Sabtu, 02 Desember 2017

Penjelasan Tuduhan Kepada Gereja Advent

"TUDUHAN KEPADA GEREJA ADVENT SEBAGI BIDAT YANG MENGAJARKAN KESESATAN"

Juni 21, 2015
Tanggapan Terhadap Tulisan Sdr. Paul Hidayat, M.Th.

Pengantar Redaksi:

Baru-baru ini salah seorang pembaca setia WAO menyampaikan salinan dari satu media bernama Reformata ke Redaksi WAO di mana pada salinan tersebut terdapat satu tulisan dari Sdr. Paul Hidayat, M.Th., yang mengatakan bahwa Gereja Advent termasuk bidat dan mempunyai ajaran sesat. Kami, Redaksi WAO, kemudian menyampaikan tulisan tersebut kepada Kontributor WAO, dalam hal ini Pdt. Dr. Jonathan Kuntaraf untuk direspon. Berikut ini adalah respon tersebut.

Kepada Yth. Sdr. Redaksi Reformata,

Salam Sejahtera di dalam Yesus Kristus.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan kiriman e-mail dari seorang sahabat mengenai tulisan Sdr. Paul Hidayat M.Th, dalam Reformata Desember 2004, dengan judul, “Karena Ada Kekosongan Dalam Gereja Asal!” Saya merasa kaget saat membaca laporan utama tersebut yang menyebutkan bahwa Gereja Advent termasuk bidat, bahkan disebutkan mempunyai ajaran sesat. Oleh sebab majalah Reformata mempunyai semboyan untuk “Menyuarakan kebenaran dan keadilan,” maka saya mengharapkan agar kebenaran dapat dinyatakan, dan sanggahan kepada artikel tersebut dapat diperlakukan secara adil, sehingga pembaca tidak hanya membaca dari satu pihak saja. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Redaksi yang akan memuat jawaban saya ini dalam majalah Reformata.

Nah oleh sebab kita semua mencari kebenaran, majalah Reformata ingin untuk menyuarakan kebenaran, sebenarnya, apakah yang dimaksudkan dengan kebenaran? Alkitab sedikitnya memberikan tiga hal yang menjadi arti dari kebenaran, yaitu: Yesus adalah kebenaran (Yohanes 14:6), Firman Allah adalah kebenaran (Yohanes 17:17), dan Hukum Allah adalah kebenaran (Mazmur 119:30). Kami meyakini bahwa ukuran kebenaran bukanlah nama atau sekte gereja, atau bukanlah orangnya atau pendetanya yang datang di gereja; tetapi ajarannya yang sesuai dengan kebenaran. Jikalau gereja mengajarkan hal yang tidak sesuai dengan Yesus, Firman Allah atau Hukum Allah, maka padanya tidak ada kebenaran.

Sebab itu sebelum seseorang akan menghakimkan dan menyebarluaskan bahwa ajaran dari satu gereja itu sesat, kita harus menggunakan Alkitab sebagai dasar. Bila ternyata bertentangan dengan Yesus, Firman Allah dan Hukum Allah; maka kita boleh mengatakan ajaran itu sesat.

Hidayat mengatakan bahwa gereja Advent termasuk sesat menurut evaluasi teologisnya, dalam hal ini beliau menggunakan ukuran doktrin sentral. Beliau menjelaskan doktrin sentral tersebut dengan kata-kata, “Tiga doktrin utama yang sudah ada dari Perjanjian Baru menjadi ukuran kebenaran iman Kristen ialah pengakuan akan Ke-Allah-an dan kemanusiaan Yesus Kristus, Ketritunggalan Allah, dan keselamatan semata karena anugerah dalam karya penyelamatan Yesus Kristus.” Nah untuk jelasnya, saya ingin sampaikan bahwa dalam gereja Advent saat ini ada 27 doktrin dasar, Tentang Ketritunggalan Allah dalam doktrin dasar No. 2, Mengenai pengakuan akan Ke-Allah dan kemanusiaan Yesus terdapat dalam doktrin dasar No. 4, dan mengenai keselamatan semata karena anugrah, terdapat dalam doktrin dasar No. 10.

Marilah kita lihat ketiga doktrin dasar tersebut tersebut yang terdapat dalam Seventh-day Adventist Believe…27:

# 2. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mempercayai bahwa hanya ada satu Allah: Bapa, Anak dan Roh Kudus, kesatuan dari tiga oknum yang kekal. Allah itu baka, mahakuasa, mahatahu dan di atas segalanya, mahahadir. Ia mempunyai kepastian dan di luar jangkauan manusia untuk mengerti, namun Ia dapat diketahui dengan pernyataan Diri-Nya. Ia selamanya layak untuk disembah, dipuji dan dilayani oleh seluruh penciptaan.

# 4. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mempercayai “Allah Anak yang kekal telah menjelma dalam Yesus Kristus. Melalui Dia segala sesuatu diciptakan, tabiat Allah dinyatakan, keselamatan manusia tercapai dan dunia dihukumkan. Selamanya Dia adalah Allah, Dia juga menjadi manusia yang sebenarnya, Yesus Kristus. Dia dikandung oleh sebab Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan Maria. Dia hidup dan mengalami pencobaan sebagai manusia, Namun secara sempurna menjadi teladan dalam kebenaran dan kasih Allah. Melalui mujizat-Nya Dia menyatakan kuasa Allah dan menunjukkan sebagai Mesias yang dijanjikan. Dia menderita dan mati secara sukarela di kayu palang untuk dosa kita, telah dibangkitkan dari kematian dan naik ke surga. Dia akan datang kembali dalam kemuliaan-Nya untuk membebaskan umat-Nya dan untuk memperbaharui segala sesuatu.

# 10. Dalam kasih dan karunia-Nya yang tidak terhingga, Allah telah membuat Yesus, yang tidak mengenal dosa, menjadi berdosa, supaya di dalam Dia kita bisa mendapatkan kebenaran Allah. Dengan bimbingan Roh Kudus, kita akan dapat melihat kebutuhan kita, mengakui keadaan kita yang berdosa, mengakui pelanggaran kita, dan memiliki iman di dalam Yesus sebagai Tuhan dan Kristus, sebagai Juru Selamat dan Teladan kita. Iman yang menerima keselamatan datang melalui kuasa ilahi dari Firman Allah dan ini adalah karunia anugerah Allah. Melalui Kristus kita dapat dibenarkan, diangkat sebagai anak-anak Allah, dan dibebaskan dari perbudakan dosa. Melalui Roh Kudus kita dilahirkan kembali dan disucikan; Roh Kudus memperbaharui pikiran kita, menuliskan hukum kasih Allah dalam hati kita, dan kepada kita diberikan kuasa untuk menghidupkan hidup yang kudus. Bila kita bergantung kepada-Nya kita akan ambil bagian dalam sifat ilahi dan akan mendapatkan jaminan keselamatan saat ini dan di masa pehakiman.

Bila kita melihat ketiga dasar kepercayaan gereja Advent, jelas gereja Advent tidak termasuk dalam bidat atau mempunyai ajaran sesat. Hal ini juga yang menjadi kesimpulan dari Dr. Walter R. Martin dan Dr. Donald Grey Barnhouse. Pada tahun 1950-an, Dr. Walter Martin editor dari Eternity Magazine, dan dikenal sebagai pendiri dari Christian Research Institute, sedang mengumpulan bahan untuk menyusun buku Kingdom of Cults. Dia saat itu mengkatagorikan Gereja Advent sama seperti Mormon, Saksi Jehovah, Christian Science etc. Namun setelah dia meneliti lebih lanjut, membaca banyak buku tentang Advent dan mengadakan wawancara dengan ratusan orang, akhirnya dia menarik kesimpulan bahwa gereja MAHK bukanlah bidat. Sebab itu sebagai gantinya memasukkan Advent dalam buku The Kingdom of Cults, justru dia menulis buku, “The Truth about Seventh-day Adventism.” Kebenaran Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Dalam buku yang dicetak oleh Zondervan Publishing House (Grand Rapids, Michigann) pada tahun 1960 tersebut, ia menjelaskan secara mendetail untuk 248 halaman, dengan kesimpulan bahwa gereja Advent bukan bidat, tetapi salah satu denominasi dari gereja Kristen.

Kata sambutan dari buku tersebut diberikan oleh Dr. Donald Grey Barnhouse, pendiri dari Evangelical Ministries yang telah menulis 17 buku. Apakah yang dia tuliskan? Agar lebih jelas, saya tuliskan dalam bahasa aslinya, “As the result of our studies of Seventh-day Adventism, Walter Martin and I reached the conclusion that Seventh-day Adventists are a truly Christian group, rather than an antichristian cult. . . Let it be understood that we made only one claim; i.e, that those Seventh-day Adventists who follow the Lord in the same way as their leaders who have interpreted for us the doctrinal position of their church, are to be considered true members of the body of Christ.” (The Truth of Seventh-day Adventism, hal. 7).

Dua contoh tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 1956, mereka yang telah mempelajari dengan mendalam akan ajaran gereja MAHK yang Alkitabiah, menarik kesimpulan bahwa gereja Advent bukanlah bidat, kalau begitu, tidak pantas dikatagorikan mempunyai ajaran yang sesat.

Memang di Indonesia masih beredar buku Etika Kristen tulisan Dr. Verkuijl, dan salah satu bukunya menyebutkan gereja Advent adalah bidat. Pada tahun 1977, saat saya mengambil program pasca sarjana di Andrews University Michigan, Dr. Verkuijl datang ke Andrews University, dan beliau merasa kagum melihat kemajuan pekerjaan MAHK sedunia sebagai denominasi Kekristenan, namun sayang beliau sudah meninggal sebelum merevisi bukunya. Namun bila kita mempelajari Alkitab dengan sebenarnya, kita akan menarik kesimpulan yang tepat. Saya sendiri berasal dari agama Budha, kemudian dibaptiskan dalam gereja GKI. Kemudian beralih ke Methodist, terus ke Pentakosta. Dan dalam proses mencari kebenaran, saya akhirnya menjadi anggota Masehi Advent Hari Ketujuh. Sekarang ini, sedikitnya dua pendeta gereja non-Advent yang menjadi Advent dalam setiap tahun di Amerika saja. Kami belum sebutkan ratusan dari seluruh dunia. Mengapa hal ini terjadi, Sdr. Hidayat benar, sebab “Adanya kekosongan dari gereja asal.” Namun bukan berarti gereja yang dimasuki adalah gereja sesat. Kembali, kita harus menguji setiap ajaran, apakah Alkitabiah atau tidak? Tujuan dari teologia adalah untuk menguji suatu ajaran; namun kita tidak boleh bias untuk mengatakan gereja asal itu benar, dan gereja yang muncul itu adalah sesat.

Sebenarnya Hidayat mengakui, “memang gerakan Advent tidak mengajarkan hal-hal yang menyimpang tentang doktrin sentral seperti Tritunggal, Ke-Allahan dan kemanusiaan Yesus Kristus dan keselamatan, namun…..” (kemudian Sdr Hidayat menyebutkan empat alasan yang kita akan bahas kemudian). Dari penjelasan tersebut, Hidayat tidak konsisten dengan tulisannya sendiri. Sementara beliau mengatakan tiga doktrin sentral, tetapi kalau untuk Advent, tidak cukup tiga doktrin sentral, harus dituntut lebih daripada itu, sampai dikatakan, “sesat.”

Sebenarnya bagi mereka yang mempelajari teologia dari berbagai denominasi Kekristenan, ada dua istilah yang biasa digunakan, yaitu: orthodoxy dan heterodoxy. Orthodoxy, perbedaan dalam doktrin sentral, sedangkan heterodoxy, perbedaan dalam doktrin lainnya. Bila ada perbedaan dalam doktrin lain, selama ada persamaan dalam doktrin sentral, maka gereja atau sekte atau denominasi tersebut disebut sebagai Kristen. Tetapi bila sudah ada perbedaan dalam doktrin sentral, maka baru disebutkan sebagai cult atau bidat. Nah dalam dasar tersebut, sangat disayangkan Hidayat sudah memasukkan gereja Advent dalam kelompok bidat, dan mengajarkan ajaran sesat, padahal tidak ada perbedaan dalam doktrin sentral.

Nah sekarang saya coba jawab argumentasi yang diberikan oleh Hidayat, dengan memberikan alasan mengapa sampai memasukkan gereja Advent dalam kelompok bidat, walaupun gereja Advent mempunyai doktrin sentral yang sama.

Untuk latar belakangnya, saya ingin mengatakan bahwa Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tidak pernah menubuatkan waktu kedatangan Yesus, dan William Miller sendiri bukanlah anggota Masehi Advent Hari Ketujuh. William Miller mempelajari Alkitabnya dengan teliti, dan mendapatkan ayat Daniel 8:14 tentang nubuatan 2300 pagi dan petang, dan menarik kesimpulan bahwa Yesus akan datang pada akhir dari 2300 pagi dan petang; dan itu berakhir tanggal 22 Oktober 1844. Sebab itu sejak tahun 1831, dia mulai mengabarkan bahwa Yesus akan datang pada tanggal 22 Oktober 1844. Jumlah mereka yang percaya tersebut sekitar 100,000 orang. Namun waktu Yesus tidak datang pada tanggal tersebut, orang-orang kecewa. Namun ada kelompok kecil, sekitar 100 orang yang terus mendalami Alkitab, dan mereka mendapatkan kesalahan interpretasi dari William Miller. Mereka mendapatkan bahwa tanggal 22 Oktober bukanlah tanggal kedatangan Yesus kedua kali, tetapi tanggal Yesus memasuki Bilik yang mahakudus di surga. Kelompok ini terus berkembang, belajar Alkitab lebih lanjut, hingga sekarang mempunyai 27 doktrin dasar, dan mulai diorganisasi sebagai gereja pada tahun 1861. Dari kelompok yang hanya 100 orang ini, gereja MAHK sekarang memiliki sekitar 14 juta anggota, dan sekitar 20 juta yang ikut berbakti setiap hari kebaktian di seluruh dunia.

Nah sekarang kita akan coba melihat empat perkara yang menjadi keberatan bagi Hidayat untuk memasukkan gereja Advent dalam kelompok Kristen, menyebutkan Advent itu bidat dan mempunyai ajaran sesat. Empat hal tersebut adalah sebagai berikut:

Soal sumber otoritas. Hidayat menyebutkan gerakan Advent menjadikan Alkitab sebagai sumber otoritas, namun menempatkan ajaran para pelopor terutama Ellen G. White sebagai sumber otoritas lain di samping Alkitab. Untuk itu kita perlu melihat apa yang tertulis dalam doktrin dasar gereja MAHK.

# 1. “Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, adalah Firman Allah yang tertulis, diberikan dengan inspirasi ilahi melalui orang kudus Tuhan yang telah berbicara dan menuliskan saat mereka digerakkan oleh Roh Kudus. Dalam Firman-Nya, Allah telah memberikan kepada manusia pengetahuan yang penting bagi keselamatan manusia. Alkitab adalah pernyataan kehendak-Nya yang tidak pernah bersalah. Firman Allah ada ukuran tabiat, ujian pengalaman, pernyataan doktrin yang authoritative dan catatan yang dapat dipercaya dari tindakan Allah dalam sejarah.”

#17. “Salah satu karunia dari Roh Kudus adalah nubuatan. Karunia ini merupakan tanda yang jelas dari jemaat yang sisa dan dinyatakan dengan pelayanan Ellen G.White. Sebagai utusan Allah, tulisannya merupakan kelanjutan dan sumber autoritas dari kebenaran yang menyediakan hiburan, bimbingan, instruksi dan koreksi kepada jemaat. Tulisan Ellen G. White juga secara jelas mengatakan bahwa Alkitab adalah ukuran kebenaran di mana semua ajaran dan pengalaman harus diuji.”

Kedua dasar keyakinan tersebut menunjukkan bahwa Alkitab adalah sumber otorítas utama dalam jemaat MAHK. Namun jemaat Advent meyakini Ellen G. White mempunyai karunia rohani dalam bernubuat, tetapi tidak bisa tulisannya bertentangan dengan Alkitab. Berulang-ulang Ellen G. White menyebutkan bahwa tulisannya adalah “terang kecil,” yang membawa kita kepada terang yang besar yaitu Alkitab. Tulisannya membawa kita kepada Alkitab, membawa kita mengerti kepada Alkitab, dan menolong kita untuk mengaplikasikan Alkitab dalam hidup kita.

Hidayat menyebutkan bahwa umat Advent menerima ajaran Ellen G. White yang salah sekalipun. Apakah boleh saya tahu mana yang salah? Untuk 41 tahun saya menjadi seorang anggota Advent, dan melayani sebagai pendeta MAHK untuk 34 tahun yang terakhir ini, setiap hari membaca Alkitab dan tulisan Ellen G. White, dan belum mendapatkan satu tulisannya yang bertentangan dengan Alkitab. Kami menyadari bila seseorang mengakui memiliki khayal dari Tuhan, kita tidak boleh sembarangan mempercayainya. Itulah sebabnya kita harus uji. Alkitab memberikan sedikitnya empat ujian tersebut, yaitu: Ajarannya harus sesuai dengan kesaksian (Alkitab) – Yesaya 8:20; nubuatannya harus genap (Yeremia 28:9), dari buah kehidupannya kita mengenal dia (Matius 7:20), dan dia harus menerima Yesus sebagai yang berasal dari Allah Bapa, (1 Yohanes 4:1-3). Ternyata kami lihat Ellen G. White lulus dari ujian. Bukan hanya itu, tanda gereja di akhir zaman adalah mempunyai iman kepada Yesus dan menurut hukum Allah (Wahyu 14:12), mempunyai kesaksian Yesus dan menurut hukum Allah (Wahyu 12:17), dan kesaksian Yesus adalah Roh bernubuat (Wahyu 19:10). Dan umat Advent meyakini bahwa Ellen G. White sepenuhnya mendapatkan terang dari Tuhan. Walaupun Ellen G. White hanya berpendidikan sampai kelas 3 SD, namun bisa menulis sekitar 80 buku, 4500 artikel, dan 100,000 halaman; dalam berbagai pengetahuan, kesehatan, rumah tangga, pendidikan, penginjilan bahkan pertumbuhan gereja. Bagaimana seorang bisa buat ini kalau tidak mendapatkan inspirasi dari Tuhan?

Dengan terang dari Tuhan, mereka yang membaca tulisannya dan mengaplikasikan dalam hidup mereka mendapatkan berkat yang tidak terhingga. Misalnya dari 320 penelitian tentang orang Advent dalam 40 tahun yang terakhir, didapatkan bahwa mereka yang mengikuti ajaran Ellen G. White untuk memiliki pola hidup sehat, maka mereka bisa hidup 11-12 tahun lebih panjang. Hebat, bukan? Kehebatan tulisannya dapat dilihat dari cendikiawan dunia yang telah membaca tulisan Ellen G. White, walaupun mereka bukan Advent, misalnya kita ambil dua contoh saja, Dr. Florence Stratemeyer, dari Columbia University dan Dr. Clave McCay dari Cornell University.

“Recently the book Education by Ellen G. White has been brought to my attention. Written at the turn of the century (1903) this volume was more than fifty years ahead of its times. And I was surprised to learn that it was written by a woman with but three years of schooling. “The breadth and depth of its philosophy amazed me. Its concept of balanced education, harmonious development, and of thinking and acting on principle are advanced educational concepts….

“Mrs. White was concerned with the whole learner–the harmonious development of mental, physical, and spiritual powers….

“I am not surprised that members of the Seventh-day Adventist church hold the writings of Mrs. White in great respect and make them central in developing the educational programs in their schools,”

-Florence Stratemeyer, Ph.D., Professor of Education, Teachers College, Columbia University.

Professor of Nutrition, Dr. Clive McCay of Cornell said; “How much better health the average American might enjoy if he but followed the teachings of Mrs. White.” See McCay’s articles in the Review and Herald for February 12, 19, and 26, 1959

Para professor tersebut bukanlah orang Advent, namun merasa kagum dengan tulisan dari seorang wanita berpendidikan kelas tiga SD, namun tulisannya sudah mendahului jaman. Misalnya, lebih dari 150 tahun lalu, sementara banyak orang merokok, dan menganggap tembakau adalah obat, Ellen G. White sudah katakan, “jangan gunakan tembakau.” Bukankah sekarang banyak gereja Kristen yang juga mengajarkan jangan merokok? Lama sebelum ilmu pengetahuan mendapatkan banyaknya bahaya daging sebagai salah satu penyebab kanker, Ellen G. White menyebutkannya. Bukankah ini berarti dia mendapatkan inspirasi dari Tuhan? Tidak heran tulisannya tersebar di seluruh dunia. Salah satu buku Ellen G. White, yaitu Steps To Christ, telah diterjemahkan dan dicetak dalam berbagai bahasa di dunia; lebih banyak dari penulis wanita manapun sepanjang zaman. Kalau Sdr. Hidayat berminat, saya bisa kirimkan buku-bukunya, dan Anda bisa menilai, apakah ada yang bertentangan dengan Alkitab. Justru semuanya menjunjung tinggi Alkitab.

Hidayat menyebutkan: “Gerakan Advent sesuai ajaran White mengganggap bahwa Kristus mengabil sifat manusia yang telah mengalami noda. Maksudnya bukan bahwa Kristus memiliki sifat manusia berdosa, tetapi ia mengambil sifat kemanusiaan yang telah dilemahkan oleh dosa.” Untuk mengerti ajaran Advent apakah Alkitabiah atau tidak, kita lihat apa yang Alkitab katakan:

Jesus adalah manusia 100%. Ia memiliki darah dan daging (Ibrani 2:14).
Dalam segala sesuatu, ia dijadikan seperti sesama manusia (Ibrani 2:17)
Tubuh dan pikiran-Nya mempunyai keadaan seperti manusia lain hingga Ia bisa lapar, haus, capek atau kuatir (Matius 4:2, Yohanes 19:28, 4:6, Matius 26:21; 8:24).
Ia dapat menyatakan belas kasihan, marah dan sedih (Mattius 9:36, Markus 3:5)
Kadang-kadang Dia merasa terganggu, dan bersedih sampai menangis (Matius 26:38, Yohanes 11:33, 25).

Ia berdoa dengan tangisan dan airmata, sampai berkeringat darah (Lukas 22:44).
Hidup yang berdoa menunjukkan ketergantungan kepada Allah (Matius 26:39-44)
Dia adalah Adam kedua, dan hidup seperti daging yang dikuasai dosa. Ayat lengkapnya kita lihat dalam Roma 8:3, “Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa. Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.”

Keadaan Yesus itu lebih buruk dari keadaan Adam. Saat Adam diciptakan, belum ada dosa, dan ia hidup dalam taman Eden yang sempurna. Namun Yesus lahir di dunia, dalam keadaan tubuh manusia yang telah 4000 tahun setelah dosa. Sebab itu keadaan Yesus lebih gampang untuk berdosa daripada Adam, namun Yesus yang telah dicobai dalam segala hal, namun Ia tidak berdosa (Ibrani 4:15).

Jadi Sdr. Hidayat, Yesus yang telah mengambil sifat kemanusiaan yang telah dilemahkan akibat dosa adalah sesuai dengan Alkitab. Bahkan kita dapat lebih mengerti keluarbiasaan Yesus, yang walaupun telah mengambil sifat kemanusiaan yang yang telah dilemahkan oleh dosa, Yesus tidak berdosa, sebab Ia bergantung kepada Allah Bapa. Ia tidak pernah melanggar hukum. Ia patut menjadi teladan kita yang sempurna.

Mengenai dua tahap dari pengampunan dosa dan penghapusan dosa. Umat Advent meyakininya berdasarkan Alkitab. Ini merupakan penjelasan yang panjang yang bisa memakan beberapa halaman. Saya akan memberikan intinya dahulu. Kalau seandainya redaksi Reformata berminat agar saya jelaskan secara Alkitabiah mengenai hal ini, saya dapat memberikannya dengan sangat terperinci apa yang diajarkan oleh Alkitab. Sesuatu yang ajaib! Bila kita melihat bagaimana kegenapan nubuatan Alkitab dari buku Daniel, mengenai waktu kelahiran, kematian Yesus dijelaskan. Namun diperlukan waktu yang panjang untuk menjelaskannya.

Namun untuk ringkasannya, kita mengetahui apa yang terjadi dalam jaman perjanjian baru, telah dinubuatkan, ada yang disimbolkan dan kegenapan dari simbol tersebut. Misalnya orang Israel harus membawa korban pada tanggal 14 Abid (sekarang disebut bulan Nisan), Keluaran 12:6, dan kita mengetahui kegenapannya bahwa Yesus, Anak Domba Allah yang menjadi korban oleh sebab dosa kita, persis tanggal 14 bulan Nisan saat Dia mati di kayu palang.

Setiap orang berdosa di Israel, mereka harus membawa korban bakaran untuk pengampunan dosa. Namun Alkitab mengatakan sementara doa mereka diampuni, dosa itu tetap melengket di bait kudus. Penghapusan dosa sebenarnya terjadi satu sekali setahun pada hari grafirat (Imamat 16). Dengan demikian, sementara mereka telah mendapatkan pengampunan dosa, penghapusan dosa itu sendiri adalah terjadi saat hari grafirat yang terjadi satu tahun sekali. Ini adalah semua merupakan simbol kepada apa yang terjadi kemudian. Nah mempelajari buku Levi, Daniel, dan Ibrani akan membawa kepada kesimpulan tersebut. Apakah dewan redaksi bersedia untuk memasukkannya? Saya dapat siapkan.

Untuk point yang keempat, Hidayat menyebutkan bahwa, “tentang keselamatan gerakan Advent menerima bahwa manusia dibenarkan karena menerima Kristus. Kebenaran Kristus diperhitungkan kepada orang beriman sehingga ia dibenarkan. Hanya jaminan bahwa keselamatan itu kekal agaknya tidak diterima oleh gerakan Advent. Apabila seorang Kristen jatuh ke dalam dosa, dosa-dosanya yang lama akan kembali diperhitungkan. Dengan kata lain, keselamatan akan hilang. Bila demikian, tidak jelas bahwa keselamatan sepenuhnya adalah karena anugerah Allah dalam Kristus.” Dari keterangan Hidayat, saya dapat melihat bahwa beliau mempunyai faham, “once saved, always saved.” Jemaat Advent meyakini bahwa keselamatan adalah datang dari Tuhan, dan merupakan anugerah Allah dalam hidup kita (Epesus 2:8, 9). Keselamatan bukanlah perbuatan kita. Ini adalah anugerah Allah. Namun manusia mempunyai pilihan, apakah akan menerima keselamatan atau tidak. Kita bisa mendapatkan keselamatan dengan percaya kepada-Nya (Yohanes 3:16), kita bisa mendapat hidup kekal bila kita mengenal akan Allah (Yohanes 17:3), namun jangan lupa; mereka yang telah memiliki keselamatan dari Kristus harus mempertahankan keselamatannya. Kita harus tetap tinggal di dalam Dia agar kita bisa berbuah banyak (Yohanes 15:3-5). Hasil persekutuan dengan Yesuslah yang menyebabkan kita akan menurut hukum-hukum-Nya. Sebab Yesus sendiri yang berkata, “Jikalau engkau mengasihi Aku, engkau akan menurut segala hukum-Ku” (Yohanes 14:15). Sebab iman tanpa perbuatan itu kosong (Yakobus 2:20).

Oleh sebab umat Advent mengajarkan hukum Allah, banyak yang menganggap bahwa kita diselamatkan oleh sebab hukum Allah. Tidak! Oleh sebab manusia telah berdosa, dan dosa adalah pelanggaran hukum (1 Yohanes 3:4), setelah menerima Yesus, yang merupakan anugerah Allah, kita patut menurut hukum-Nya. Kita patut mengetahui hukum Allah karena oleh sebab hukum, kita mengenal dosa (Roma 3:20). Nah, orang yang telah mengenal Yesus, dengan kuasa Kristus, dia patut mempertahankan keselamatannya, sebab Yesus sendiri berkata, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahan akan selamat” (Matius 24:13). Bukankah ini jelas secara Alkitabiah bahwa orang Kristen yang akan mendapatkan keselamatan adalah orang Kristen yang bertahan sampai kesudahan? Satu tragedi di akhir zaman justru adalah yang Yesus katakan dalam Matius 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.” Jelas bukan bahwa memanggil Yesus sebagai Tuhan tidaklah cukup? Kita harus melakukan kehendak Bapa yang di surga. Dan bukankah kehendak Bapa itu dinyatakan di dalam hukum-Nya?

Mengenai keterangan orang Advent yang mengatakan: “Apabila seorang Kristen jatuh ke dalam dosa, dosa-dosanya yang lama akan kembali diperhitungkan” harus dilihat dari konteksnya bagaimana. Salah satu perumpamaan Yesus yang sangat menjelaskan hal ini adalah dalam Matius 18:23-35, bagaimana seorang hamba berhutang 10,000 talenta kepada raja dan minta ampun; maka hutangnya dihapuskan. Dia bebas, tetapi waktu dia bertemu dengan seorang yang berhutang hanya 100 dinar, dia berkata, “Bayar hutangmu!” Saat raja itu mendengar hal itu, dia marah dan berkata, “Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku? Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihi engkau.?” Perumpamaan ini jelas menunjukkan bahwa pengampunan dari Tuhan itu adalah gratis. Tuhan ampuni segala dosa kita dengan cuma-cuma. Namun, kepada kita yang telah diampuni dosanya, maka diharapkan kita siap mengampuni orang lain. Kalau kita tidak mengampuni orang lain, maka pengampunan semula itu jadi batal. Ini jelas dikatakan oleh Yesus. Bukankah kata-kata Yesus adalah kebenaran?

Dengan penjelasan di atas, saya harapkan Sdr. Hidayat dapat mengerti bagaimana umat Advent yang ingin tetap meneruskan perjuangan Martin Luther, dengan mempertahankan prinsip “sola scriptura, sola fide dan priesthood of all believers.” Yang saya tidak mengerti ialah bila kita mau tetap mempertahankan kebenaran, tetapi kita justru disebut sesat? Misalnya Sdr. Hidayat mempertanyakan umat Advent sebab memelihara hari Sabat. Memangnya mana yang lebih Alkitabiah, atau dengan evaluasi teologis yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, hari Minggu atau hari Sabat? Dalam hal ini saya ingin sampaikan bahwa gereja Advent tidak pernah mengajarkan bahwa kita akan selamat oleh sebab pelihara hari Sabat. Tidak! Sabat tidak menyelamatkan kita. Namun kami meyakini sebagai umat Tuhan, kita patut mengikuti teladan Yesus dan perintah Allah. Dan tanda umat Tuhan di akhir zaman adalah umat yang memelihara hukum Allah (Wahyu 12:17, 14:12). Bukankah hari Sabat termasuk hukum Allah?

Pertanyaan saya kepada Sdr. Hidayat, bukankah Yesus yang menciptakan dunia (Yohanes 1:1-3, 14), kalau begitu Yesus yang berhenti hari Sabat (Kejadian 2:1-3), dan memberikan 10 hukum, termasuk hari Sabat (Keluaran 20:8-11)? Bahkan Dia adalah Tuhan akan hari Sabat (Markus 2:28, 29)? Yesus sendiri pelihara hari Sabat saat di dunia ini (Lukas 4:16), para Rasul juga pelihara hari Sabat (Kisah 13:14, 17:2; 16:13, 18:4). Bukan hanya itu, bukankah kita juga akan pelihara hari Sabat di surga? (Yesaya 66:22, 23). Bukankah Yesus itu tidak berubah? (Ibrani 13:8). Apakah Allah itu adil bila Dia merubah hari kebaktian tanpa memberi tahu kepada manusia?

Sebagian mengatakan bahwa kita harus pelihara kebangkitan, tetapi apakah ada perintah untuk itu? Bukankah kita harus menurut kepada Tuhan lebih daripada manusia (Kasih 5:29). Hanya ada 9 ayat dalam Alkitab yang menyebutkan hari Minggu, tetapi tidak ada satu pun yang mengatakan perintah perbaktian hari Minggu. Misalnya 1 Korintus 16:2, berbicara menyisihkan dana di rumah masing-masing, bukan memberikan persembahan di gereja. Atau ada yang salah mengerti dengan Kolose 2:16, sebab dikatakan digenapkan di dalam Kristus. Tetapi bukankah yang digenapi di dalam Yesus adalah yang ada sesudah dosa? Manusia jatuh dalam dosa, perlu Juru Selamat, dan sebelum Juru Selamat datang, diberikan lambang. Dan kita dapatkan banyak upacara, atau hari Sabat orang Yahudi (Imamat 23), tetapi Hari Sabat hari Ketujuh sudah ada sebelum dosa (Kejadian 2:1-3); kalau begitu tidak termasuk di dalam Kolose 2:16?

Namun kami ingin sampaikan bahwa keselamatan kita adalah oleh sebab anugerah Allah, bukan oleh sebab perbuatan. Namun orang yang telah diselamatkan patut untuk menurut hukum Allah, termasuk di dalamnya hari Sabat. Bila seorang Kristen tidak boleh membunuh atau mencuri sebab tertulis dalam hukum Allah, mengapa kita meremehkan hari Sabat? Bukankah hari Sabat juga termasuk dalam 10 perintah Allah? Hukum tersebut mengatakan secara jelas, bukan sembarangan hari, tetapi hari yang ketujuh (Keluaran 20:10). Kalau Tuhan mengatakan, “Ingatlah akan hari Sabat…(Keluaran 20:8), artinya “jangan lupa” mengapakah kita melupakannya?

Dengan penjelasan ini saya harapkan Sdr. Hidayat mendapatkan gambaran secara teologis bahwa ajaran umat Advent adalah sesuai dengan Alkitab, bukan hanya dalam doktrin sentral, tetapi juga dalam doktrin lainnya. Nah oleh sebab Sdr. Hidayat sempat mengatakan bahwa ajaran Advent itu sesat. Apakah ini adalah pandangan pribadi atau secara gereja, pandangan itu sudah dinyatakan dan disebarluaskan ke seluruh Indonesia melalui majalah Reformata, bahkan sampai ke Amerika, sebab saya menerimanya di Washington DC, maka tulisan tersebut merupakan pencemaran nama baik dari satu gereja, yang berbadan hukum di Indonesia. Sebab itu, sebagai saudara di dalam Kristus, saya memohonkan agar Sdr. Hidayat akan mencabut tulisan tersebut, dengan pernyataan permintaan maaf. Sebagai saudara seiman, kami akan memaafkannya. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih.

Saudara di dalam Yesus,

Jonathan Kuntaraf, D.Min.
(Copy dari Warta Advent Online Edisi 26)

Tugas dan Tanggungjawab Ketua Jemaat Dikutip dari Peraturan Jemaat/2017

Berikut adalah tugas Ketua Jemaat dikutip dari buku "Peraturan Jemaat" (Edisi ke 19/tahun 2017-terakhir--halaman 95-101) ;
 
Oleh  : Lasman Simanjuntak/Ketua Sidang GMAHK Jatinegara periode 2018

1.Para Ketua Jemaat harus dikenal oleh jemaat sebagai pemimpin rohani yang kuat dan harus memiliki reputasi yang baik di jemaat maupun dimasyarakat.

2. Bila Pendeta tak ada, ketua adalah pemimpin rohani jemaat

3.Melalui AJARAN  dan TELADANNYA  harus terus menerus berusaha memimpin jemaat menuju pengalaman Kristen yang lebih dalam dan penuh.

4. Ketua Jemaat harus sanggup memimpin acara-acara gereja (tambahan: Ketua Jemaat BErTANGGUNGJAWAB untuk acara-acara jemaat dan harus melaksanakannya atau mengatur orang lain untuk melaksanakannya-red)  Jadi, Ketua Jemaat harus siap melayani dalam FIRMAN dan DOKTRIN.

5. Ketua Jemaat tak boleh dipilih hanya karena KEDUDUKAN SOSIAL, atau karena dia PANDAI BICARA , melainkan karena KEHIDUPAN YANG BERSERAH dan kesanggupan memimpin.

6. Ketua Jemaat adalah "pembantu" pendeta, harus bekerja bersama-sama secara HARMONIS

7. Tugas PENGGEMBALAAN di jemaat harus dibagi antara pendeta dan ketua.Dengan nasihat Pendeta, Ketua Jemaat harus membantu dalam tugas-tugas kependetaan ,termasuk MELAWAT anggota-anggota jemaat, MELAYANI ORANG SAKIT , MENGATUR DAN MEMIMPIN upacara pemberkatan dan penyerahan bayi, MENGUATKAN MEREKA YANG KECEWA, serta membantu dalam tanggungjawab penggembalaan lainnya.

8.Sebagai pembantu Gembala, Ketua Jemaat harus terus menerus MEMPERHATIKAN kawanan dombanya.

9. Tugas Ketua Jemaat dalam upacara pernikahan adalah ; seorang Ketua Jemaat boleh menyampaikan Khotbah, melayangkan Doan, dan mengucapkan berkat.

10.Ketua Jemaat MENYOKONG PERPULUHAN --oleh mengembalikan perpuluhan dengan setia, ketua dapat melakukan banyak hal untuk mendorong anggota-anggota jemaat UNTUK SETIA mengembalikan persepuluhan. Para Ketua jemaat dapat membantu meningkatkan persepuluhan dengan mengajar orang banyak akan TANGGUNGJAWAB PENATALAYANAN secara ALKITABIAH dan juga melalui usaha pribadi dengan anggota dalam cara yang bijaksana dan menolong. Ketua harus memperlakukan semua hal yang berhubungan dengan keuangan anggota jemaat sebagai SUATU RAHASIA dan tidak boleh memberi informasi yang tak berwenang.
Ketua jemaat harus memberitahu tentang semua PERSEMBAHAN KHUSUS dan PERSEMBAHAN RUTIN. Ketua Jemaat HARUS BEKERJA SAMA SECARA ERATdengan bendahara jemaat dan memperhatikan semua dana konference di setiap akhir bulan.

11.Ketua Jemaat MENYOKONG PENDALAMAN ALKITAB , BERDOA, dan HUBUNGAN DENGAN YESUS.Sebagai pemimpin rohani, para ketua BERTANGGUNGJAWAB untuk mendorong anggota-anggota jemaat memperkembangkan hubungan dengan Yesus oleh memperkuat kebiasaan mereka DALAM MEMPELAJARI ALKITAB  dan DOA pribadi (catatan: pendalaman terus tentang apa itu BERDOA??---TERUSKAN doa X  ).

12. Ketua harus MEMBERI PERHATIAN KHUSUS dalam mengawasi apakah laporan sekretaris jemaat dikirimkan dengan segera kepada sekretaris konferens pada tiap triwulan.


12.Menyokong semua bidang pelayanan. Di bawah pimpinan dan kerjasama dengan pendeta, PARA KETUA ADALAH PEMIMPIN ROHANI JEMAAT dan BERTANGGUNGJAWAB menyokong SEMUA DEPARTEMEN dan AKTIVITAS PEKERJAAN . Ketua jemaat harus menjaga agar tetap ada hubungan yang SALING MENOLONG
  dengan para pengurus jemaat lainnya.

13. Bekerjasama dengan konferens---Pendeta, ketua jemaat, dan semua pegawai jemaat, HARUS BEKERJASAMA dengan pimpinan konferens dan para direktur departemen dalam menjalankan semua rencana yang disetujui.Mendukung RENCANA-RENCANA dan ATURAN-ATURAN konferens.Harus mempromosikan SEMUA PROGRAM dan KEGIATAN JEMAAT .Ketua harus menganggap  penting semua surat dari konferens.Surat yang perlu diumumkan kepada jemaat harus dibawakan pada waktu yang tepat. Bila pendeta tak ada , ketua harus melihat bahwa utusan ke rapat umum konferenc telah dipilih dan apakah sekretaris jemaat telah mengirim nama-nama para utusan ke kantor konference.

14. Membantu perkembangan pekerjaan sedunia----Ketua Jemaat juga harus membantu PEKERJAAN MISI SEDUNIA, dengan mempelajari pekerjaan sedunia itu dengan seksama dan menyampaikan keperluan tersebut kepada jemaat.Ketua jemaat HARUS MENDORONG anggota untuk IKUT serta menyokong dan bekerja secara pribadi untuk MISI ini.

15.Sikap baik dan kecakapan Ketua Jemaat akan sangat berarti dalam  mendorong sikap MEMBERI dari para anggota jemaat baik dalam acara kebaktian jemaat maupun dalam acara Sekolah Sabat.


Senin, 27 November 2017

Gereja Advent Senantiasa Mempraktikkan Kehidupan dan Teladan Yesus

Syalom...selamat malam..sehubungan dengan pertanyaan 'Apakah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ' sudah terima Yesus Kristus? Inilah jawabannya...selalu kembali ke Alkitab (Injil) (baca Matius 4:4)..Justru Gereja Advent (Adventis) dalam praktik pelayanan dan ibadah selalu (wajib!) mengikuti -bahkan harus-mengikuti TELADAN dan KEHIDUPAN YESUS (hari Sabat/baca Lukas 4 : 16 atau para Rasul baca Kisah Rasul 18:4)  Perpuluhan ( Maleakhi 3 :6-12), Makanan Haram (Imamat 11:1-47)....
Melalui pertobatan yang sejati, seorang Adventis -melalui pertolongan Roh Kudus-akan sungguh-sungguh bertobat (baca 2 Korintus 2:17) dengan senantiasa hidup hanya mengikuti TABIAT YESUS KRISTUS (tentang Yesus Kristus kita bisa baca kitab Matius , Markus, Lukas, Yohanes, Kisah Rasul, Roma  Korintus sampai kitab Wahyu).
Jadi, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) adalah gereja yang dinubuatkan dengan pondasi/dasar/doktrin ajaran hanya kepada Yesus dan Kebenaran-Nya sesuai dengan Injil Kristus (Roma 15:16, Roma 11:28, Roma 1 : 16-17, 2 Korintus 2:12, dan 2 Kor 4:4).
Pada akhir zaman ini , kami-umat Advent- sedang menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali (1 Tesalonika 4 :15, 1 Tes 4:14, Wahyu 1:7)....
Demikian penjelasan tertulis dari saya...Tk.Tuhan memberkati.
Lasman Simanjuntak, anggota Majelis/Diakon GMAHK Jatinegara

Minggu, 26 November 2017

Jangan Menikah dengan Pasangan Tak Seiman


Jakarta,BeritaRayaOnline,-Dalam Perjanjian Baru terdapat larangan yang sama tentang pernikahan orang Kristen dengan orang yang takut akan Allah.

Rasul Paulus, dalam suratnya yang pertama kepada Korintus, menegaskan: " istri terikat selama suaminya masih hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya asal orang itu adalah seorang yang percaya."

Sekali lagi dalam suratnya yang kedua ia menulis: janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang - orang yang tak percaya.

Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan ? Atau bagai manakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Peranan apakah yang terdapat antara Kristus dengan Belial ? Apakah bagian bersama orang - orang percaya dengan orang - orang tak percaya?

Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman ini: " Aku akan diam diam bersama - sama dengan mereka dan hidup ditengah - tengah mereka, dan aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatku.

Sebab itu: keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak - anak - Ku laki - laki dan anak - anak - Ku perempuan demikianlah firman Tuhan yang maha kuasa"

Nasehat Bagi Jemaat,hal. 169
Selamat beraktivitas Tuhan memberkati. (**)

Sabtu, 25 November 2017

Renungan Pagi : Dalam Yesus Kristus

Renungan Pagi :

"Dalam Yesus Kristus"

Syalom..selamat pagi saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus...

Subuhhari ini  (Minggu ,26/11/2017)saya terbangun sekitar pukul 04.00 wib.Seperti biasa 'berdoa' dan menyelesaikan bacaan Alkitab tahunan (Follow the Bible) 2 Korintus 2 pasal 1,2,3, dan 4.

Setelah itu belajar Firman Tuhan  Keselamatan Oleh Iman Saja KITAB ROMA (pelajaran  ke-9 Sekolah Sabat  berjudul "Tidak Ada Penghukuman pada halaman 102, Minggu 26/11/2017).

Pada pelajaran (SS) hari Minggu (26/11/2017) berjudul  "Dalam Yesus Kristus" (Roma 8:1) ada point-point penting yang perlu dicatat yakni ;

1) Di dalam Kristus Yesus artinya kita telah menerima Kristus sebagai juruselamat

2) Di dalam Kristus Yesus kita memutuskan untuk mengikuti jalan kehidupan Kristus, hasilnya adalah 'persekutuan yang erat' dengan Kristus.

3) Di dalam Kristus Yesus selalu bertolak belakang dengan di dalam daging.Sebab hidup di dalam daging berada di dalam penghukuman sebelum kita menyerahkan diri kepada Kristus.Artinya, adalah kita tetap jadi 'hamba dosa', sehingga kita berada di dalam 'hukuman mati' (Roma 7 : 11,13,24).

Khusus penjelasan mengenai DOSA yaitu dosa telah menipu kita, dosa telah membunuh kita (Roma 7:11).Bahkan dosa telah mendatangkan kematian (Roma 7:13) , sehingga rasul Paulus berkata; siapa yang dapat melepas kita dari tubuh maut (Roma 7:24).

Anggota-anggota tubuh kita telah menjadi 'tawanan dosa' (Roma 7:23), namun kita bersyukur ada Yesus Kristus (Roma 7:25).

Bagaimana sekarang  kita bisa 'bebas' dan 'merdeka' dari perhambaan dosa?? Menurut Rasul Paulus hanya bila kita  hidup dalam Roh dan  dalam Kristus Yesus  (bukan dalam daging) seperti tertulis dalam Roma 8:2 " Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut"

Sehingga rencana Kristus untuk keselamatan umat manusia sangat jauh berbeda dengan 'hukum dosa dan hukum maut' yang telah diterangkan dalam Roma pasal 7 sebagai hukum dimana dosa memerintah akhirnya adalah kematian.Gantinya 'hukum Kristus'  membawa kehidupan dan kebebasan.

"Setiap jiwa yang enggan menyerahkan dirinya kepada Allah adalah di bawah pengendalian kuasa yang lain.Ia bukan milikNya sendiri.Ia mungkin berbicara tentang kemerdekaan,tetapi ia berada dalam perhambaan yang paling hina..Meskipun ia memuji dirinya bahwa ia sedang mengikuti bisikan kalbu dari pertimbangannya sendiri , namun ia menaati kehendak putra kegelapan ..Kristus datang untuk memutuskan belenggu perhambaan dosa dari jiwa"--Ellen G.White, Alfa dan Omega jilid 6 hlm 80.

Pertanyaan sekarang-bagi saya dan saudara- apakah anda seorang hamba, atau apakah anda bebas di dalam Kristus Yesus? Bagaimanakah anda dapat mengetahuinya dengan pasti?

Terima kasih.Tuhan Yesus memberkati.🙏🏼🙏🏼🙏🏼

Evg.Lasman Simanjuntak-Pamulang

Jumat, 24 November 2017

Yesus Memberitakan Injil, Bagaimana dengan Kita?

Pengkhotbah : Pulo Lasman Simanjuntak


Judul Khotbah                      : Yesus Memberitakan Injil, Bagaimana dengan kita ?

Ayat Inti                                : Lukas 8 :1

Ayat Sahut-Sahutan              : Galatia 1:6-12

Lagu Buka                            : Tarik Jiwa Satu (Lagu Sion Edisi Lengkap No.267 )

Lagu Tutup                           :  Aku Dengar Yesus Panggil (Lagu Sion Edisi Lengkap No.257)

Cerita Anak-Anak                :  Eykel Simanjuntak



Apa itu Injil?  

Injil itu kekuatan Allah

" Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis :Orang benar akan hidup oleh iman" (Roma 1: 16-17

Saat Tuhan Yesus Kristus-setelah kebangkitanNya- akan naik ke sorga-di depan murid-murid Tuhan di tanah Galilea berpesan sesuatu yang begitu penting yaitu pesan Amanat Agung Yesus Kristus, ‘Perintah untuk Memberitakan Injil’ (Matius 28 :16-20) serta Pekabaran Tiga Malaikat (Wahyu 14:6).

Bagaimana Yesus memberitakan Injil :

1) ” Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah.Kedua belas muridNya bersama-sama dengan Dia” (Lukas 8:1)

2) ” Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa, Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan ” (Matius 9:35)

3) "Jawab-Nya : Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang. Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan" (Markus 1: 38-39)

4) "Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutusNya memberitakan Injil " (Markus 3:14)

5) "Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta Tua-tua ke situ " (Lukas 20:1)


6) "dan lagi, dalam nama-Nya, berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini." (Lukas 24:47-48)

7) "Melainkan pergilah ke domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah, dan beritakan kerajaan Sorga sudah dekat" (Matius 10: 6-8)

8) "Lalu Ia berkata kepada mereka : Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil ke semua mahluk" (Markus 16 : 15)

7 ) "Mereka pun  pergilah  memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dalam meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya"  (Markus 16:20)

8) Yesus memberitakan Injil ” di luar bangsa Yahudi” (di luar gereja)yaitu misi penginjilan Yesus kepada perempuan Samaria di sumur Yakub (Yohanes 4 :21-26)….kepada seorang perwira tentara Roma di Kapernaum (Matius 8: 5-13 dan Lukas 7 : 1-10)….


A pa kata Roh Nubuat (Ellen.G.White) tentang mengapa kita harus menginjil ke seluruh dunia?

1).Dan tidak seorang pun tertulis namanya dalam buku Sorga, jikalau tak punya semangat misionaris (Review and Herald 23 Agustus 1892)

2)Allah dapat menjangkau tujuanNya dalam menyelamatkan orang berdosa tanpa bantuan kita.Tetapi agar kita bisa mengembangkan suatu tabiat seperti Yesus kita harus mengambil bagian dalam pekerjaanNya kesukaan melihat jiwa yang ditebus oleh pengorbananNya (DA 142)

3)Tidak seorangpun bekerja bagi Tuhan tanpa kasih pengorbanan diri , kuasa itu dalam apa?…Kuasa kita bukanlah di dalam talenta, pendidikan, atau kekayaan, dan tidak pula dalam nama yang dikenal.Tetapi kuasa itu ada dalam pengorbanan diri (SD.236)

4)Menginjil akan meningkatkan mutu kerohanian : “Kemampuan rohani akan semakin lemah, dan akhirnya mati karena mereka tidak bekerja untuk memenangkan jiwa bagi Kristus” (9 T 109)

5)Adalah “bersalah” jika : “Tidak seorangpun yang disebut ‘tidak bersalah’ dihadapan Allah jika mereka tidak bekerja dengan sunggu-sungguh, dan tidak mementingkan diri untuk keselamatan jiwa-jiwa (5 T 395)

6).Ternoda oleh sifat ‘mementingkan diri ‘ : Engkau menunjukkan semangat yang besar dalam pekerjaan misionaris , akan tetapi telah dinodai oleh sifat mementingkan diri, dan citra untuk kepentingan diri hal itu membuat tidak ada artinya dihadapan Tuhan, karena hal itu merupakan persembahan yang cacat dihadapan Allah” (7 BC 961-963 EGW).

7).Jika kita tak bersedia melakukan pengorbanan yang khusus untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang binasa, bagaimanakah kita layak untuk masuk ke dalam kota Allah? (9 T 103)


9)Buku Nasehat Bagi Sidang jilid 4 halaman 386 dan jilid 6 halaman 426, jilid 9 halaman 103


Terima kasih...Tuhan Yesus memberkati.

Sabat, 2 Desember 2017























Minggu, 19 November 2017

Hari Ini Pasang Wifi dari Telkomsel

Pamulang, BeritaRayaOnline, Hari ini Minggu (19/11/2017) memasang jaringan internet telkomsel (indihome) yang memakai paket per bulan. Kita usahakan bulan depan akan menggunakan paket untuk internet dan tv kabel.. (eykel lasflorest)