Penyair Sutardji Coulzum Bachri tampil memukau pada acara Puisi Indonesia di Pusat Kesenian Jakarta-Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM), 12 November 2022 lalu. (foto:Juli Sofyan)
Rabu, 16 November 2022
Senin, 14 November 2022
Sabam Eykel Simanjuntak, Kembali akan Buka Sekolah Bela Diri Tae Kwon Do Pasca Pandemi Covid-19
Jakarta, BeritaRayaOnline,-Sabam Eykel Lasflorest Simanjuntak, penyandang sabuk hitam (Dan II Kukkiwon Internasional) dalam suatu perbincangan dengan penulis mengatakan akan.kembali membuka sekolah bela diri tae kwon do.
"Selama pandemi covid-19 klub bela diri tae kwon do sempat terhenti karena bahaya akan penularan virus ini," jelas Sabam Eykel Lasflorest Simanjuntak (31 tahun) yang bersiap mengikuti ujian sabuk hitam Dan III Kukkiwon Internasional ini.
"Namun, saat ini saya tengah bersiap lagi untuk kembali melatih bela diri tae kwon do baik dalam program eskul di sekolah dan universitas maupun di Klub GOR Otista Jakarta Timur.Apalagi pandemi covid sudah reda dan aman," ujar pemuda yang masih betah "membujang" ini.
Jebolan Fakultas Hukum Jurusan Hukum Pidana dari Universitas Pamulang (UNPAM) ini sempat terjun jadi aktor laga di film layar lebar, sinetron, dan bintang iklan.
Telah menekuni bela diri sejak duduk.di bangku Sekolah Dasar (SD) di Tambun Selatan Bekasi di bawah binaan pelatih Sabam Saeful ( sabuk hitam Dan III Nasional).
Kemudian saat duduk di bangku SMA dan Universitas, Sabam Eykel Simanjuntak -yang merupakan putra tunggal Penyair Pulo Lasman Simanjuntak ini- bergabung dengan Klub Tae Kwon Do Anthony di Gelanggang Remaja Olahraga (GOR) di Jln.Otista Raya, Jakarta Timur.
Di bawah binaan pelatih Guru Besar Tae Kwon Do Sabam Nim Anthony (Musa Siregar) penyandang Dan VIII Kukkiwon Internasional.
"Setelah saya menyandang sabuk hitam barulah membuka perguruan sendiri, khususnya di kawasan Pamulang dan Serpong Kota Tangerang Selatan," ceritanya.
Sabam Eykel bersama seorang asistennya sempat mengajar mata pelajaran ekskul olah raga bela diri tae kwon do di SDN Pamulang Permai I, SMK/STM Sasmita, SMAN 2 Serpong, SMP Djojodirejo, SMA/STM Triguna Ciputat, serta beberapa eskul sekolah di Jakarta & sekitarnya.
"Saya juga sempat memberikan privat untuk belajar bela diri tae kwon do di rumah," kata Eykel 'bule' yang saat ini juga menjadi salah satu pengurus Klub HondaTiger Motor di wilayah DKI Jakarta.
Kenapa tak terjun jadi seorang atlet tae kwon do saja ?
"Saya lebih suka mengajar atau melatih, ketimbang menjadi atlet," pungkasnya.(BRO-2)
Editor : Lasman Simanjuntak
Sastra : Bedah Buku 77 Penyair Membaca Pahlawan di PDS.HB.Jassin, Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta
Jakarta, BeritaRayaOnline,- Acara sastra Bedah Buku Antologi Puisi Bersama 77 Penyair Membaca Pahlawan dengan tema "Spirit Pahlawan Dalam Puisi" bersama Komunitas Sastra Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI).
Berlangsung di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin di lantai empat Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail.Marzuki (TIM) di Jakarta, Senin siang (14/11/2022).
Ketua Umum.Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) Moktavianus Masheka membuka acara tersebut sambil membacakan sebuah karya puisinya yang mengangkat tema kepahlawanan.
Kemudian pada peluncuran Buku Antologi Puisi Bersama 77 Penyair Membaca Pahlawan tersebut dilanjutkan dengan pembacaan puisi (diikuti dengan narasi biodata) tentang Haji Agus Salim oleh Jose Rizal Manua.
Pada kesempatan bedah buku tersebut tampil pembicara Let.Jen (Purn) TNI Johannes Suryo Prabowo (Mantan Kasum TNI), Sutardji Calzoum Bachri ( Presiden Penyair Indonesia), Dr. Sunu Wasono (Dosen Universitas Indonesia), dan moderator Isson Khairul.
Sebelum diadakan tanya jawab peserta dengan ketiga pembicara, diselingi lagi dengan pembacaan puisi yang mengutip dari karya puisi penyair tersebut dalam Buku Antologi Bersama 77 Penyair Membaca Pahlawan.
Mereka yang baca puisi yakni Penyair Nanang R Supriyatin (dari Jakarta) yang membacakan puisi berjudul ALI SADIKIN ( mantan Gubernur ke-2 DKI Jakarta) lengkap dengan hasil karya pembangunan beliau yang masih bisa dinikmati masyarakat sampai hari ini.
Selanjutnya Nurhayati (dari Bekasi, Jawa Barat yang juga sebagai Protokol Acara/MC), Fanny Jonathans Poyk (dari Depok, Jawa Barat), Soekardi Wahyudi (dari Kutai Kartanegara-Kukar, Tenggarong, Kalimantan Timur), Hania (Cianjur, Jawa Barat), Riani Pemulung (Tegal, Jawa Tengah), dan masih banyak lagi.
Seusai acara peluncuran buku antologi puisi tersebut- beberapa peserta yang baca puisi tadi- diminta komentarnya melalui 'shot' video oleh kameraman Isson Khairul yang nantinya akan disiarkan melalui channel youtube.(BRO-2)
Editor : Pulo Lasman Simanjuntak
Fotografer by : Lasman Simanjuntak
Minggu, 13 November 2022
Baca Puisi KAPAL INDUK OLENG Pada Acara Senja Berpuisi di Selasar Gedung Panjang Ali Sadikin, TIM Jakarta
Puisi
Pulo Lasman Simanjuntak
KAPAL INDUK OLENG
mendengar berita Republik Indonesia jaya ke-77 tahun
merah putih berkibar ria
di samudera raya
tak ada keluh kesah
seribu kapal berlayar untuk nusantara
hari ini,
kembali mendengar berita Republik Indonesia jaya ke-77 tahun
ratusan juta kepala keluarga
masih terjebak krisis pangan
apa adanya
juga krisis energi mendunia
sampai lima benua antartika
haruskah menanam gandum di lahan pekarangan rumah
haruskan menebar bibit pangan
di lahan pertanian
yang masih doyan impor
untuk para koruptor
disodorkan janji-janji kotor
hari esok
kembali mendengar berita Republik Indonesia jaya ke-77 tahun
membangun jalan tol, kereta api terbang tanpa utang ?
omong kosong
omong kosong
omong kosong
negeri di telapak kaki ini
kuburan untuk orang-orang
tak punya pengharapan-
kemiskinan yang juga tak kunjung
sampai ke pelabuhan
Jakarta, Sabtu, 13 Agustus 2022
Saya ikut membaca puisi KAPAL INDUK OLENG ini pada acara SENJA BERPUISI ke-13 bertemakan MEMBACA INDONESIA yang berlangsung di Selasar Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) di Taman Ismail Marzuki, di Jakarta, kemarin.( 12/11/2022).(***)
Editor : Jhonnie Castro
Acara Sastra SENJA BERPUISI di Taman Ismail Marzuki Telah Mempertemukan dengan Kawan Lama di Kelompok Diskusi Sastra Kita Jakarta
Jakarta, BeritaRayaOnline,-Acara seni, sastra, budaya, tari, musik, dan teater SENJA BERPUISI ke-13 yang berlangsung di Selasar Gedung Panjang Ali Sadikin di Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, kemarin.
Secara tak sengaja telah mempertemukan BeritaRayaOnline dengan kawan lama di dunia SASTRA yakni rekan dan sahabat Humam S Chudori yang juga merupakan kawan kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik (STP-IISIP-Jakarta).
Saat pertemuan tersebut, kami pun saling bersalaman.Saling berpelukan.Ada rasa kangen yang luar biasa.
"Apa kabar, Mas Humam," saya menyapa terlebih dahulu.
Lalu kami "bernostalgia" sejenak.Ingat bln Oktober 1984.Saat itu di rumah BeritaRayaOnline (di Jln.Rengas, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan-red) kami membentuk KELOMPOK DISKUSI SASTRA KITA JAKARTA.
Ikut hadir saat itu (yang masih saya ingat) Nanang R Supriyatin, Ayid Suyitno Ps, Harianto Gede Panembahan, Humam S Chudori, dan Yon AG (almarhum).
Terakhir BeritaRayaOnline kontak dengan Humam S Chudori pada sekitar bln Juli tahun 1997 saat penerbitan buku antologi puisi tunggal saya yang ke-2 berjudul KALAH ATAU MENANG (diterbitkan oleh Diskusi Sastra Jakarta volume 14).
Wartawan BeritaRayaOnline tak mau melewati kesempatan pertemuan ini.BeritaRayaOnline lalu ajak foto bersama. Ikut juga berfoto rekan Penyair Senior Hardho Sayoko Spb, dan Penyair serta Pelukis Widodo Arumdono.(*/BRO-1)
Editor : Jhonnie Castro
Marina Novianti, Baca Puisi SEPATU DARI SURGA dengan Bahasa Inklusif
Jakarta, BeritaRayaOnline,- Salam Literasi langsung disampaikan oleh Penyair Marina Novianti yang jauh-jauh datang dari Kota Medan, Sumatera Utara kepada wartawan BeritaRayaOnline.
Usai tampil baca puisi di SENJA BERPUISI MEMBACA INDONESIA di Selasar Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, kemarin (12/11/2022).
"Saya tadi membaca karya puisi berjudul SEPATU DARI SURGA dengan bahasa INKLUSIF atau bahasa isyarat untuk TEMAN TULI.Saya yakin dari penonton atau orang yang lalu lalang sepanjang selasar ini ada TEMAN TULI," ucap Marina Novianti dalam wawancara singkat dengan wartawan BeritaRayaOnline usai baca puisi di atas pentas.
"Sehingga karya sastra, semisal puisi, tidak hanya dinikmati.para pendengar saja, tetapi juga untuk Teman Tuli " katanya lagi tanpa mau menyebut istilah tunarunggu.
Menjawab pertanyaan BeritaRayaOnline darimana Marina Novianti belajar bahasa INKLUSIF atau bahasa isyarat untuk sebuah pembaaan puisi di atas pentas pertunjukan.
"Saya belajar otodidak " sela wanita berdarah batak jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) strata dua jurusan biologi ini.
"Sebetulnya saya berangkat dari seorang pemusik piano.Baru setelah itu terjun ke sastra dan teater," pungkas anggota Dapur Sastra Jakarta (DSJ) ini.
Ditambahkannya pada tanggal 21-24 November 2022 Mariana Novianti bersama Kelompok Kantor Teater, akan melakukan pertunjukan Teater Trilogi Chaos Kaki di Gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki.(*)
Editor : Pulo Lasman Simanjuntak
Salam Literasi.
Kamis, 10 November 2022
7 Puisi Karya Pulo Lasman Simanjuntak
Sajak : Pulo Lasman Simanjuntak
MULUT
di pasar seni pada hari perhentian
yang dilanggar sebelum matahari terbenam
mulut dapat menabrak keras
jadi sebuah bencana
paling memalukan
aku ketakutan
mendengar pujangga palsu
berteriak-teriak
bumi bergetar
padahal bukan baca puisi
sampai senjahari
semoga darah jantungnya
tak lagi memompa keterasinganku
sampai amarahnya meledak
di lantai keramik selasar berbayar
cepatlah naik ke pentas pertunjukan teater
ada ritual-ritual paling mengerikan
supaya tuntas
antara mulut dan kehidupan rohani
tetap harus menyatu
Jakarta, Minggu 30 Oktober 2022
DIAGNOSIS
bermula dari sehamparan lantai beton
disuntik kuman sangat dingin
ia tertidur nyenyak
tak sadar tubuhnya
dimakan lahap
sangat ganas
bertahun-tahun menikmati
harta kekayaan disebar
dengan tangan kemalasan
kini ia terbaring lemah
tenggorokannya lumpuh
dengan paru-paru berdarah
disedot kesunyian
mencair dalam slang infus biru
dipanggilnya keluarga inti
menghadap seribu malaikat
berjubah hijau lumut
dipaparkan gejala dan tanda klinis
dosanya tersumbat di jantung
amarahnya bersembunyi di ginjal
ia sendiri ingin lari ke padang gurun
sangat ketakutan
sudah terbayang hari esok
mimpinya harus kembali turun
ke area pemakaman sendirian
tak ada lagi
suguhan makanan dan minuman
Jakarta, Jumat 21 Oktober 2022
LELAKI TANPA KELAMIN
lelaki tanpa kelamin
rajin menyapa hujan sore hari
setiap mau menembus belantara kota
hari-hari mengerikan
paru-parunya telah terinfeksi
bakteri takut matahari
bahkan jantungnya
hanya berdetak dua kali
semakin gelap gulita
mau turun ke planet
orang mati
lelaki tanpa kelamin
punya sepotong ginjal
yang telah membuat bengkak
seisi rumah suci
tempat kumpulan orang berdoa
memunguti dosa-dosa
masa lalu paling menyakitkan
lelaki tanpa kelamin
pingsan sejenak
lalu bangkit lagi
menabur bunga mawar
di atas ranjang penyakit menular
sungguh sangat liar
masihkah ada pengharapan
lantaran kemiskinan
terus berkepanjangan
Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2022
RANJANG MAUT
kusapa dari wajah kitab suci
tubuhmu terus membengkak
menjelma jadi sebuah bangunan
rumah sakit bertingkat-tingkat
lalu menatap langit senjahari
yang menelan habis
kuman-kuman diagnosis penyakit
menyebar kesepian berdahak
dari seorang perjaka tak punya sperma
pukul berapa jam bezuk, tanyamu
bau infus telah menyebar sampai
tanah kuburan yang basah
airmata memerah
amarah menular dusta
“kalau kematianku tiba, biarlah dibungkus kain kafan tua, sebab peti mati harganya terlalu mahal untuk dijual di bawah bumi tak berpenghuni,” pesanmu
maka sebelum pulang ke rumah
telah kusodorkan ranjang maut ini
persis di bawah perutmu yang berlobang
disuntik menjadi sebuah terowongan berair
tembus sampai ke liang lahat
mengerikan memang !
Jakarta, Rabu Sore, 19 Oktober 2022
KHOTBAH
berabad-abad khotbah
sudah digelar
di atas mimbar tradisional
sampai menelan rakus
media digital kelaparan
kita mau berjalan pasti
menembus langit merah ketiga
padahal setiap lonceng arloji
berdetak keras
kita telah tersesat
dalam sebuah permukiman liar
tak mampu lagi menyanyikan
tentang lima ribu orang makan roti perjamuan
ikan-ikan beterbangan
benua orang-orang kesunyian
haruskan kita bermain sandiwara ?
sepanjang pekabaran surga
disampaikan bertubi-tubi
pada layar zoom
disuguhkan segelas jeruk
dalam perut bumi
sementara busana kita berdarah beku
ditabrak keras rembulan
di bawah jembatan kereta melayang
trotoar jalan keremangan
air jamban
tak mampu lagi kulanjutkan khotbah ini
karena aku harus segera
kembali masuk rahim bumi
dengan tangan kudung
dalam sembilan angin sakal
terjual sangat membosankan
Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis 13 Oktober 2022
KOLAM KEMATIAN
seikat perjalanan dimulai dari peta
kuku-kuku waktu
menggelisahkan sekujur tubuhku
tak lagi mampu menghisap
mulut matahari
bernyanyi kidung pagihari
sepi makin terkurung pada batin ini
apa lagi yang harus disantap
dari dalam perutmu tak ada janin bayi
tinggal terbungkus tulang belulang
ditikam gizi buruk
pada cuaca ekstrem yang semakin buruk rupa
tidurlah sayang
sampai nanti
jasad ini mau dibakar
beralaskan debu dan tanah
pada akhirnya
aku terus berlari keletihan
mengejar angin malam kecelakaan
imajinasi sungguh mematikan
sampai di pertengahan kota
ada darah segar
di pori-pori aspal jalan
"jangan takut, silahkan jalan terus, kejarlah mimpi-mimpi itu sampai engkau tak lagi kelaparan akan firman maupun makanan menyehatkan," pesan terakhir seorang lelaki muda
tanpa buah dada
terkapar
mencium ganas rembulan
Jakarta, Kamis 13 Oktober 2022
LELAKI MATA TULI JATUH DI RANJANG SEPI
lelaki mata tuli jatuh di ranjang sepi
tubuhnya dari kertas emas
seperti hewan pemalas
takut menyapa matahari begitu keras
lelaki mata tuli tidur di ranjang sepi
bantalnya batu ditiup angin pagi
tak memikirkan harga-harga
pangan melambung tinggi
air minumnya dari bensin
dengan bayaran hanya kuitansi
sekarang lelaki mata tuli
sedang merenung di kamar mandi
disetubuhi bau terasi
bangkai tikus mati
rajin onani berulangkali
ia ingin memeluk negeri khatulistiwa ini
tanpa kelaparan lagi
Jakarta, Rabu 7 September 2022
Langganan:
Postingan (Atom)