di era nawacita mulai menunjukan hasil". Produksi Gabah Kering Giling (GKG) ditahun 2015 mencapai 75,55 juta ton meningkat 4,66 % di bandingkan tahun 2014 sebesar 70, 85 juta dan ditahun 2016 produksi mencapai 79,1 juta ton, ditahun ini juga tercatat untuk pertama kalinya Indonesia berswasembada beras setelah 32 tahun. Peningkatan produksi juga terjadi pada komoditi bawang merah dengan capain 1,29 juta ton meningkat sebesar 5,74 % dibandingkan  tahun 2015 yang mencapai 1,22 juta. Sama halnya dengan bawang, untuk komoditi cabai produksi ditahun 2016 produksi mencapai 78.167 ton sedangkan kebutuhan 54.346 juta ton. Produksi jagungpun demikian, naik 4,2 juta ton atau 21,9 persen,  peningkatan produksi jagung ini setara Rp 13,2 triliun".  Dengan demikian Kementerian Pertanian mampu memenuhi ekspektasi target swasembada dalam hanya dalam 2 tahun. Ditahun 2016 pemerintahpun mengambil kebijakan yang berpihak kepada petani dengan tidak mengeluarkan rekomendasi impor, beras, cabai, dan bawang merah.

Terkait adanya polemik impor beras pada tahun 2016, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Agung Hendriadi menyampaikan,” Perlu saya luruskan bahwa rekomendasi impor beras adalah  rekomendasi yang dikeluarkan pada tahun 2015, realisasinya sebagian  pada tahun 2016, jadi bukan rekomendasi dan impor ditahun yang sama”. "Selama kurun waktu 2016 dan 2017 Pemerintah  tidak pernah mengeluarkan rekomendasi Impor beras medium, karena produksi kita berhasil dan cukup memenuhi konsumsi masyarakat”. "Rekomendasi impor hanya dikeluarkan untuk beras dengan kebutuhan khusus atau sering disebut specialty rice yang peruntukannya untuk hotel, restoran dan kesehatan", pungkas Agung.

Pencapaian peningkatan produksi juga diikuti dengan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) yaitu NTP) tahun 2016 mencapai 101,65 meningkat 0,06% dibandingkan NTP 2015 yang sebesar 101,59 dan NTUP rata-rata nasional tahun 2016 juga berada di posisi tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Tahun 2016 NTUP mencapai 109,86 atau naik 2,3% dibandingkan tahun 2015.

Data Biro Pusat Statistik mencatat pencapaian produksi jagung di Februari 2017 sebesar 6,3 juta ton, jika dibandingkan februari 2016 hanya sebesar 3,2 juta ton. Dari pencapaian tersebut bukan mustahil jika target 24,2 juta ton di tahun 2017 ini dapat tercapai.

Guna mengatasi gejolak harga pangan, Kepolisian Republik Indonesia bersama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) membentuk Satgas Pangan. Kinerja satgas pangan terbukti efektif, bergerak diseluruh propinsi dan mampu menjaga kestabilan harga dan ketersedian stok pangan menjelang dan berakhirnya ramadhan dan hari raya idul fitri.

Kinerja Satgas pangan ini diapresiasi oleh Presiden Jokowi. Bahkan Biro Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga yang  kredibel mencatat inflasi per Juni 2017 hanya sebesar 0,69 persen terendah dalam ramadhan dan idul fitri 3 tahun terkahir. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan upaya pemerintah dalam membentuk satgas pangan berdampak besar terhadap stabilnya harga  pangan di msyarakat. Karena selama ini naiknya harga pangan berdampak besar bagi peningkatan inflasi.

Terkait rating Food Sustainability Index (FSI) pada aspek sustainable agriculture yang  merupakan tupoksi utama Kementan”. Rating FSI untuk aspek sustainable agriculture, Indonesia berada di rangking 16 (skor 53,87) setelah Argentina serta berada di atas Cina, Ethiopia, Amerika Serikat, Nigeria, Arab Saudi, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, dan India.  “Intinya hasil riset ini menunjukkan Indonesia berada di atas Amerika Serikat”, ungkap Agung Selanjutnya Agung menyampaikan riset GFSI memang berbeda dengan FSI.  Pada Juni 2016 peringkat GFSI Indonesia berada pada peringkat 71 dari 133 negara dengan skor 50,6 atau naik 2,7 poin. “Hal yang perlu dicatat adalah peningkatan skor 2,7 ini merupakan peningkatan tertinggi di seluruh
dunia”, uangkap Agung.

Hari Menambahkan bahwa, "Capaian capaian tersebut adalah hasil kita bersama dari berbagai komponen bangsa, patut kita syukuri dan kuang pantas rasanya ada pihak  tertentu yg cenderung mencari kelemahan dan tendensius menyampaikan kritik yang mengarah pada ungkapan kebencian". "Mari kita syukuri, terus bergerak dan sama sama kita perbaiki kekurangan tabpa harus membuat kegaduhan, kami tunggu sumbangsihnya," pungkas Hari.(**)

Sabtu, 08 Juli 2017

Sajak Pagihari Dalam Episode (1)

Sajak Pagihari Dalam Episode (1)

Malamku selalu ditiduri mimpi-mimpi
bersejarah ; getir,tawa,sesal, dan pahit
namun, kali ini benar-benar kulibatkan Tuhan
dalam tiap gerak dan keputusan
semuanya sudah tercatat di Tanah Kanaan
surgawi yang dua puluh tahun
kukejar
penuh pengharapan.

Pamulang, Selasa 27/6/2017
pukul 09.50 wib

Sajak Pagihari Dalam Episode (2)

Sajak Pagihari Dalam Episode (2)

Subuh ini anakku kembali 'terbang' berenang
di atas tikar biru tua tak lagi meradang dan mengejang-kejang : rumah sakit, foto usg, infus, obat paten, suntik nadi, dan dokter yang menyebalkan !
Seperti amunisi dengan pistol yang siap diledakkan ke dalam lambungmu
lihatlah matahari pagi anakku....
ini juga rencana Tuhan yang indah
mari kita beramsal, mari kita bermazmur
sejenak lupakan dosa yang sudah membatu
keluh masa lalu.
Berserah itu lebih baik
sambil kau susuri terus
;gunung,bukit,sungai, lautan,hutan
setan berkeliaran tiap.malam
hingga bunyi rel kereta api listrik tiap.pagi
mengantarmu ke masa depan
yang ada di lokasi perang
terang benderang
namun acapkali terangnya
kembali mengerang.
Pamulang, Selasa (27/6/2017)
pukul 10.10 wib

Kamis, 06 Juli 2017

Ancaman Media Daring, Dunia “Tanpa Kertas” Oleh :Pulo Lasman Simanjuntak


(Peneliti Senior Pada Pusat Studi Media Massa Pamulang Institute)
Dalam buku “Cerita di Balik Dapur Tempo, 40 tahun (1971-2011)” halaman 4,ditulis; ada ancaman lain, sekaligus peluang besar, di zaman internet ini:kemajuan teknologi informasi.Media yang tak mempedulikan tren dunia digital mesti bersiap-siap menjadi fosil atau sejenis satwa langka yang menanti punah.Orang tak lagi hanya membaca berita di media cetak, lewat siaran televisi, dan radio, tapi lewat komputer personal dan perangkat yang bisa dibawa “bergerak” seperti BlackBerry,iPhone,iPad,Playbook, serta berbagai tablet digital.
Bahkan dalam buku “Tim Kecap Dapur 40 Tahun Tempo” cetakan pertama, Desember 2011 PT.Gramedia Jakarta, dikatakan; media cetak tiba-tiba terasa kuno dan mulai ditinggalkan pembaca di negara-negara maju.Anak-anak muda yang gandrung telepon selular dan gadget lainnya semakin jarang menyentuh koran atau majalah.Mereka mengakses informasi lewat perangkat digital yang hampir selalu melekat di tangan mereka.
“Sesungguhnya kami sudah lama menyadari pentingnya penyebaran informasi melalui media digital ini.Ketika majalah dibredel, terasa betul pentingnya internet sebagai sarana penyebaran informasi.Maka kami membangun TempoInteraktif-www.tempointeraktif.com-pada 6 Maret 1996.sekarang, dengan meng-online-kan sekitar 450 berita setiap hari.Tempo Interaktif semakin tahun menjadi tujuan pencari berita.”(halaman 5).
Kemudian Dewan Pers dan komunitas pers belum lama ini telah mengesahkanPedoman Pemberitaan Media Siber di Gedung Dewan Pers, Jakarta.Pedoman ini menjadi panduan untuk seluruh pengelola media siber atau media online di seluruh Indonesia.Pengesahan tersebut ditandai dengan penandatanganan Pedoman Pemberitaan Media Siber oleh wakil Dewan Pers, organisasi pers, dan media siber.
Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang No.40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.Media siber ( website, wordpress, blog, dan masih banyak lagi) adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalisitik serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers maupun Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers.
Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, menjelaskan penyusunan Pedoman Media Siber ini untuk merespon perkembangan pesat media siber di Indonesia dan meningkatnya jumlah pengaduan terhadap media siber yang diterima Dewan Pers. Di samping itu, kalangan media siber menghendaki adanya pedoman ini. Setelah penandatangan ini, Dewan Pers dalam waktu dekat akan menetapkannya sebagai Peraturan Dewan Pers.
Pesatnya teknologi informasi khususnya  internet (Interconnection Networking) di Indonesia sejak awal tahun 2000-an,telah menjadikan internet dapat dieksplorasi untuk menyajikan karya-karya jurnalisitik yang lebih komunikatif dan real time. Selain itu,  kecenderungan masyarakat (pembaca-red) khususnya dari kalangan generasi muda yang ingin praktis dan cepat dalam mendapatkan berita serta ingin berinteraksi dengan media, maka perkembangan media siber atau media online pun juga berkembang dengan pesat dan cepat.
Lahirnya siber jurnal (cyber journal) saat ini ditandai dengan munculnyaaplikasi surat kabar elektronik (e-News), tabloid elektronik (e-Tabloid), dan majalah elektronik (e-Magazine) telah banyak mengubah pola orang dalam mencari berita dan informasi.Melalui media siber atau media online, redaksi dalam menyajikan berita dapat pula melengkapi tidak hanya gambar-gambar dua dimensi seperti foto, melainkan juga dapat menyertakan liputan video dari sebuah kejadian di lapangan.Dengan model ini, tampaknya redaksi dapat menciptakan daya tarik yang unik bagi para pembacanya.
Menuju Era Digital
Jurnalistik masa depan (baca:moderen-red) di Indonesia saat ini memang sedang menuju ke era digital.Dari jurnalistik media konvensional menuju jurnalistik media daring (dalam kata lain dari online).Kalau koran  tradisional menggunakan media kertas, maka koran digital atau elektronik menggunakan layar monitor dan perangkat komputer.Pertanyaannya, apakah media online nantinya akan menggeser peran media cetak.Dan, beberapa tahun lagi jurnalistik media cetak akan memasuki sebuah dunia “tanpa kertas” (paperfuture).
Saat wawancara tahun 1999, dia (Budiono Darsono, Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi Detikcom-red) bilang era media massa digital akan segera tiba.(A.Sapto Anggoro, Detikcom Legenda Media Online, hal 168).Maka muncul berita pertama situs/portal berita Detikcom tanggal 9 Juli 1998 berjudul “Munas Golkar”, telah berhasil merobek sejarah sebagai situs termahal di Indonesia  ketika dibeli US$ 61 juta oleh group Trans TV.Namun, sebelum muncul Detikcom yang dikonsep untuk menyampaikan berita-berita cepat (breaking news/news in brief), telah hadir lebih dulu Republika Online. Jelang akhir tahun 1999 memasuki tahun 2000, berturut-turut lahir media onlineAstaga.com, Satunet.com,Lippostar.com,dan Mandiri.com.
Dan, ketika ditandatangani Pedoman Pemberitaan Media Siber pada tanggal 3 Februari 2012 lalu era media massa digital telah dilengkapi dengan kehadiranVivanews.com,Okezone.com,Kompas.com,Mediaindonesia.com,Suarapembaruan.com,Tempointeraktif.com, Sinarharapan.com, Poskota.com,Wartakota.com,Jppn.com,Metrotv.com,Liputan6Sctv.com, dan masih banyak lagi.Bahkan ada fenomena baru di dalam lingkungan internet belakangan ini, di mana terdapat berbagai macam media online yaitu situs/portal berita dan informasi milik pemerintah pusat, daerah (e-Government), BUMN, situs-situs perusahaan swasta (e-Business), dan lembaga-lembaga pendidikan (e-education).
Ada beberapa karakteristik media siber, daring, dan media online yang menyebabkan masyarakat (baca:pembaca-red) lebih menyukainya, yaitu antara lain ;
1.Real time, informasi yang tersedia merupakan informasi terbaru, bahkan kejadian yang sedang berlangsung pun sudah dapat disampaikan.
2.Multimedia capability, informasi yang disajikan bisa perpaduan teks, suara, gambar, dan video, sehingga pembaca mudah memahami informasi.
3.Audince control, pembaca bisa memilih informasi apa saja yang diinginkan.Dalam sebuah media online biasanya ada beberapa rubrik,misalnya, berita olahraga,otomotif,pendidikan, dan kesehatan, dan forum.
4.Nonlienarity, informasi yang disampaikan berdiri sendiri, pembaca tidak harus membaca informasi sebelumnya  atau beberapa informasi secara berurutan agar bisa memahaminya
5.Duplication, informasi dapat dengan mudah digandakan (misalnya dikirim ke teman atau forum melalui email, facebook, twitter, dan di-copy kemudian di-upload ke web blog) sehingga proses penyebaran informasi lebih cepat dan lebih mudah.
6.Retrievability, informasi yang tersimpan sebelumnya bisa diakses dengan mudah karena media online mempunyai basis data yang memadai.
7.Untimited space, informasi yang disampaikan dapat lebih banyak dan lengkap karena tidak ada batasan jumlah teks atau halaman serta ruang penyimpanan.
8.Interactivity, pembaca bisa memberikan umpan balik berupa pendapat atau komentar terhadap suatu informasi yang disampaikan.
9.Mobile, informasi bisa diakses di mana dan kapan saja melalui piranti yangportable, misalnya netbook, PC Tablet, dan handphone atau ponsel.
10.Free, informasi yang diakses gratis, tidak ada biaya berlangganan.
Bila jurnalisme media daring (media online-red) dituntut sama dengan media yang masa produksinya 24 jam (koran harian) atau 6 jam (media siaran) tentumedia daring tidak akan pernah ada.Media daring bertumpu pada kecepatan, dilaporkan secepat terjadinya.Saat itu juga.Media daring tidak memerlukan proses lama.Berita dari lapangan hanya mampir ke layar editor beberapa detik sebelum diunggah dan detik berikutnya sudah diunduh oleh konsumen berita.(Sirikit Syah, Pengantar Buku Detikcom Legenda Media Online, halVIII).
Bagaimanapun pergeseran perilaku masyarakat dari kebiasaan membaca koran ke gadget digital tak bisa dihindari.(Mamak Sutamat, Kompas Menjadi Perkasa Karena Kata, hal 235).
Asisten CEO untuk Kompas Gramedia, Lukas Widjaja, dalam acara Media Industry Outlook 2012 di Jakarta Media center, belum lama ini mengatakan, penetrasi yang harus diwaspadai pebisnis media cetak adalah munculnya media-media online dan media sosial yang makin mewabah. Di Indonesia ada 45 juta pengguna internet yang menjadi pangsa pasar bagi pengiklan.Belum lagi media baru seperti blog dan vlogging (video blogging) yang jumlahnya mencapai 5,27 juta pada akhir tahun 2011.”Sebagian besar anak muda sekarang lebih percaya blog.Hal ini ancaman bagi media tradisional,”kata Lukas.
Penulis sendiri pernah melakukan riset dan survey di Jakarta Selatan dan Kota Tangerang Selatan pengaruh media digital, online, dan media daring, terhadap bisnis media cetak (koran, majalah, dan tabloid) sekarang ini.Temuan di lapangan memperlihatkan bagaimana sejumlah agen/loper koran dan majalah terbesar di wilayah Jakarta Selatan (ada sekitar lima agen besar-red) akhirnya harus “bangkrut” alias gulung tikar karena makin “sepinya” pembeli koran dan majalah.”Ini semua gara-gara internet.Banyak dari kami yang beralih usaha lain.Apalagi tukang asongan koran juga makin jarang,”kata seorang wanita setengah baya, satu-satunya lapak koran yang ada di lantai dasar terminal Bus Blok M.Padahal beberapa tahun lalu di tempat ini banyak lapak dan kios yang menjual, koran, majalah, sampai tabloid.
Sementara di kawasan Pamulang dan Serpong, Kota Tangerang Selatan, penulis dapat informasi dari para pedagang koran, rata-rata anak-anak muda berusia  20 tahun tak lagi membeli koran atau surat kabar.Dan, penulis menyaksikan sendiri para pembeli koran atau surat kabar di kawasan ini berusia 45tahun ke atas.Inilah yang dikatakan ancaman media daring, dunia “tanpa kertas” telah terbukti di depan mata!
Dengan demikian, makin banyaknya keuntungan, manfaat, praktis,kemudahan, dan kevalidan dalam memperoleh informasi berupa berita, artikel,opini, features, karangan khas,iklan, foto, sampai video.Rasanya ke depan mediaonline atau media daring akan menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dan pembaca. Mereka hanya
punya waktu sedikit membaca informasi terkini, aktual,  dan terpercaya.Dan, memang sekarang ini, jurnalistik masa depan sedang menuju era media digital.

Minggu, 02 Juli 2017

Pertanian Indonesia Masuk Peringkat 25 Besar Dunia

Jakarta ,BeritaRayaOnline,-Lembaga riset dan analisis ekonomi  internasional berpusat di Inggris, The Economist Intelligent Unit (EIU) dan Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN) Foundation merilis Indek Keberlanjutan Pangan atau Food Sustainability Index (FSI) pada Desember 2016 di situs resminya http://foodsustainability.eiu.com/country-ranking/.  Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa Indonesia termasuk 25 besar negara yang diteliti dengan pertimbangan 2/3 penduduk berada di 25 negara tersebut dan sudah mencakup 87 persen total Produk Domestik Bruto (PDB) Dunia.

Riset  FSI disusun dari 58 indiaktor mencakup empat aspek yakni: secara keseluruhan (overall), pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), kehilangan/susut pangan dan limbah (food loss and waste) serta aspek gizi (nutritional challenges).

Secara keseluruhan, Indonesia berada di peringkat 21 dengan skor 50,77 setelah Brasil serta berada di atas Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, dan India.

Untuk sustainable agriculture, Indonesia bercokol di rangking 16 (skor 53,87) setelah Argentina serta berada di atas Cina, Ethiopia, Amerika Serikat, Nigeria, Arab Saudi, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, dan India. Pada kategori ini, Indonesia mendapat skor tinggi pada ketersediaan sumberdaya air yang melimpah, rendahnya dampak lingkungan sektor pertanian pada lahan, keanekaragaman hayati lingkungan, produktivitas lahan, serta mitigasi perubahan iklim.

Sementara itu, dari aspek food loss and waste, Indonesia bertengger di peringkat 24 (skor 32,53) setelah Uni Emirat Arab dan berada di atas Arab Saudi. Pada aspek ini Indonesia termasuk dalam kategori sedang dalam upaya mengatasi masalah kehilangan makanan (food loss).

Selanjutnya aspek nutritional challeges, Indonesia masuk peringkat 18 (skor 56,79) setelah Brasil serta berada di atas Turki, Rusia, Mesir, Meksiko, Afrika Selatan, Nigeria, dan India. Pada kategori ini Indonesia dipandang mampu mengatasi masalah defisiensi micronutrient, prevalensi kelebihan gizi, kurang gizi, kelebihan gula, serta mampu membeli makanan segar.

Hasil FSI 2017 ini sangat menggembirakan karena Indonesia termasuk 25 negara besar, sebagai satu-satunya negara ASEAN yang disurvei serta hasilnya mengalahkan negara besar lainnya”. Ini prestasi luar biasa di bidang pertanian pada era kepemimpinan Presiden Jokowi.  Sebelumnya Juni 2016 lembaga riset EIU juga merilis bahwa Indonesia peringkat 71 dari 133 negara dengan peningkatan terbesar di dunia dengan skor 2,7 pada Global Food Security Index (GFSI)

Sementara itu, Peneliti senior INDEF Sugiyono, mengatakan “saya apresiasi hasil riset EIU. Faktanya memang pada era Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ini banyak terobosan dan hasilnya menakjubkan.  “Ini bisa dilihat kasat mata pada saat Ramadhan dan Idul Fitri kemarin pasokan melimpah dan harga stabil, dulu-dulu setiap hari raya lebaran harga pangan bergolak”.  

Lebih lanjut Sugiyono menyatakan prestasi selanjutnya dapat dilihat data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa sektor pertanian pada Triwulan-I 2017 tumbuh pesat 15,59 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (Q to Q) dan tumbuh terbesar dari sektor lainnya”.  Pertumbuhan ini terutama ditopang dari subsektor tanaman pangan yang naik 92,77 persen. 

PDB sektor pertanian triwulan-I tahun 2017 ini naik 7,12 persen dibandingkan triwulan yang sama 2016 (Y to Y), melebihi kenaikan PDB industri pengolahan 4,21 persen maupun PDB total Indonesia 5,01 persen.

Sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 13,59 persen, peringkat terbesar kedua setelah sektor industri pengolahan 20,48%.  Untuk diketahui produk hasil pertanian juga memberi andil besar pada sektor industri pengolahan ini, misal industri makanan dan minuman berkontribusi 5,92 persen, ungkap Sugiyono.

Pada tempat terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan “Saya menyambut baik atas hasil riset EIU ini.  Atas arahan Bapak Presiden RI dan berkat kerja keras semua pihak, kini terbukti sudah membuahkan hasil.  “Selanjutnya dengan dukungan semua pihak dan doa kita semua, Saya berharap pada satu dua tahun ke depan, Indonesia sudah menjadi 10 negara terbesar dunia di bidang pangan” pungkas Amran.
-o0o-

Bunga Rampai Tiga Tahun Mentan Amran Berkarya Dalam Pembangunan


Jakarta,BeritaRayaOnline,-Indonesia sejak pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla bersama tim dalam ‘kabinet kerja’ banyak membuat kejutan dalam segala kebijakan.

Kementerian Pertanian, contohnya, berpuluh tahun selalu melakukan kebijakan yang bersifat “terlambat” memenuhi kebutuhan petani seperti bibit, pupuk dan alat mesin pertanian yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani baik jumlah maupun spesifikasi alat.

Kabinet kerja Jokowi-JK, menunjuk Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, putera Bone yang satu ini adalah putera terbaik Kab. Bone diantara banyaknya putera-putera terbaik lainnya.

Andi Amran dengan spetakuler merubah semua kebijakan mulai dari anggaran pembangunan negara yang dulunya 70 : 30 menjadi 30 : 70 yakni 30 persen anggaran untuk kebutuhan internal dan 70 persen untuk petani hasilnya luar biasa.

Bantuan alat mesin pertanian untuk petani bisa ratusan ribu unit, bibit gratis dan pupuk gratis dalam program upaya khusus swasembada padi, jagung dan kedelai. Sistem pengadaan dirubah dari yang tadinya tender kini menjadi penunjukan langsung.

Hal ini dilakukan Amran karena selama ini tender menjadi bancakan korupsi serta waktu banyak terbuang percuma.

Kebijakan Amran  telah membuat menteri pertanian negara tetangga terkaget-kaget karena dulu kita jadi negara sasaran ekspor beras mereka.

Sejak 2016 hingga saat ini Indonesia tidak impor beras. Jagung yang tadinya impor dari Amerika dan Amerika Latin 3 hingga 3,6 Juta ton kini sudah tidak impor lagi.

Kedelai memang bukan tanaman tropis masih menunggu waktu untuk mendapatkan model budidayanya.

Untuk ternak ayam kita sudah surplus bahkan sudah ekspor namun untuk ternak sapi kita sedang membuat pemetaan swasembada terkait geografis Indonesia yang berupa kepulauan .

Meskipun demikian 2 tahun terakhir gonjang-ganjing harga daging dapat diminimalisir melalui kebijakan Mentan Amran Sulaiman  yang mengharuskan daging beku impor dijual di pasar tradisional.

Dan yang lebih menakjubkan Mentan melarang semen Blbeku atau sperma sapi beku yang dihasilkan Balai Inseminasi Buatan milik kementan di ekspor harus digunakan dengan membagikan gratis kepada petani sebanyak 3 juta mpul produksi BIB Singosari Jatim dibagikan.

Hasilnya sekarang banyak peternak di daerah yang memiliki sapi jenis Limousin hasil persilangan melalui teknik IB (Inseminasi Buatan) dari 3 juta ampul hingga kini sudah 2, 4 juta ekor populasi ternak sapi Indonesia bertambah.

Kemarin Jumat. 06/06/2017 Mentan Andi Amran Sulaiman, menyambangi Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor. Disini Mentan meminta seluruh jajaran BET agar berinovasi dan membuat lompatan teknologi seperti amanat Presiden yakni jadilah pemuda petarung “pemuda” bukan karna muda usia tapi prestasi.

“Hari ini saya berbahagia dengan Pedet Belgian Blue Gatot Kaca ini. Kita Optimis swasembada daging sapi. Saya minta revisi anggaran dan siapkan Rp 20 Milliar untuk membeli embrio Belgian Blue.Saya mau tahun depan kita sudah bisa tunjukkan hasilnya kepada rakyat Indonesia 1000 Ekor Belgian Blue, Kita buat Pawai Belgian Blue,”pungkas Mentan Andi Amran Sulaiman,sosok pekerja keras yang tidak mau menyerah pada keadaan.

Bravo Mentan….. jayalah Indonesia petani sejahtera….bangsa terhormat dan bahagia.(Biro Humas IP Kemtan)