Kamis, 10 November 2022

7 Puisi Karya Pulo Lasman Simanjuntak

Sajak : Pulo Lasman Simanjuntak

MULUT 

di pasar seni pada hari perhentian  
yang dilanggar sebelum matahari terbenam 
mulut dapat menabrak keras 
jadi sebuah bencana  
paling memalukan 

aku ketakutan  
mendengar pujangga palsu 
berteriak-teriak  
bumi bergetar 
padahal bukan baca puisi 
sampai senjahari  
semoga darah jantungnya  
tak lagi memompa keterasinganku 

sampai amarahnya meledak 
di lantai keramik selasar berbayar 
cepatlah naik ke pentas pertunjukan teater 
ada ritual-ritual paling mengerikan 
supaya tuntas  
antara mulut dan kehidupan rohani 
tetap harus menyatu 

Jakarta, Minggu 30 Oktober 2022

DIAGNOSIS 

bermula dari sehamparan lantai beton  
disuntik kuman sangat dingin   
ia tertidur nyenyak  
tak sadar tubuhnya   
dimakan lahap  
sangat ganas 

bertahun-tahun menikmati   
harta kekayaan disebar  
dengan tangan kemalasan 

kini ia terbaring lemah  
tenggorokannya  lumpuh  
dengan paru-paru berdarah  
disedot kesunyian  
mencair dalam slang infus biru 

dipanggilnya keluarga inti  
menghadap seribu malaikat  
berjubah hijau lumut  
dipaparkan gejala dan tanda klinis  
dosanya tersumbat di jantung   
amarahnya bersembunyi di ginjal 

ia sendiri ingin lari ke padang gurun  
sangat ketakutan  
sudah terbayang hari esok  
mimpinya harus kembali turun  
ke area pemakaman sendirian  
tak ada lagi
suguhan makanan dan minuman 

Jakarta, Jumat 21 Oktober 2022

LELAKI TANPA KELAMIN 

lelaki tanpa kelamin  
rajin menyapa hujan sore hari    
setiap mau menembus belantara kota   
hari-hari mengerikan 

paru-parunya telah terinfeksi   
bakteri takut matahari   
bahkan jantungnya   
hanya berdetak dua kali  
semakin gelap gulita   
mau turun ke planet  
orang mati 

lelaki tanpa kelamin  
punya sepotong ginjal   
yang telah membuat bengkak   
seisi rumah suci  
tempat kumpulan orang berdoa   
memunguti dosa-dosa  
masa lalu paling menyakitkan 

lelaki tanpa kelamin  
pingsan sejenak   
lalu bangkit lagi  
menabur bunga mawar   
di atas ranjang penyakit menular  
sungguh sangat liar 

masihkah ada pengharapan  
lantaran kemiskinan  
terus berkepanjangan 

Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2022

RANJANG MAUT 

kusapa dari wajah kitab suci  
tubuhmu terus membengkak  
menjelma jadi sebuah bangunan  
rumah sakit bertingkat-tingkat 

lalu menatap langit senjahari  
yang menelan habis  
kuman-kuman diagnosis penyakit  
menyebar kesepian berdahak  
dari seorang perjaka tak punya sperma 

pukul berapa jam bezuk, tanyamu  
bau infus telah menyebar sampai  
tanah kuburan yang basah  
airmata memerah  
amarah menular dusta 

“kalau kematianku tiba, biarlah dibungkus kain kafan tua, sebab peti mati harganya terlalu mahal untuk dijual di bawah bumi tak berpenghuni,” pesanmu 

maka sebelum pulang ke rumah  
telah kusodorkan ranjang maut ini  
persis di bawah perutmu yang berlobang  
disuntik menjadi sebuah terowongan berair  
tembus sampai ke liang lahat  
mengerikan memang ! 

Jakarta, Rabu Sore, 19 Oktober 2022

KHOTBAH 

berabad-abad khotbah   
sudah digelar  
di atas mimbar tradisional   
sampai menelan rakus    
media digital kelaparan  
kita mau berjalan pasti   
menembus langit merah ketiga  

padahal setiap lonceng arloji    
berdetak keras   
kita telah tersesat    
dalam sebuah permukiman liar 
tak mampu lagi menyanyikan  
tentang lima ribu orang makan roti perjamuan   

ikan-ikan beterbangan  
benua orang-orang kesunyian 
haruskan kita bermain sandiwara ?  
sepanjang pekabaran surga    
disampaikan bertubi-tubi   
pada layar zoom    
disuguhkan segelas jeruk   
dalam perut bumi 

sementara busana kita berdarah beku   
ditabrak keras rembulan    
di bawah jembatan kereta melayang   
trotoar jalan keremangan  
air jamban 

tak mampu lagi kulanjutkan khotbah ini  
karena aku harus segera  
kembali masuk rahim bumi  
dengan tangan kudung   
dalam sembilan angin sakal  
terjual sangat membosankan 

Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis 13 Oktober 2022

KOLAM KEMATIAN 

seikat perjalanan dimulai dari peta  
kuku-kuku waktu  
menggelisahkan sekujur tubuhku 
tak lagi mampu  menghisap  
mulut matahari  
bernyanyi kidung pagihari  

sepi  makin terkurung pada batin ini
apa lagi yang harus disantap   
dari dalam perutmu tak ada janin bayi  
tinggal terbungkus tulang belulang  
ditikam gizi buruk  
pada cuaca ekstrem yang semakin buruk rupa

tidurlah sayang  
sampai nanti  
jasad ini mau dibakar   
beralaskan debu dan tanah 

pada akhirnya   
aku terus berlari keletihan  
mengejar angin malam kecelakaan  
imajinasi  sungguh mematikan 

sampai di pertengahan kota  
ada darah segar   
di pori-pori aspal jalan

"jangan takut, silahkan jalan terus, kejarlah mimpi-mimpi itu sampai engkau tak lagi kelaparan akan firman maupun makanan menyehatkan," pesan terakhir seorang lelaki muda  

tanpa buah dada   
terkapar  
mencium ganas rembulan 

Jakarta, Kamis 13 Oktober 2022


LELAKI MATA TULI JATUH DI RANJANG SEPI 

lelaki mata tuli jatuh di ranjang sepi  
tubuhnya dari kertas emas   
seperti hewan pemalas  
takut menyapa matahari begitu keras 

lelaki mata tuli tidur di ranjang sepi  
bantalnya batu ditiup angin pagi  
tak memikirkan harga-harga  
pangan melambung tinggi 

air minumnya dari bensin 
dengan bayaran hanya kuitansi 
sekarang lelaki mata tuli  
sedang merenung di kamar mandi  
disetubuhi bau terasi 
bangkai tikus mati  
rajin onani berulangkali  
ia ingin memeluk negeri khatulistiwa ini  
tanpa kelaparan lagi 

Jakarta, Rabu 7 September 2022 

Puisi DI BAWAH KEGANASAN HALTE BUS Karya Pulo Lasman Simanjuntak

DI BAWAH KEGANASAN HALTE BUS

Puisi  : Pulo Lasman Simanjuntak

kuteteskan dendam
dengan kalimat-kalimat tuli
sudah berapa kilometer
kertas-kertas putih ini
disebar ditiap persimpangan kehidupan

merambah paku-paku bumi
hiruk pikuk perawan
harus diungsikan
dari rangkulan bapak
pandai puluhan bahasa

negeri-negeri langit
tak gentar minum air bersih
tanah rawa yang gagah perkasa

kukirim lagi nyawamu
ke tubuh gedung-gedung keramik
untuk menyantap bubur lumut
sampai otakmu mau muntah darah

dinihari waktu senggang
kutelantarkan angan-angan
bagi ribuan kamar panti pijat
yang makin berbusa-busa

Jakarta, Kamis, 10 November 2022

8 Puisi Karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak

Puisi

Pulo Lasman Simanjuntak

LELAKI MATA TULI JATUH DI RANJANG SEPI

lelaki mata tuli jatuh di ranjang sepi
tubuhnya dari kertas emas
seperti hewan pemalas
takut menyapa matahari begitu keras

lelaki mata tuli tidur di ranjang sepi
bantalnya batu ditiup angin pagi
tak memikirkan harga-harga
pangan melambung tinggi
air minumnya dari bensin dengan bayaran hanya kuitansi

sekarang lelaki mata tuli
sedang merenung di kamar mandi
disetubuhi bau terasi dan bangkai tikus mati
rajin onani berulangkali
ia ingin memeluk negeri khatulistiwa ini
tanpa kelaparan lagi

Jakarta, Rabu 7 September 2022

KELAPARAN AKUT 
                        -episode dua-

membangun mezbah batu pagi ini
kembali membuat otak kecilku
terluka parah
dirajam seorang lelaki
tanpa kelamin

matahari terlihat kian kurus
menusuk-nusuk paru-paru
ke dalam perut rumah persinggahan
selalu gelisah antara dua pilihan kelabu

mencuri sepiring beras merah
ataukah berteriak di pinggir jalan sambil memungut persembahan

hayo, ajakku sambil menggendong
sekarung derita di bahumu tulang belulang
kita mulai bangkit berdiri
di pinggiran kota pandemi ini

sebab masa kelaparan telah tiba
di depan pintu negerimu nusantara
kutagih terus utang renternir dua miliar rupiah
bersamaan dengan datangnya
kenaikan harga bahan bakar minyak
yang bakal tergilas
pecah seperti balon gas

Jakarta, Minggu 3 September 2022

SAJAK KRITIS

hari ini kembali sajakku menjahit sunyi
tanpa angin pagi
hanya suara aliran air kolam
ikan-ikan setengah lumpuh

membuat sajakku semakin kelaparan
mau kemana dibawa tubuhmu ke padang ilalang
tak ada mata uang
di sana kering kerontang

(sementara  dari jarak dekat seorang lelaki tuli mondar-mandir
menyusup dalam sajakku
yang telah berkemas
untuk menjual nyawa
barang mati apa saja yang bisa dimakan dengan rakus)

Pamulang , Senin 5 September 2022

TIGA MANUSIA DALAM CAWAN LEBUR

tiga manusia telah berdoa sianghari
di bawah matahari dungu

mereka selalu berkeliaran
di taman eden yang terluka
bergumul dengan ayat-ayat suci

mereka masih butuh sepiring syair
yang bakal dimasak sampai matang
buat santapan ritual tanpa ada beras
seperti pekabaran kesehatan malam tadi
kita harus melenyapkan makanan daging halal

tiga manusia ini terus menunggu
kabar dari benua yang selalu bawa bencana
sejak dinihari telah disodorkan lewat penyakit gula dosis tinggi
yang sempat juga menawarkan souvenir
lagu pujian generasi milenial

ya, Debata
datanglah dengan segera !

Jakarta, Senin siang 5 September 2022

ULANGTAHUN MEMBACA SUARA TUHAN

hujan deras yang dimuntahkan di atas ranjang keluh kesah ini
tak dapat lagi mengundang mimpi-mimpi purba
(masa lalu ?)
yang selalu terjebak dalam sebuah permukiman liar
banjir airmata dan rasa sesal dibungkus irama kemandulan

lalu saat sunyimu pesiar ke sebuah bangunan tua dalam kota
telah diamarkan lewat seorang nabi perempuan

"melahirkan seorang anak harus melalui tangan Tuhan, bukan menghambur-hamburkan spermamu ke dalam cawan kemiskinan ," pesannya lewat jendela pesakitan dari seberang pulau sumatera

maka pagihari bertelut dan berdoalah
saat usiamu telah bergerak
dalam kesakitan tak berkesudahan
tetaplah membaca suara Tuhan
karena ini ujian iman seperti abraham

tataplah lagi
matahari basah di depan rumah
terbanglah seperti burung rajawali semakin tinggi
menembus langit baru dan bumi baru

jangan gelisah
tiang awan  mendung juga telah kirim makanan
sehingga para pemulung tak akan bertegur sapa lagi
siapa mau menjual kesetiaan sumpah pernikahan
kudus, kudus,
aku tak mau kelaparan
dan mati usia belia

Pamulang, Selasa 6 September 2022

USIA 59 TAHUN, DICATAT DI BUKU KEHIDUPAN

hari ini usiamu kembali
dicatat di buku kehidupan
yang tekun dibaca tiap
pagi sebelum gerhana matahari
mau menyapa diri ini

sambil menebar ayat-ayat suci di meja makan tanpa makanan haram
anak-anak kita nantinya
mengetahui betapa beratnya
cawan lebur
ditanam di pekarangan rumah ibadah
aliran air-Nya berimbas sampai ke tulang-tulang doamu yang teramat panjang

sabar, sabarlah, katamu
menutup percakapan sejarah
di tubuh taman bebatuan
telah lama mati haid kekeringan dan keheningan

Pamulang, Selasa 6 September 2022

MENULIS PUISI TANPA MEZBAH PAGI

menulisi puisi tanpa mezbah pagi
bersama permaisuri mati suri
larik puisi ini ternyata masih membutuhkan seribu ton beras impor
yang tersimpan dalam kompor

 menulis puisi tanpa mezbah pagi
bersama perkawinan kurus kering kerontang
bait puisi ini ternyata masih membutuhkan tiupan daun-daun migas
tersembur liar dari cuaca  makin panas

 lalu kemanakah penyair usia senja  ini mau bercerita
gadai gitar yang bisa bernyanyi  rock n roll dengan perut lapar
pinjaman oline yang bertebaran dalam
paru-parunya  yang lumpuh setengah badan
ataukah kupilih terus menulis puisi
tanpa matahari risih
tanpa sungai mati
tanpa laut berombak kisruh
tanpa kuburan
dengan kain kafan kejang-kejang

 masihkah iman ini kuat
ditusuk bertubi-tubi
dengan jutaan jarum kebenaran

Jakarta, Senin 22 Agustus 2022

MATI SURI

obrolan petang ini telah jadi
kesaksian pendek
mengapa matahari kian kurus kering
langit biru melahirkan tulang belulang ditiup angin kemarau kehabisan nafas alam semesta

“aku butuh dokter kulit untuk suntikkan vitamin dosis liar
sebab sindirin ini telah membuat mimpiku semakin jauh dari rumah tanpa suara paranabi ,” katamu seraya malas menyantap makanan najis di atas meja makan

sudahlah, kataku
mari kita bersetubuh di ranjang kolam ikan itu
agar tubuhmu makin gemuk
serta dapat membuang pikiran-pikiran yang membatu

jangan lagi taruh pisau tajam
di ujung bibirmu yang kian menyusut karena dilindas penyakit katarak menahun
atau kecelakaan lalu lintas
di trotoar yang menjual angan-angan patah hati

Jakarta, Agustus 2022

------------------------------------

Biodata  : 

Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya 20 Juni 1961.Menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Publisistik (STP-Jakarta).Karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal dan 17 buku antologi puisi bersama para penyair seluruh Indonesia.Karya puisinya juga telah dimuat (dipublish) diberbagai media cetak, media online, dan majalah digital di Indonesia dan Malaysia.

Saat ini sebagai Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP), Dapur Sastra Jakarta, Komunitas Negeri Poci, dan anggota Sastera Sahabat Kita (SSK-Sabah, Malaysia).Bekerja sebagai wartawan dan rohaniawan.
HP (WA) 08561827332
Email  : pulo_lasman@yahoo.com

Sastra : Puisi RITUAL AIR TANAH Karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Terpilih Menjadi Puisi Terbaik 1 Pilihan Admin SNW

Jakarta, BeritaRayaOnline,-
Puji Tuhan, pada malam ini puisi berjudul RITUAL AIR TANAH  (bhs.Indonesia) atau The Groundwater Ritual (bhs.Inggris) karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak terpilih menjadi PUISI TERBAIK 1 (Juara Pertama) hasil pemilihan admin Komunitas sastra SNW (Sastra Nusa Widhita).

Demikian pengumuman yang diperoleh dari admin SNW pada Kamis malam (10/11/2022) yang mempublish Tiga Puisi Terbaik edisi bln Oktober 2022.

Seperti diketahui, sebelumnya karya puisi Penyair Pulo Lasman Simanjuntak pernah terpilih sebagai  PUISI TERBAIK 2 & 3 yang juga merupakan hasil pilihan admin Sastra Nusa Widhita (SNW).

Di bawah ini adalah Tiga Puisi Terbaik pilihan admin SNW untuk edisi bln Oktober 2022.
Selamat membaca.
Wassalam Wr.Wb.

PENGUMUMAN ADMIN SNW
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera sahabat SASTRA NUSA WIDHITA terkasih.
Dengan sukacita, kali ini kami sampaikan kepada sahabat SNW, karya-karya terbaik yang terpilih di setiap bulannya.
Terima kasih kami ucapkan, kepada sahabat SNW yang selalu setia berkirim karya, mewarnai dinding grup SNW dengan unggahan kreasinya.

Berikut tiga puisi terbaik pilihan admin, edisi Oktober 2022:

1. RITUAL AIR TANAH
By. Pulo Lasman Simanjuntak 

2. WARNA MANUSIA
By. Een Dunk 

3. MENGAIS KENANGAN LUKA
By. Yuni Tri Wahyu 

Karya terbaik 1

By  : Pulo Lasman Simanjuntak

THE GROUNDWATER RITUAL 

it's centuries I keep looking
rain roots in your body
who got busy fucking
with the desert

because I no longer see
flowing remnants of healthy cider
turned to bone

all the way to the top on the rest day
drawn from the inward well of worry
afraid of a fight with my brother
from halfway around the world
always with prolonged anger

i've repeatedly repeated
sing of thirst
then I anointed him
up the edge of the grave
the rituals of the lonely and secluded people

Pamulang , Wednesday July 13 2022

Puisi

Oleh : Pulo Lasman Simanjuntak

RITUAL AIR TANAH

sekian abad aku terus mencari
akar-akar hujan di tubuhmu
yang jadi rajin bersetubuh
dengan padang pasir

sebab tak ada lagi kulihat
mengalir sisa-sisa sari makanan sehat
yang berubah rupa jadi tulang belulang

sampai puncaknya pada hari perhentian
ditimba dari sumur dalam mencemaskan
takut pertengkaran dengan saudaraku
merantau dari negeri seberang
selalu dengan amarah berkepanjangan

berulangkali sudah kudendangkan
nyanyian persungutan kehausan
lalu kularikan lagi dirinya
sampai di tepi kuburan
ritual orang-orang kesepian dan terasing

Pamulang, Rabu, 13 Juli 2022

Karya terbaik 2:

WARNA MANUSIA
Karya: Een Dunk

Aku bertanya pada suara dari mulut-mulut
Namun tidak terlihat saling menyulut

Aku bertanya lagi pada muka-muka cantik 
Namun masih sama tidak terlihat aroma-aroma munafik 

Saat aku diam, suara-suara itu menikamku dari belakang 
Begitu banyak kata mengurungku sebagai jalang 

Lalu wajah-wajah itu menjadi panjang liar menarik 
Hingga leherku terikat kuat sampai biru tercekik 

Puisiku, 25 Agustus 2022

Karya terbaik 3:

MENGAIS KENANGAN LUKA
Yuni Tri Wahyu

Membuka ingatan silam 
Jejak-jejak luka bermunculan
Penuhi sketsa merah hitam, biru keunguan
Terlukis manis pada lembar perjalanan

Embun lesap dihisap terik
Menguap perlahan bersama datangnya sore yang emas
Jingga berbinar menatap hening
Hingga terdengar kumandang azan

Tuntun langkah bersuci diri, menuju kiblat
Dalam wening kristal bening bertutur jujur
Kembali mengais kenangan luka, pedih, perih, bersahutan
Bergema dalam dinding tabah indah senyuman, karenaku

Tangerang, 28 Oktober 2022

#sunyisepidalamhening
#diamkusepi
#perjalanansenja

Selamat kepada sahabat SNW terkasih, yang puisinya telah terpilih. Tetaplah semangat dan terus berkarya bagi yang belum terpilih. Kami tunggu unggahan karya-karya indah berikutnya.

Mohon maaf jika sekiranya dalam penentuan karya terbaik tidak dapat memuaskan semua pihak. Tiada gading yang tak retak.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ttd. Jajaran Admin
Owner:
Bpk Karlana 
Admin:
Oom Rohmah 
Tp M Siddiq 
Sri Wahyuni
Budi Siswanto Parikezit 
Kantan 
Wiwik Indriastuti 
Oktober Sakti 
Rissa Churria 
Nurhayati 
Tinta Purnama
(BRO-1)

Editor  : Pulo Lasman Simanjuntak

Minggu, 06 November 2022

Acara SASTRA SEMESTA dengan Tema BACA WIRACARITA Syair Kepahlawanan di PDS.HB.Jassin, TIM, Jakarta, Berakhir Minggu Sore

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Wartawan BeritaRayaOnline Pulo Lasman Simanjuntak ikut foto bersama usai mengikuti acara sastra yakni SASTRA SEMESTA dengan tema BACA WIRACARITA syair kepahlawanan yang berakhir pada Minggu sore (6/11/2022) di lantai 4 Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM).

Acara sastra ini menghadirkan talk show syair kepahlawanan dengan nara sumber Dr.Ibnu Wahyudi (Dosen FIB Universitas Indonesia dan SUSS Singapura), Jose Rizal Manua (Pesyair dan pendiri Teater Tanah Air), serta moderator Ireng Halimun.

Setelah itu diisi dengan tanya jawab bersama dengan para peserta yang hadir memenuhi lantai 4 PDS.HB.Jassin.

Untuk musikalisasi puisi dibawakan dengan baik dan apik  oleh Rini Yanti Syahbi.Disusul Kolaborasi Puisi dan Musik oleh Halimah Munawir  dan Aji Broken Bones.

Acara sastra yang juga didukung Majalah Digital Seni & Budaya SEMESTA SENI ini diisi pula  dengan baca puisi oleh Wahyu Toveng, Devie Matahari, Dema Soetego, Iwan Cipta Saputra, Ndari Sudibyo,  Dyah Kencono PD,  Badri AQT, Lay Sastra, Jimmy Johansah, dan masih banyak lagi.

Sedangkan pemandu acara adalah Diana Prima Resmana dan manajer acara adalah Rini Intama.(*)

Editor  : Pulo Lasman Simanjuntak

Rabu, 02 November 2022

SASTRA : Baca Puisi di Samping Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) TIM Jakarta

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Baca puisi KALAH ATAU MENANG di areal rerumputan samping Gedung Panjang Ali Sadikin Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta pada Kamis siang , 27 Oktober 2022.

Pada saat pembacaan puisi ini saya dibantu dalam pengambilan (shoot) video oleh rekan Nanang R Supriyatin untuk keperluan channel youtube Lasman TV.

Puisi KALAH ATAU MENANG saya tulis jelang dinihari di pelataran (halaman depan) pintu masuk Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat pada tahun 1983 (39 tahun lalu-red) sewaktu masih menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Publisistik (STP-Jakarta).

Puisi ini telah dimuat di Majalah NOVA (group Gramedia KOMPAS) pada tahun yang sama.

Selamat membaca.

KALAH ATAU MENANG

Puisi Karya : Pulo Lasman Simanjuntak

kita berangkat dari sebuah titik
makin lama menjelma jadi mata air
lalu mencium ikan-ikan beracun di danau
tanpa sayap
(padahal jarak Yogjakarta dan New York hanya segaris, kepastian-kepastian semu)

Kristus pernah engkau dengar bukan?
bermazmur
sesungguhnya cinta itu
permainan gila
para tukang potret amatiran

hayo....
kita berkelahi tanpa badik
melawan matahari betina itu
agar sinarnya yang manja
tak lagi menghamili 
hewan-hewan langka kegemaranmu

percayalah,
sejarah akan tunduk
atau kita pura-pura jadi malaikat manis
yang berlari dari kandang sapi
rindu tidur di kereta angin
mulailah

Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Tahun 1983

Salam Puisi Indonesia 
------------------------------------

Baptisan Kudus Untuk Chelsea Caroline Agripina di GMAHK Jatinegara

Jatinegara, BeritaRayaOnline,- Chelsea Caroline Agripina, menerima baptisan kudus oleh Pdt.R.Y.Hutauruk  di Jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara, Jakarta Timur, pada, Sabat (Sabtu, 29 Oktober 2022).

Chelsea, panggilan, akrabnya, adalah siswa SMA PSKD Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Pada saat upacara Baptisan Kudus, Chelsea didampingi kakak dan ibunya yang ikut hadir di GMAHK Jatinegara.

Tuhan Memberkati.