Minggu, 05 Januari 2020

Mentan Syahrul Ajak Pola Hidup Sehat di Acara Taniday Denpasar

Denpasar,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan pentingnya menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat. Hal ini disampaikan Syahrul saat menggelar lari pagi Car free day yang berlangsung di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Minggu (5/1/2020).

"Hari ini kita berkomitmen untuk mengkonsumsi makanan sehat, agar pikiran sehat, tubuh sehat dan indonesia sehat. Tapi ingat, kita juga harus makan yang sesuai dengan budaya kita. Yang suka makan sagu makan sagu lebih banyak, yang suka makan jagung makanlah jagung lebih banyak," ujar Syahrul.

Syahrul berharap Provinsi Bali menjadi pionir menggerakan pola hidup sehat dari hasil pertanian. Kata dia, Provinsi Bali harus menjadi lokomotif dan saksi sejarah dalam mengawal perjalanan pertanian modern dan ekspor.

"Besok pertanian kita harus lebih maju, harus lebih mandiri dan harus modern. Kita hadir di Bali ini tidak lain untuk kepentingan kehidupan kita hari ini dan esok. Kita hadir untuk mengatakan negara kita adalah negara besar yang tidak boleh kalah dari negara lain," katanya.

Menurut Syahrul, tahun ini adalah tahun baru untuk membuktikan bakti kepada Tuhan bahwa pertanian Indonesia jauh lebih baik dan layak bersaing dengan negara-negara besar di dunia.

"Inilah saatnya kita berbakti pada Tuhan, Bangsa dan Negara bahwa kita memiliki potensi yang luar biasa. Kita pasti menjadi negara besar yang mampu menghadirkan lapangan pekerjaan luas dengan teknologi pertanian yang lebih kuat," katanya.

Syahrul menambahkan, Provinsi Bali harus menjadi gerbang utama bagi lalu lintas ekspor Indonesia ke berbagai negara. Bali kata Syahrul harus menjadi simbol kebangkitan pertanian modern, maju dan mandiri.

"Waktu saya camat, belajar pengairan itu di Bali. Bagi saya, Bali telah mengajarkan segalamacam. Oleh karena itu tahun ini adalah tahun pertanian. Pertanian di Bali harus lebih baik lagi. Dari sebuah aspek, Bali adalah pintu gerbang ekspor bagi Indonesia," tukasnya.(*)

Sumber berita dan foto :Rilis Kementan, 5 Januari 2020 Nomor : 6/R-KEMENTAN/01/2020
Editor             : Lasman Simanjuntak

Posko Sinergi BUMN Peduli Bekasi Turunkan Tim Evakuasi dan Hingga 5 Januari Telah Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Senilai Rp. 495 Juta

Bekasi,BeritaRayaOnline,-Sejak banjir hari pertama, Posko Sinergi BUMN Peduli Bencana Banjir Wilayah Bekasi telah menurunkan tim evakuasi warga korban banjir dan menyalurkan bantuan kebutuhan darurat korban banjir di lebih dari 50 lokasi di wilayah Bekasi.

Posko Sinergi BUMN Peduli Bencana Banjir Bekasi diinisiasi oleh Kementerian BUMN dan bertindak sebagai koordinator adalah Jasa Marga yang beranggotakan 19 BUMN lainnya yaitu BRI, BTN, Jasa Raharja, KAI, Mandiri, Indofarma, Kimia Farma, Perumnas, Bukit Asam, Jasa Tirta 2, Telkom, PT KBI, PT PP, PLN, BNI, Amarta, Jamkrindo, RNI dan Angkasa Pura 1.
 
Di luar wilayah Bekasi, Kementerian BUMN juga membangun posko bantuan di wilayah, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Bekasi, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Karawang, dimana di wilayah-wilayah tersebut juga dikepalai oleh satu BUMN sebagai koordinator. BUMN koordinator yang didukung oleh BUMN-BUMN lainnya.

Menempati Posko di Kantor PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) di Jatiasih, Bekasi, Jasa Marga mengkoordinasikan pengumpulan bantuan dari BUMN lainnya serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi untuk pendistribusian kepada korban banjir di Bekasi.

Dua hari pertama bencana banjir melanda (1-2 Januari 2020), Jasa Marga selaku koordinator Posko BUMN Peduli Bencana Banjir Wilayah Bekasi menurunkan 25 orang terpilih yang telah terlatih dan bersertifikat dalam keahlian bidang medis dan evakuasi dari beberapa kelompok pegiat alam yaitu Jasamarga Pegiat Alam (Jasmapala) Jasa Marga Group dengan menurunkan 2 unit perahu karet untuk evakuasi dan penyediaan makanan untuk korban banjir di Perumahan Duta Indah, Perumahan Bumi Nasio dan Perumahan Villa Nusa Indah untuk mengevakuasi warga.

Sejalan penanganan evakuasi tersebut, Posko BUMN Peduli Bencana Banjir Wilayah Bekasi juga mengumpulkan bantuan darurat untuk korban banjir berupa makanan, air mineral, sembako, selimut, alas tidur, popok bayi, dan lainnya dengan total jumlah yang diidstribusikan hingga saat ini mencapai hingga Rp. 495 juta.

Jumlah ini didistribusikan oleh enam tim yang telah dibentuk dan mendistribusikan bantuan di 50 (lima puluh) titik lokasi, diantaranya di Kecamatan Jati Asih, Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Rawa Lumbu, Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Mustika Jaya dan sekitar wilayah Bekasi lainnya yang tekena dampak banjir
 
Corporate Secretary Jasa Marga M. Agus Setiawan selalu koordinator Posko BUMN Peduli Bencana Banjir Wilayah Bekasi mengatakan selama cuaca Jadetabek diprediksi masih akan turun hujan, posko ini akan selalu ada untuk warga Bekasi yang membutuhkan.
 
“Hingga saat ini kami masih menyalurkan bantuan ke berbagai lokasi yang terdampak banjir di wilayah Bekasi. Walaupun beberapa hari ini curah hujan relatif rendah, kami tetap menyiagakan petugas untuk memberikan bantuan pertama kepada warga khususnya di lokasi yang rawan banjir,” ujar Agus.
 
Salah satu penerima bantuan di wilayah Jatikramat Bekasi, yang diwakili Ketua RW 04 Rosyid selaku koordinator penyaluran bantuan di wilayah tersebut mengucapkan terima kasih kepada seluruh BUMN atas upayanya dalam meringankan beban warga yang terdampak bencana banjir.
 
“Seluruh bantuan yang kami terima dari BUMN sangat membantu kami dalam menjalankan Posko Darurat dan Dapur Umum di wilayah kami untuk memenuhi kebutuhan para korban banjir. Terima kasih, BUMN,” ujar Rosyid.(*)

Sumber berita : PRESS RELEASE
PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
No. 01/2020
Tanggal 5 Januari 2020

Editor : Lasman Simanjuntak


Sempat Tergenang, Produksi Bawang Merah Nasional Tetap Aman

Brebes,BeritaRayaOnline,-Tingginya curah hujan yang mengguyur Pulau Jawa pada awal Januari 2020 berdampak banjir di mana-mana. Tak hanya Jabodetabek, banjir juga menerjang kawasan penghasil bawang merah terbesar di Indonesia yaitu Brebes. Hujan terjadi terus - menerus sejak 31 Desember malam sampai 1 Januari sore hari menyebabkan sebagian lahan bawang merah tergenang lebih dari 24 jam. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati, saat dihubungi menyebut bahwa genangan air di lahan bawang merah awal tahun ini lebih disebabkan curah hujan yang tinggi, bukan luapan air sungai seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. 

"Tim kami bersama-sama dengan petugas pusat (Kementan, red), sementara berhasil mengidentifikasi lahan-lahan yang terdampak banjir. Lokasinya meliputi  empat kecamatan dengan total lahan terdampak seluas 616 hektare," terang Yulia.

Wilayah terdampak paling luas berada di Kecamatan Wanasari seluas 457 hektare di 9 desa, Kecamatan Bulakamba 106 hektare di 8 desa, Kecamatan Tanjung 45 hektare di 2 desa dan Kecamatan Kersana 8 hektare di 2 desa. 

"Dari jumlah tersebut tidak semuanya puso atau mati. Kami masih mengidentifikasi lagi berapa yang puso sambil menunggu masa pemulihan 3 hari ke depan," sambungnya.

Yulia menandaskan bahwa luasan bawang merah yang terdampak banjir di wilayahnya kurang dari 10 persen dari total areal tanam yang ada. 

"Luas areal tanam bawang merah Brebes mencapai 6 ribu hektare lebih. Terlebih kalau dihitung yang puso, perkiraan kami lebih kecil lagi persentasenya. Meski kita prihatin dengan kondisi yang ada, tapi saya himbau masyarakat untuk tetap tenang. Pemerintah tentu tidak akan tinggal diam dengan situasi ini. Para pedagang juga tidak perlu berspekulasi berlebihan karena secara umum bawang merah Brebes aman terkendali," jelas Yulia optimistis.

Dikonfirmasi terpisah, Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Sukarman, membenarkan terjadinya sebagian lahan bawang merah yang tergenang di Brebes. Pihaknya mengaku telah menerjunkan tim reaksi cepat ke lapangan untuk memantau dan mengidentifikasi dampak banjir. 

"Pantauan tim kami, saat ini banjir sudah mulai surut. Beberapa titik masih terlihat genangan. Untuk tanaman yang tergenang pada umur lebih dari 40 hari bisa dilakukan panen muda. Tanaman umur 15 - 40 bisa dilakukan upaya penyemprotan fungisida dan pemberian dolomit. Sedangkan untuk tanaman berumur dibawah 15 hari kemungkinan besar tidak bisa diselamatkan. Berapa angka pastinya masih dalam proses identifikasi," papar Sukarman.

Proses pendataan kelompok tani yang lahannya terdampak, kata Sukarman, juga masih dalam tahap _cross check_ mengingat tidak semua petani yang lahannya terdampak tergabung ke dalam kelompok tani.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) H Juwari saat dihubungi mengatakan luas areal bawang merah yang terdampak genangan tidak terlalu luas sehingga pasokan nasional masih aman. 

"Pasokan bawang merah secara nasional Insya Allah masih aman. Saat ini kan produksi bawang merah tidak hanya tersentral di Brebes, sudah berkembang di banyak daerah di Indonesia," ujarnya. 

Meski begitu, Juwari berharap pemerintah dan instansi terkait bisa melakukan upaya _recovery_ khususnya kepada para petani Brebes yang tanamannya puso atau busuk akibat lahannya tergenang lebih dari 2 malam. 

"Misalnya berupa bantuan benih agar petani bisa cepat pulih dan bangkit kembali menanam bawang merah," tukasnya.(**/Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak

Mentan Syahrul Dorong Karangasem Bali Optimalkan Pertanian dan Peternakan



 

Karangasem,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri pertemuan dan tatap muka dengan para penyuluh dan petani di Kabupaten Karangasem, Bali. Pertemuan ini digelar dalam rangka mewujudkan pertanian modern, maju dan mandiri.

"Kehadiran kami adalah untuk memastikan bahwa Karangasem harus lebih baik dari hari ini. Saya yakin alam yang Tuhan berikan kepada Bali adalah alam yang khusus pilihan Dewa agar kita hidup lebih baik lagi," ujar Syahrul, Minggu (5/1).

Menurut Syahrul, sektor pertanian menjadi pilihan penting karena mampu memberikan kehidupan layak dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. Sektor ini merupakan sektor utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kalau begitu apa yang disiapkan Tuhan yang tidak akan ada ruginya adalah bertani. Negara hanya bisa baik kalau pertaniannya baik. Karangasem hanya bisa hidup sejahtera kalau pertaniannya baik. Sekarang sudah baik, tapi kita tidak boleh diam dan harus lebih baik lagi," katanya.

Syahrul mencontohkan, jika satu hektare lahan jagung mampu menghasilkan 8 ton, maka hasil penjualan panen bisa mencapai Rp 24 juta perhektare. Angka tersebut bisa dihitung melalui rata-rata nilai jual yang saat ini mencapai  Rp3.000 perkilogram.

"Ini baru jagung saja yang belum diapa-apakan. Bagaimana jika kita olah menjadi produk olahan dan dipasarkan secara luas, maka keuntungan dari bertani yang baik bisa besar sekali. Dan kalau ini dilakukan secara merata, Insya Allah ke depan negara kita jadi lumbung pangan dunia," katanya.

Disisi lain, pemerintah juga sudah menyiapkan layanan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memiliki nilai bunga sangat rendah, yakni hanya 6 persen. Program ini bisa diajukan melalui mekanisme dan aturan yang tertera di Kementerian Pertanian.

"Di dunia pertanian, inilah saatnya rakyat punya uang sendiri dengan menggunakan dana KUR. Di kami ada Rp 50 miliar yang bisa dimanfaatkan. Dengan dana ini, kita bisa merebut cara bertaninya negara lain untuk kita siapkan dalam persaingan. Sekali lagi, yang paling dahsyat bagi saya adalah kita mampu menggunakan anggaran KUR dengan baik," katanya.

Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri Pertanian ke Kabupaten Karangasem. Menurut dia, kehadiran Mentan akan menambah daya gedor petani Karangasem untuk mengoptimalkan potensi pertanian dan sektor peternakan yang ada.

"Kabupaten Karangasem memiliki potensi yang sangat luar biasa karena wilayah ini adalah hulunya Bali dan juga spiritnya Bali. Kenapa demikian, karena kami menyimpan Gunung Agung sebagai poros dunia serta memiliki potensi ternak sapi yang luar biasa. Sejauh ini angka produksi di kami mencapai 127 ribu ekor sapi," tukasnya.(*)
Sumber berita : Rilis Kementan, 6 Januari 2020
Nomor : 07/R-KEMENTAN/01/2029.
Editor   : Lasman Simanjuntak

Menteri Pertanian Dukung Program Satu Juta Ternak Sapi Bali

Denpasar,BeritaRayaOnline,-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendukung sepenuhnya program Provinsi Bali mencapai Satu Juta Ternak Sapi Bali.

 Hal tersebut disampaikannya saat menyaksikan penandatangan tiga nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian dengan Gubernur Bali di Denpasar, 4 Januari 2020. Salah satu nota kesepahaman tersebut adalah terkait Populasi Sejuta Sapi Bali Mendukung Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan). 

Menurut Mentan SYL, Bali merupakan provinsi yang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang sangat besar. Dengan adanya nota kesepahaman ini, maka Kementan akan mendukung sepenuhnya program-program pertanian dan peternakan di Bali. 

"Pada hari ini telah ditandatangani tiga buah nota kesepahaman antara Kementan dan Pemda Bali. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan pertanian menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern,"ungkap Mentan SYL. 

Lebih lanjut Mentan juga menyampaikan harapannya bahwa dengan meningkatnya produksi dan produktivitas maka ke depan produksi pertanian tersebut bisa diekspor. Langkah ini lanjutnya sejalan dengan gerakan tiga kali ekspor atau Gratieks. 

Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan bahwa Provinsi Bali merupakan provinsi yang berbasis pertanian, dan penyediaan pangan merupakan salah satu program utama saat ini. 
Dukungan Kementan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Bali dipandangnya sangat penting dalam membantu program Pemda dan masyarakat Bali. 

"Bali kaya akan komoditas pertanian lokal seperti jeruk, salak, kopi, sapi, kambing dan lain-lain. Namun komoditas-komoditas ini belum diberdayakan secara optimal. Ke depan, diharapkan bantuan Kementan untuk mengoptimalkan potensi ini," jelasnya. 

Khusus terkait Program satu juta ternak Sapi Bali pada tahun 2025, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menyampaikan bahwa target tersebut dapat dicapai apabila ada peningkatan jumlah induk sapi sebesar 30%-45 % dari populasi saat ini, dan didukung oleh peningkatan kelahiran pedet sebesar 80%-85% dari Indukan jumlah sapi. Sementara itu angka pemotongan sapi betina produktif di Bali harus bisa diturunkan hingga 5%-10% dari pemotongan tercatat saat ini, dan angka kematian pedet harus diturunkan ke angka di bawah 5% dari sapi yang lahir.

"Apabila parameter-parameter tersebut tercapai, maka program sejuta ternak Sapi Bali akan kita capai. Ditjen PKH selalu siap mendukung program ini, karena hal ini sejalan dengan Sikomandan, salah satu program penting dari bapak Mentan SYL," pungkasnya.(*/Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak

TaniDay Bali, Mentan serahkan Mobil TTI dan Cold Storage ke TTIC Bali


 Denpasar,BeritaRayaOnline,- Untuk mengenalkan dan mengedukasi publik mengenai program pemerintah dan gerakan masyarakat di bidang pertanian, Kementerian Pertanian menggelar TaniDay di Lapangan Renon, Denpasar Bali, pada Minggu (5/1/2020).

 Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang hadir dalam acara tersebut berkesempatan menyerahkan secara simbolis 1 unit mobil operasional Toko Tani Indonesia Centre( TTIC) dan 2 unit Cold Storage (mesin berpendingin) kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. "Kita harapkan 117 TTI di Bali dapat terlayani lebih baik lagi dengan adanya mobil ini," ujar Menteri yang akrab disapa SYL ini saat menyerahkan bantuan.


 Coldstorage yang disimpan di TTIC berfungsi untuk menyimpan cabai dan bawang merah dalam waktu lama bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Ketika terjadi ketidakstabilan harga, dua komoditas tersebut dapat dikeluarkan untuk intervensi pasar. "Semoga dengan adanya bantuan cold storage ini produk petani bawang merah terserap dan dapat membantu kebutuhan masyarakat akan bawang merah," tambah Mentan SYL. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnu Wardhana menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.



 "Tentu saja mobil dan cold storage ini sangat menunjang dalam pengelolaan TTIC kami. Kami sangat berterima kasih sekali kepada Bapak Menteri dan Kepala Badan Ketahanan Pangan yang sudah memperhatikan kebutuhan kami" ungkapnya. 

Dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi menyampaikan peran TTI dalam agenda TaniDay. "Kami upayakan dalam setiap acara TaniDay, kami berpartisipasi untuk memeriahkan acara dengan mengikutsertakan gapoktan binaan dan mitra kerja TTIC untuk mengisi stand dan melakukan penjualan pangan murah," jelas Agung.

 Di acara TaniDay kali ini, Mentan SYL dalam sambutannya juga mengajak masyarakat untuk berkomitmen dan mengampanyekan makan makanan sehat, diversifikasi pangan lokal dan mengurangi food waste.

 "Jangan ada lagi food waste, makan secukupnya, makan sesuai porsi kita, jangan buang percuma. Mari kita berkomitmen makan sehat, agar hati sehat, pikiran sehat, tubuh sehat sehingga Indonesia makin maju," ujar SYL. Hadir dalam TaniDay ini Komisi IV DPR RI, anggota DPD RI, pejabat eselon 1 dan 2 lingkup Kementerian Pertanian, serta jajaran pejabat Pemprov Bali dan Pemkot Bali.(*/Bro-1)

Editor : Lasman Simanjuntak

Kementeriaan PUPR Tambah Alat Berat Untuk Percepat Buka Akses Daerah Terisolir di Sukajaya, Bogor

 BeritaRayaOnline,- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan menambah kendaraan alat berat agar jalan utama menuju desa-desa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang terisolir akibat longsor bisa diakses dalam waktu seminggu ke depan

. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar akses menuju Kecamatan Sukajaya segera dibuka. "Ini ada beberapa desa yang terisolir. Untuk itu saya buat dua tim. Kalau Bapak Presiden Jokowi kasih waktu seminggu, itu insyaAllah bisa tembus," kata Menteri Basuki usai meninjau lokasi longsor untuk memastikan peralatan berat berfungsi optimal pada Minggu (5/1/2020).

 Sedikitnya, kata Menteri Basuki 11 kendaraan alat berat akan diterjunkan untuk menembus jalan-jalan utama yang tertutup longsor. Adapun Kementerian PUPR sejak kemarin (Sabtu, 4/1/2020) telah mengirimkan alat berat ke lokasi longsor di Kecamatan Sukajaya, yaitu 6 excavator, 1 loader, dan 1 buildozer. "Metodenya, setelah satu jalur menuju Sukajaya tembus, selanjutnya alat berat ini langsung berangkat ke desa berikutnya, kemudian kendaraan di belakang masuk untuk membersihkan," jelas Menteri Basuki

. Sedangkan, kata Menteri Basuki, jalan utama menuju Desa Pasir Madang ditarget bisa selesai dan dapat diakses besok sore (Senin, 6/1/2020). "Untuk Desa Pasir Madang, Sukajaya, mudah-mudahan besok sore bisa tembus," kata Menteri Basuki. 

 Desa Pasir Madang, merupakan 1 dari 6 Desa yang hingga kini masih terisolir akibat longsor. Pada hari Rabu 1 Januari 2020 pukul 06.00 WIB terjadi hujan deras yang membuat Sungai Cidurian di Kabupaten Bogor meluap dan mengakibatkan beberapa wilayah sekitarnya mengalami banjir dan longsor. 

 Selain Desa Pasir Madang, masih banyak titik longsor yang menutup jalan-jalan utama menuju desa-desa lainnya yang juga mengalami bencana longsor, yakni Desa Kiarasari, Kiara Pandak, Urug, Cisarua, dan Desa Cileuksa. Untuk akses jalan yang tertutup akibat banjir dan longsor, sebagian titik sudah terbuka yakni pada Jalan Raya Cigudeg – Kecamatan Sukajaya sepanjang 7 Km sudah, Posko Utama – Sub Pos Harkat Jaya sepanjang 2 Km, dan ruas Jl. Kiarasari – Jl. Pasir Madang sudah berhasil dibuka 4 titik dari 13 titik longsoran. 
 Presiden Jokowi bersama rombongan, pagi tadi, Minggu 5 Januari 2020, berangkat menuju Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU. Rombongan Presiden yang terdiri dari tiga helikopter lepas landas dari Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada pukul 08.15 WIB. 

Pada pukul 08.30 WIB, dua helikopter yang ditumpangi oleh perangkat kepresidenan dan membawa bantuan logistik untuk pengungsi berhasil mendarat terlebih dahulu di helipad Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Namun karena cuaca buruk, pilot helikopter Presiden memutuskan untuk kembali ke Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor dan tiba pada pukul 09.05 WIB. Setibanya di Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, atas perintah Presiden, Menteri Basuki langsung menuju Kecamatan Sukajaya melalui jalur darat. Dalam kunjungan ke Kecamatan Sukajaya, Menteri Basuki didampingi oleh Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Athiyanto Busono. (*) 

Editor : Lasman Simanjuntak