Yth pak Lasman,
Dgn rasa hormat, saya dan keluarga mengucapkan Selamat merayakan hari Natal dan Tahun Baru 2017. Semoga kasih Tuhan menyelimuti kebahagiaannya bersama keluarga & damai menyertai kehidupan kita bersama....!!! GBU..salam dari Usman Yatim.👍🙏
Sabtu, 24 Desember 2016
Ucapan Natal 25 Desember 2016
Kerja Keras 2 Tahun, Indonesia Raih Kembali Swasembada Beraa
JAKARTA , BeritaRayaOnline,-Sebuah prestasi yang membanggakan perberasan Nasioanl, setelah 32 tahun, Indonesia meraih kembali swasembada beras nasional. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa sepanjang tahun ini 2016, Indonesia tidak melakukan impor beras, termasuk beras premium. Hal itu terjadi seiring dengan kenaikan produksi padi yang tahun ini mencapai 79,14 juta tongabah kering giling (GKG). “Ini prestasi besar, setelah 32 tahun kita bisa meraih kembali prestasi yang pernah dicapai 1984, dimana FAO secara resmi mengakui Indonesia saat itu swasembada beras” tegas Amran pada berbagai kesempatan.
Amran mengungkapkan, sepanjang tahun ini pasokan pangan cukup stabil dengan produksi pangan utamanya beras pada tahun 2015 naik 6,64% dan pada 2016 ini naik 4,97%, meskipun dalam kondisi cuaca ekstrem El Nino dan La Nina. ”Selama dua tahun tersebut, produksi beras naik 8,3 juta ton atau setara dengan Rp. 38,5 trilliun.Tahun ini tidak ada rekomendasi dan ijin impor, termasuk beras premium” ungkap Amran di Jakarta (20/12).
Berdasarkan angka ramalan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian, produksi padi 2016 mencaopai 79,14 juta ton GKG, meningkat 3,74 juta ton dibanding 2015. Produksi jagung 2016 sebanyak 23, 16 juta ton pipilan kering, atau meningkat 3,55 juta ton dibanding 2015.
Pada kesempatan sebelumnya, saat memberikan arahan pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 36 di Boyolali (30/10/2016), dalam hal ketersediaan pangan, Presiden Joko Widodo menegaskan, bahwa tahun ini (2016) tidak ada impor beras dan jagung juga sudah turun 60%.
Hal senada disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR Firman Subagiyo. Firman melihat banyak terobosan yang dilakukan Pemerintah Jokowi-JK dalam mengangkat sektor pertanian selama dua tahun menjabat. Dengan terobosan terobosan tersebut, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras (2/11/2016).
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan, perkiraan itu betul sudah sesuai karena tiap tahun mengalami kenaikan produksi. Menurutnya, pemerintah telah menggerakkan potensi-potensi yang sudah ada.
"Lahan pasang surut dan rawa lebak dimaksimalkan tidak diabaikan lagi. Ditambah sekarang dibantu alat mesin pertanian sehingga menjadi dua kali tanam. Ditunjang tahun ini la nina hujan terus yang bisa dijadikan peluang," ujar Winarno saat dihubungi di Jakarta, Jumat (23/12/2016). Winarno menyontohkan Jawa Barat, pada 2016 mengalami telat tanam yang dilakukan Februari awal karena sebelumnya ada El Nino. Sementara di Indonesia selama ini menganut Oktober-Maret (Okmar) namun masih kering. "Desember mulai hujan, awal Februari mulai tanam. Tahun ini bisa tiga kali tanam, ini maksimal. Walau ada serangan hama, namun tidak mempengaruhi panen dengan luas tanam yang bertambah," jelasnya.
Menurut Winarno, di atas kertas Indonesia tidak perlu melakukan impor beras untuk 2017 karena kondisi produksi tahun ini melimpah, bahkan melampaui target produksi 2017. Bahkan, dengan stabilnya harga di akhir tahun ini, juga bisa menjadi barometer bahwa stok beras saat ini aman. "Tahun 2017 saya optimis bisa lebih optomal lagi, karena produksi tahun ini saja bisa melampaui target 2017. Meski belum ada informasi detil dari BMKG apa kira-kira yang akan menghadang tahun depan, tapi dengan memaksimalkan potensi yang ada, produksi akan meningkat lagi sehingga tidak diperlukan impor," ujarnya.
FAO Representatif Indonesia Mark Smulders mengatakan di dunia ada 795 juta orang yang masih kekurangan pangan. Dari jmlah itu 62 persen atau 512 juta orang tinggal di wilayah Asia Pasifik. Tanpa ada tindakan bersama untuk membangun ketangguhan masyarakat menghadapi perubahan iklim, penduduk termiskin akan kesulitan memenuhi kebutuhan pengannya sendiri. "Perubahan iklim memilki dampak besar pada keamanan pangan, sebagian besar dari ratusan juta orang yang menderita kekurangan gizi kronis adalah petani kecil, nelayan dan peternak, "
Selanjutnya Mark (28/10/2016) mengapresiasi capaian peningkatan produksi pangan Indonesia khususnya padi dan jagung. Apresiasi tersebut disampaikan Mark pada saat mendampingi Menteri Pertanian Amran membuka Pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) yang dilaksanakan dari tanggal 28-30 Okt. 2016 di Boyolali, Jawa Tengah. Mark menekankan, hasil kerja keras Kementerian Pertanian dalam 2 tahun ini telah membuahkan hasil pada peningkatan produksi padi dan jagung , dimana untuk kedua komoditas tersebut Indonesia telah mampu menekan impor untuk jagung dan menenuhi kebutuhannya sendiri untuk padi. Mark menambahkan peran teknologi sangat penting ubtuk peningkatan produktivitas di era perubahan iklim.
Dalam pertemuan Regional Forum ke 4 Center for Sustainable Agriculture Machinery (CSAM) di Hanoi, Vietnam, tanggal 23-25 November 2016 yang dihadiri oleh perwakilan dari 12 negara di Asia. Pada pertemuan tersebut, Delegasi Indonesia diwakili oleh Dr. Astu Unadi Perekayasa Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, melaporkan bahwa delegasi dari Thailand, Vietnam dan Kamboja mengatakan bahwa Negara mereka tidak lagi mengekpor beras ke Indonesia dalam satu tahun terakhir ini, karena Indonesia telah dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.
Dalam hal distribusi, Amran juga mengatakan, pihaknya sukses meredam hambatan distribusi beras dan permainan perdagangan. Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Pedagang Beras Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC) Nelly Soekidi yakin produksi beras saat ini sedang berlimpah karena belum ada gejolak harga di PBIC menjelang akhir tahun ini. "Saya tidak bicara data, saya melihat kenyataannya saja memang benar hingga hari ini ada kenaikan produksi. Indikatornya, biasanya di bulan November dan Desember ada kenaikan harga Rp 500-Rp 600 per kilo gram, tapi sekarang harga stabil," ungkap Nelly.
Baiknya kinerja Kementerian Pertanian tersebut, diakui Menteri Perdagangan Enggartiarso Lukita. Kementerian Perdagangan mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian untuk tidak melakukan impor beras tahun ini. “Hal ini jadi sejarah baru bagi Indonesia. Kementan telah berhasil tingkatkan produksi pada 2016, kita tidak impor beras. Ini cetak sejarah baru”, ujar Enggar (20/12).(*/Biro Humas dan IP Kementan/Lasman Simanjuntak)
Kamis, 15 Desember 2016
Sajakku Berduka Untuk Korban Gempa
Sajakku Berduka Untuk Korban Gempa
Oleh : Pulo Lasman Simanjuntak
Subuh memerah
lampu-lampu belum dipadamkan
dalam tidur tanpa mimpi semalaman
tiba-tiba dari perut bumi yang kian menua
dimuntahkan api dan sunyi
inilah tanda akhir zaman
O, dukaku untuk korban gempa
di Pidie kulihat tadi pagi
nyawa bersatu dengan tanah
puing-puing tiang beton
seperti berubah jadi darah
Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami
sungguh kami ingin berkeluh-kesah
dunia ini tak sanggup lagi kupijak
untuk sebuah pertobatan
bahwasanya ciptaanMU
tak lagi meledak, mengerang, sampai akhirnya
kami semua akan terkapar tanpa daya
tanpa angin dan matahari, tanpa laut dan samudera
selesai sudah.
Pamulang, Rabu, 7 Desember 2016
Rabu, 30 November 2016
Kisah Seorang Pembantu yang Jadi Kayaraya Berkat Bantuan Tuhan
Jakarta,BeritaRayaOine,MUKJIZAT SEORANG PEMBANTU YANG TELAH MENJADI MAJIKAN* #Sharing dari Dessy Philippos
(Ini adalah kisah nyata yang terjadi di sebuah keluarga Kristen yang berasal dari Ambon yang kini tinggal di Bintaro, Jakarta Selatan) Kisah nyata ini diceritakan oleh *Ps. Andreas Christanday, S.Th*
Beberapa tahun yang lalu keluarga ini memiliki 2 orang pembantu. Satu bernama Iyem yang sudah agak lama bekerja dalam keluarga ini dan satu lagi Atun yang baru bekerja di rumah itu. Keluarga ini adalah Kristen yang taat, di rumah mereka sering diadakan persekutuan doa setiap minggunya dan setelah selesai acara mereka selalu mengadakan jamuan makan malam bersama seluruh orang yang hadir dalam persekutuan doa tersebut.
Setelah sebulan bekerja, Atun mulai tidak betah. Atun merasa capek karena setiap rabu malam harus mencuci piring dan gelas dan harus membersihkan rumah sampai tengah malam setiap acara doa dan makan bersama berakhir. Dalam kelelahan setelah bekerja, Atun bergosip dengan Iyem yang ternyata sudah menjadi Kristen karena sering diajak sang majikan untuk ikut dlm persekutuan doa tersebut.
Atun berkata kepada Iyem, "Aku nggak kerasan kerja di sini apalagi dgn majikan yang orang Kristen. Tiap minggu harus kerja ekstra." Si Iyem menjawab, "Tun, dimana pun kamu kerja, yg namanya pembantu ya pasti begini, pasti ada kekurangan dan kelebihannya. Kalau aku sih sudah betah kerja disini karena keluarga mereka baik sama aku. Bagi aku yang penting majikan kita baik sma kita itu sudah cukup." Mendengar jawaban Iyem, Atun akhirnya berubah pikiran dan mau tetap bekerja dalam keluarga itu.
Pada suatu hari saat persekutuan doa berlangsung seperti biasa. Atun mencuri-curi dengar khotbah yang disampaikan pendeta. Dia mendengar firman yang menyebutkan bahwa apapun yang kita minta dalam Nama Yesus, kalau kita percaya dengan iman, kita akan menerimanya. Dengan kata lain doa kita akan terkabul. Sampai larut malam Atun tidak bisa tidur memikirkan khotbah pendeta itu. Dia bertanya sama Iyem, "Yem, apa benar Tuhan-nya orang Kristen, Yesus itu hidup dan kalau minta apa saja ke Dia, doa kita akan terkabul seperti kata bapak pendeta tadi?" Si Iyem menjawab, "Oh iya, sudah pasti itu Tun, aku juga percaya."
Si Atun bertanya lagi, "Tapi kan aku sudah punya agama sendiri, jd gimana dong caranya supaya aku bisa berdoa pada Yesus, Tuhannya orang Kristen itu?" Si Iyem menjawab, "Begini aja Tun, klo kamu sedang berdoa menurut kepercayaanmu, titip aja semua doamu itu kepada Tuhan Yesus, terserah mau gimana caranya km berdoa yang penting jangan lupa titip doamu kepada Tuhan Yesus." Karena masih penasaran Atun bertanya, "Lalu, Aku harus menghadap ke mana kalo berdoa Yem? Utara, selatan, barat, timur?" Si Iyem menjawab, "Terserah aja mau ke barat, timur, utara, selatan, itu nggak masalah Tun."
Perkataan pendeta tadi terus terngiang di pikiran Atun. Atun kembali bertanya kepada Iyem. "Yem, kalau aku minta sesuatu kepada Yesus, pasti terkabul kan Yem?" Iyem balik bertanya, "Atun mau minta apa sih sebenarnya?" Jawab Atun, "Begini loh, kalau Tuhannya orang Kristen itu beneran Tuhan, aku cuma mau minta satu hal aja Yem, aku mau nasibku dirubah dari seorang pembantu menjadi majikan. Itu aja kok Yem." Saking terkejut nya mendengar perkataan Atun, Si Iyem terlonjak dr tempat tidurnya dan berkata, "Waduh Tun, itu permintaanmu sulit amat Tun, masa pembantu jadi majikan. Nasib kita sudah begini Tun, ya terima aja Tun, sudah gak usah aneh- aneh."
Akhirnya Iyem tertidur, tetapi Atun bertekad bulat akan menitipkan doanya mulai besok kepada Yesus dan itu benar- benar dia laksanakan. Setiap kali berdoa menurut kepercayaan nya, Atun meminta supaya Yesus mengubah nasibnya dari seorang pembantu rumah tangga menjadi seorang majikan. Minggu demi minggu, bulan demi bulan dia mendoakannya dengan tekun.
Adapun, majikan mereka masih memiliki saudara yang tinggal di Belanda. Kerabat mereka ini sudah puluhan tahun tidak pulang ke Indonesia sehingga mereka sudah lama tidak bertemu. Suatu hari saudara ini meminta dikirimi foto dari keluarga Ambon ini. Singkat cerita suatu sore tukang foto keliling yang biasa lewat di depan kompleks perumahan itu dipanggil untuk membuat foto keluarga terbaru untuk dikirim ke Belanda.
Pada saat berfoto bersama, tiba tiba si Atun meminta pada sang majikan, katanya, "Nyonya, Atun boleh ikut foto ya?" Permintaan Atun dikabulkan oleh sang majikan. Nah, di dalam foto keluarga itu, Si Atun yg tampak paling menonjol sendiri, dengan kulit hitam, senyum lebar dan giginya yang putih. Setelah jadi, foto langsung dikirim ke Belanda.
Seperti biasanya dalam kebanyakan keluarga Ambon, mereka biasa meletakkan album keluarga di ruang tamu hingga pada suatu ketika kerabat mereka yang di Belanda didatangi teman baik mereka, seorang Pria muda berkebangsaan Belanda yang kaya raya dan belum berkeluarga. Begitu si bule membolak-balik album, dia memerhatikan foto keluarga dari Bintaro, tempat gambar si Atun nongol dalam foto keluarga itu. Entah kenapa semakin pria bule itu melihat foto Atun, semakin terpesona hati pria bule itu pada si Atun.
Pria bule itu memberanikan diri, dia bertanya, "Siapa sebenarnya wanita yang satu ini yang ada dalam foto ini?" Temannya menjawab, "Oh itu si Atun, pembantu rumah tangga dari keluarga yang tinggal di Jakarta." Pria bule itu kebingungan dengan dirinya sendiri, dia benar-benar naksir berat pada si Atun.
Akhirnya pria bule itu memberanikan untuk mengirim surat ke Jakarta dan meminta berkenalan dengan Atun. Atun yang tiba- tiba mendapat surat dari seorang Pria Belanda tentu saja sangat terkejut karena merasa tidak pernah punya sahabat pena di luar negeri. Singkat cerita mulailah terjalin hubungan surat-menyurat antara Atun dan pria bule itu. Pria itu berjanji akan datang ke Jakarta untuk melamar Atun. Setelah tiba di Bintaro, si pria bule minta izin kepada majikan Atun utntu mengajak Atun pulang ke kampung halamannya di Tegal selama 2 hari karena akan melamar Atun. Sampai di kampung halaman Atun, orang satu kampung gempar melihat si Atun pulang kampung dengan menggandeng seorang pria bule sebagai calon suami.
Setelah mendapat persetujuan dr orang tua Atun, akhirnya pernikahan pun dilangsungkan dan Atun diboyong ke Belanda. Dua tahun kemudian, Atun kembali ke Jakarta dan menginap di rumah mantan majikannya di Bintaro. Dia menginap bersama suami dan anak hasil perkawinan mereka yang bernama Erick. Begitu tiba di rumah mantan majikannya, Atun langsung menuju ke kamar belakang tempat ia dulu tidur bersama Iyem. Maksudnya untuk tidur kembali di kamar itu. Nyonya rumah itu tentu saja melarangnya. "Tun, kamu tidak usah tidur di belakang lagi, kami sudah menyiapkan kamar tamu untukmu dan keluargamu.
Pada hari rabu, seperti biasa keluarga itu mengadakan persekutuan doa di rumah itu, Atun pun ikut dalam persekutuan doa tersebut. Dengan air mata berlinang Atun bersaksi bahwa Yesus sungguh Tuhan yang ajaib dan hidup. Dia lalu bercerita bagaimana selama satu tahun dia bergumul meminta Tuhan mengubah nasibnya dari seorang pembantu menjadi seorang majikan dan saat itu dengan terisak-isak Atun menceritakan segala keajaiban yang dialaminya. Tuhan Yesus sudah menjawab doanya dan mengubah nasibnya. Hari itu juga Atun memberi diri dibaptis dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat nya. Sang nyonya yang tidak tahu menahu pergumulan si Atun selama itu tidak tahan untuk tidak menangis. Dia memeluk si Atun dan semua orang yang ada dipersekutuan doa itu terharu mendengar kebesaran dan karya Yesus dalam kehidupan si Atun.
Dari seorang pembantu menjadi seorang majikan. HaleluYAH.
Bagikan sharing ini jika kamu diberkati..
(Lasman Simanjuntak)
Minggu, 06 November 2016
Jumat, 04 November 2016
Pendaftaran bpjs baru di bank mandiri
Anda & keluarga BELUM TERDAFTAR sbg peserta AUTODEBIT BPJS KESEHATAN TAGIHAN KELUARGA. Segera PERBAHARUI SURAT KUASA anda di cabang Bank Mandiri agar iuran anda diproses 5 DES 2016. Lakukan pembayaran tagihan BPJS Kesehatan periode NOV 2016 DI CHANNEL BANK DAN PPOB. INFO:14000 (lasman simanjuntak/4 November 2016 pukul 16.30 wib/jumat)
Selasa, 01 November 2016
Surat dari Dewan Pers untuk Pemimpin Redaksi Beritarayaonline.co.id
Jakarta, BeritaRayaOnline, Surat dari Dewan Pers untuk Pemimpin Redaksi beritarayaonline.co.id tiba Kamis 27 Oktober 2016 yang ditandatangani oleh Yosep Adi Prasetyo.
Tujuannya untuk mengisi Formulir Pendataan Pers Nasional tahun 2016.(lasman)