Selasa, 30 Oktober 2018

Sinergitas Kementan dan BPS Mendata Bawang Putih Nasional

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Sebagai institusi yang diberikan kewenangan mengolah dan merilis data, BPS aktif menjalin kerja sama dengan kementerian/lembaga terkait, tak terkecuali Kementerian Pertanian. Pasca Kementan menggaungkan target swasembada bawang putih 2021, kedua institusi langsung berkoordinasi untuk memastikan penanaman bawang putih baik melalui skema APBN maupun skema wajib tanam oleh pelaku usaha importir agar seluruhnya tercatat dalam data statistik yang akuntabel.

Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, pendataan produksi pertanian harus akurat agar kebijakan yang diambil terkait pangan  tepat sasaran.
"Untuk bawang putih, penanaman, panen hingga produksi harus tercatat dalam sistem Statistik Pertanian Hortikultura (SPH), baik yang ditanam secara swadaya, APBN maupun lahan wajib tanam importir,"ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto di sela-sela pertemuan koordinasi Direktorat Jenderal Hortikultura dengan BPS di Hotel Salak Heritage Bogor (30/10).
"Jangan sampai, di lapangan sudah banyak tanam tapi tidak tercatat di BPS. (Hal itu) akan sangat mempengaruhi kebijakan yang terkait dengan penyediaan bawang putih nasional," tambahnya.

Data BPS tahun 2017 menyebutkan bahwa produksi bawang putih nasional hanya 19.510 ton dengan luas panen 2.146 ha. Angka luas panen di kisaran 2 ribu hektar tersebut tidak beranjak dari tahun-tahun sebelumnya selama 15 tahun. Lokasinya juga tak beranjak dari sentra utama seperti Temanggung, Tegal, Karanganyar dan Lombok Timur.

"Setelah pencanangan swasembada bawang putih 2021, diharapkan tahun-tahun mendatang luas panen dan produksinya akan semakin meningkat. Tahun 2018 ini kita targetkan tanam bawang putih lebih dari 11 ribu hektar di 79 kabupaten," tutur Prihasto.

Terkait wajib tanam dan produkai bawang putih oleh importir bawang putih, Kementan mewajibkan realisasi tanam dan produksinya tercatat database statistik BPS. Praktiknya, importir akan dibantu oleh petugas mantri statistik (mantis) di tingkat kecamatan. Setelah tercatat, data tersebut akan dilaporkan ke BPS dan Dinas Pertanian Kabupaten setempat.

"Saat panen, importir akan didampingi petugas pusat, dinas pertanian dan mantri statistik kecamatan untuk menghitung produksinya dengan metode ubinan,"jelas Prihasto.

Sementara,  Kasubdit Produksi Hortikultura BPS, Rita Setiawati, menyebut pihaknya menyambut baik upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitas data bawang putih.

"BPS bertugas menyiapkan tools atau metode pencatatan dan validasi data SPH yang dilaporkan oleh petugas mantri statistik. Karena program swasembada bawang putih ini masih relatif baru, kami siap terjunkan tim ke lapang bersama Tim Kementan", kata Rita.

"BPS sangat mengapresiasi upaya Kementan menuju swasembada bawang putih, dan kami berkewajiban mendukung dari aspek pendataannya,"imbuhnya.(**)

Editor : Lasman Simanjuntak

Selasa, 23 Oktober 2018

Kementan Ancam Importir Mangkir Wajib Tanam dan Penyedia Benih Palsu



Jakarta, BeritaRayaOnline,-Direktur Jenderal Hortikultura,  Kementerian Pertanian,Suwandi, saat dihubungi di Jakarta, (22/10/2018), menyebut setidaknya terdapat 21 importir yang sampai saat ini belum melaksanakan ketentuan wajib tanam dan memproduksi 5% dari pengajuan rekomendasi impor 2017.

Selain itu, pihaknya juga menemukan indikasi pengiriman benih palsu oleh penyedia untuk kegiatan pengembangan kawasan bawang putih di 3 kabupaten di Sumatera dan Jawa.
“Ini sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, untuk mencapai swasembada bawang putih 2021, agar jangan main main dalam melaksanakan program, baik APBN maupun wajib tanam importir,” ujarnya.

Menurut Suwandi, Kementerian Pertanian telah mengeluarkan surat teguran keras kepada 21 importir yang memperoleh RIPH 2017 dan bahkan sudah terbit SPI dari Kementerian Perdagangan, tapi terindikasi tidak beritikad menyelesaikan kewajiban tanam pasca dikeluarkan rekomendasi impornya. Jika sampai batas waktu 31 Desember 2018, tidak ada respons positif, pihaknya tak segan-segan mengambil tindakan tegas.

“Dalam berbagai kesempatan, kami sudah coba ajak dan undang para importir tersebut untuk hadir. Setidaknya sudah 3 kali kami undang, yaitu saat pertemuan di Semarang, lalu di Yogyakarta dan terakhir di Kantor Ditjen Hortikultura Jakarta 18 September 2018. Namun, sepertinya tidak ada respons dan itikad baik dari para importir tersebut,” ujar Suwandi.

“Kami sudah layangkan surat teguran keras kepada 21 importir tersebut. Untuk selanjutnya instansi terkait yang mengundang mereka.Yang pasti kami tidak akan menerbitkan kembali rekomendasi impor terhadap importir yang mangkir dari wajib tanamnya,” tegas Suwandi, Dirjen Hortikultura.
Ketentuan mengenai wajib tanam bagi importir bawang putih telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian (permentan) Nomor 38 Tahun 2017 juncto 24 Tahun 2018 tentang RIPH. Di dalam permentan tersebut diatur mengenai sanksi ketika pelaku usaha tidak melakukan wajib tanam dikenakan sanksi tidak diberikan RIPH bahkan jika dilakukan 2 kali berturut-turut (2017-2018), tidak diberikan RIPH selama 2 tahun.

Sementara itu, terkait indikasi pemalsuan benih, Suwandi mengaku telah melakukan uji DNA terhadap sampel benih yang ditanam petani di tiga kabupaten.

“Hasilnya, DNA sampel benih yang ditanam, tidak sesuai dengan DNA pembandingnya. Contoh satu kabupaten di Jawa, dalam kontrak pengadaan disebutkan varietas Lumbu Putih, ternyata begitu di tes DNA berbeda sama sekali, bahkan terindikasi yang dikirim adalah bawang putih konsumsi. Demikian juga dua kabupaten di Sumatera, yang dijanjikan akan dikirim benih varietas Lumbu Hijau ternyata begitu kami cek DNA nya berbeda,” jelasnya.

“Kalau hal-hal begitu dibiarkan, berpotensi menimbulkan kerugian negara, dan yang lebih memprihatinkan lagi kalau sampai membuat petani putus asa tidak mau menanam lagi,” imbuhnya geram.
Menyikapi hasil pengujian DNA tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura dengan cepat melayangkan surat kepada dinas pertanian tiga kabupaten agar segera mengevaluasi seluruh proses pelaksanaan kegiatan pengembangan kawasan bawang putih.

Selanjutnya pihak penyedia yang terbukti melakukan wanprestasi pelanggaran kontrak kesepakatan dengan mengirimkan benih yang tidak sesuai spesifikasi diminta agar secepatnya bertanggungjawab.
“Jika penyedia tidak bisa mempertanggungjawabkan, dalam waktu dekat akan diajukan proses secara hukum,” pungkas Suwandi.(**)

Editor :Lasman Simanjuntak

Metode KSA BPS Langkah Tepat Membuktikan Tidak Perlu Impor Beras

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data produksi beras yang terbaru dan tentunya lebih valid dari metode sebelumnya dengan menggunakan metode Kerangka Sampling Area (KSA). Metode tersebut mulai digunakan sejak Januari 2018 untuk memperbaiki data produksi padi.

Hasilnya, berdasarkan rilis BPS terkoreksi data pangan yakni luas baku sawah yang berkurang dari 7,75 juta hektar tahun 2013 menjadi 7,1 juta hektar tahun 2018. Sementara potensi luas panen tahun 2018 mencapai 10,9 juta hektar, produksi 56,54 juta ton gabah kering giling atau setara 32,42 juta ton beras dan konsumsi sebesar 29,50 juta ton. Dengan demikian, Indonesia mengalami surplus beras 29,50 juta ton selama 2018.

Tentang hal ini, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengapresiasi langkah pemerintah yang mengoreksi data produksi beras tersebut agar kebijakan impor yang berpotensi menyengsarakan rakyat tidak perlu diambil. Karenanya, data terbaru ini berdampak juga pada tidak lagi terjadinya pro kontra dan polemik terkait data produksi padi dan beras.

“Jika kebijakan yang dikeluarkan menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti impor beras, berpotensi menyengsarakan banyak orang,” ujar Hendri di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

“Karena itu, data yang baru dari pemerintah mesti jadi momentum awal untuk membuat kebijakan yang lebih baik dan menyejahterakan rakyat, termasuk petani,” sambungnya.

Sementara itu, data terbaru BPS bahwa produksi beras Indonesia selama 2018 surplus 2,80 juta ton ini pun sesuai dengan hitungan ekonom senior Universitas Indonesia, Rizal Ramli. Kemarin (22/10), dalam diskusi khusus mengenai impor pangan, RR sapaan akrabnya menegaskan impor beras yang dilakukan tahun ini didasari atas kelangkaan beras yang dibuat-buat.

“Sebab, dalam kenyataannya, beras dalam keadaan cukup. Kalau kelangkaan yang benar, itu baru kita boleh impor. Tapi, ini direkayasa. Kebutuhan impornya ini karena emang pejabat doyan banget impor," tegasnya.

Menurut RR, impor beras ini mengorbankan petani. Yakni keuntungan yang seharusnya petani peroleh saat panen, menjadi melayang, karena harga beras menjadi anjlok akibat membanjirnya beras impor di pasar.

“Kebijakan impor di waktu panen ini sadis sekali. Petani pada mau panen ada impor, akhirnya pada nangis semua. Jadi, kalau saya sebut itu sebagai adiktif impor atau kecanduan impor," pungkasnya.(**)

Editor : Jhonnie Castro

Minggu, 21 Oktober 2018

Meikarta, Arena Memperkuat Hegemoni China di Indonesia

Jakarta,BeritaRayaOnline,-
Kota Meikarta Cikarang bakal menjadi buffer city sebelum timur Jakarta, mengundang pro dan kontra karena disinyalir akan menjadi tempat penampungan migrasi warga China di Indonesia
Nusantara.news, Jakarta – Masih ingat dengan peringatan keras Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tentang bahaya perang asimetris (proxy war) yang mengancam Indonesia.

Perang tanpa bentuk ini digambarkan dengan berbondong-bondongnya negara luar datang untuk menguasai Indonesia mengincar kekayaan sumber daya alam (SDA). Salah satu kekayaan SDA itu adalah lahan yang luas untuk pembangunan properti.

Paling TNI mengingatkan dalam proxy war tidak bisa dilihat siapa lawan dan kawan, tetapi perang tersebut dikendalikan oleh negara lain. Salah satu out-put perang tanpa bentuk itu adalah kasus lepasnya Timor-Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam tataran global saat ini ada dua negara yang sedang menginternasionalisasi hegemoninya, yakni Amerika dan China. Dalam banyak kasus, kedua negara yang kini menjadi adidaya ini bertempur dalam damai baik dalam bentuk pertahanan, keamanan, teknologi, informasi, ekonomi, sampai pada nilai tukar.

Sejak naiknya Presiden Donald Trump, nampaknya hegemoni AS semakin redup. Pada saat yang sama hegemoni China mulai bersinar, setidaknya secara ekonomi, China sudah melewati kedigdayaan negeri Paman Sam.

Perang asimetrik yang berusaha saling menghegemonik tersebut hadir di tanah air. Di mana Amerika dan China saling berebut pengaruh terhadap Indonesia. Mulai hadirnya Presiden China Xi Jinping, diikuti kedatangan Wakil Presiden AS Mike Pence. Selanjutnya diikuti kunjungan Presiden Jokowi dan utusannya Luhut Binsar Pandjaitan ke China, bak gayung bersambut mengecek kekuatan dua negara hegemonik tersebut.

Pada awalnya Presiden Jokowi sangat condong ke China, sehingga dari US$500 miliar proyek infrastruktur yang digagasnya dalam lima tahun, hampir 75% dikuasai China. Jokowi bahkan seperti kawin mati dengan Xi Jinping. Salah satu mega proyek fenomenal adalah reklamasi pantai utara Jakarta.

Dikabarkan, di proyek Giant Sea Wall itu, akan dikombinasikan dengan reklamasi yang dapat menjadi arena dibangunnya 8.000 tower, di mana tiap-tiap towernya dikhabarkan akan diisi warga keturunan China, sehingga total penduduk baru peralihan dari China mencapai 80 juta orang.

Tentu saja warga China itu sudah dikonversi jati dirinya menjadi warga negara Indonesia (WNI) lewat program konversi warga negara yang sudah dirancang Direktorat Jenderal Imigrasi dalam satu aplikasi. Warga China tinggal mengisi formulir, lalu klik enter, jadilah dia WNI.

Dengan biaya proyek reklamasi sekitar Rp500 triliun, cita-cita China nyaris terealisasi. Dikatakan nyaris, karena belakangan cita-cita itu pupus saat Basuki Tjahaja Purnama gagal menjadi Gubernur DKI Jakarta pada April 2017 lalu.

Satu per satu para sponsor China pun mundur, bahkan dikabarkan mereka mundur teratur sepekan sebelum pengumuman kekalahan Ahok dari Anies Baswedan.

Alternatif Meikarta

Dalam pengecekan terakhir, sepertinya China tak hanya mundur dari proyek reklamasi pantai utara Jakarta, tapi juga mundur dari hampir seluruh proyek infrastruktur yang ditawarkan Jokowi.

Hanya saja, satu proyek yang masih disisakan China untuk dirampungkan, yakni proyek kereta semi cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 km yang nilainya mencapai US$5,5 miliar. Kabarnya China Development Bank (CDB) bersedia meminjamkan dana US$4,5 miliar, sedangkan sisanya ditanggung konsorsium BUMN.

Tapi dalam mempertegas hegemoninya, fokus China bukan pada pembangunan kereta Jakarta-Bandung, melainkan memastikan proyek Meikarta seluas 2.200 hektare di Cikarang. Proyek ini di-arrange oleh Lippo Group dengan biaya hingga Rp278 triliun.

Dari mana pembiayaan sebesar itu? Kabarnya uangnya sudah ada dan Lippo Group tidak ada beban mengumpulkan dana, melainkan tinggal merealisasikannya saja. Makanya Lippo Group sedang gencar membangun kota yang diambil dari nama ibunda James Riady, yakni Mei.

CEO Lippo Group, James Riady menyatakan dalam pembangunan Kota Meikarta ini melibatkan banyak mitra bisnis. Langkah ini sebagai strategi pendanaan Lippo dalam merealisasikan pembangunan yang direncanakan. Menurutnya, 35% porsi pendanaan berasal dari kas Lippo, sedangkan sisanya dari kerja sama dengan mitra bisnis baik dalam maupun luar negeri.

Pendanaan itu bersifat demokratis. Artinya pendanaan ini dari begitu banyak partner masuk, ada Jepang, Korea, Taiwan dan banyak lagi, plus pendanaan dari setiap pembeli yang mempercayakan kepada Lippo.

Meski tidak merinci siapa saja mitra tersebut, hal ini kata dia telah dibuktikan dengan akan dibangunnya apartemen bernuansa Jepang yang dibangun oleh Toyota dan Mitsubishi di kawasan ini. Hal ini tidak lepas dari lokasi Meikarta yang dekat dengan pabrik dan kawasan industri kedua produsen kendaraan bermotor asal Jepang tersebut.

Proyek Meikarta bersifat multiple partnership. Partner-partner itu ikut mendanai. Ada 120 perusahaan yang bermitra dengan Lippo, 30-40 kontraktor, 20-30 partner dari luar negeri seperti Mitsubishi, Toyota. Mitsubishi bangun 1.000 unit, tapi desainnya khusus lebih ke Jepang. Toyota juga.

Adapun 250.000 unit apartemen yang saat ini tengah dibangun ditargetkan bakal diselesaikan pada akhir 2018 mendatang sehingga bisa segera ditempati.

Meski tak menyebut siapa membiayai berapa, kabarnya uang kas Rp278 triliun sudah di tangan. Tugas Lippo adalah memastikan pembangunan berjalan lancar, meski pun perizinan belum diurus sehingga mengundang protes Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Bupati Bekasi Neneng Hasanah.

Hegemoni China

Pertanyaan mendasar lainnya, untuk apa Lippo meng-arrange pembangunan kota sebesar dan semewah itu? Kebutuhan mendesak apa yang melatarbelakanginya?

Banyak teori yang bisa menjelaskan, salah satunya adalah teori demografi. Dengan penduduk 1,4 miliar, harusnya China ditopang pertumbuhan ekonomi minimal 10%. Tapi hari ini pertumbuhan China hanya 6,9%, artinya terjadi over populasi. Jika kelebihan populasi ini dibiarkan, maka akan terjadi rebutan makanan, rebutan energi, rebutan politik dan pada akhirnya bisa perang saudara.

Makanya sejak 2010, pemerintah China dibantu para konglomerat yang tergabung dalam Chinese Overseas mencoba mencarikan solusi dengan melakukan migrasi penduduk China ke manca negara, termasuk ke Indonesia. Untuk apa?

Ekonom dan juga aktivis Sri Bintang Pamungkas menilai ada semacam kolonisasi China di Indonesia. Sebutan nama lain dari penjajahan, hegemoni dan lebih sarkastis aneksasi halus.

James Riady melalui Lippo Group, kata Bintang, memiliki kepentingan proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung agar bisa menjual Kota Meikarta senilai Rp278 Triliun. Tanah sawah Rp100 ribu dijual menjadi Rp12,5 juta per meter per segi. Menggelembung 125 kali lipat.

Bintang menyebut kota Meikarta nantinya diisi oleh warga China dengan dwi kewarganegaraan, di mana seseorang bisa jadi WNI dan China sekaligus e-KTP yang dilakukan secara online, dan KTP seumur hidup adalah alat agar kolonisasi China di Indonesia berjalan mulus.

“Bukan tidak mungkin orang China di Indonesia jumlahnya sudah 10% hingga 20%. China dengan 1,4 miliar penduduk perlu tanah yang luas,” ungkap Bintang.

Sinyalemen Bintang tersebut hingga kini tak ada yang membantah, malah Polri yang menjawab argumentasi Bintang dengan menangkapnya beberapa waktu lalu, untuk kemudian akhirnya dibebaskan.

Karena itu, mestinya Panglima TNI sudah harus menyiapkan skenario pengamanan jika terjadi penolakan, atau bahkan kerusuhan, melihat fenomena ketidakadilan terhadap warga China di kemudian hari. Bahkan bila perlu TNI sudah menyiapkan skenario pengambil alihan kewenangan demi menjaga NKRI dari upaya penguasaan lahan yang massif dan berlebihan seperti Meikarta.

TNI harus menjadi pioner dalam memastikan setiap jengkal tanah di Indonesia aman dan bebas dari penjajahan ekonomi maupun perang proxy. Harus terbebas dari hegemoni siapapun, termasuk China.[]

https://nusantara.news/meikarta-arena-memperkuat-hegemoni-china-di-indonesia/

(/**)

Kamis, 18 Oktober 2018

Tujuh Alasan Mengapa Doa Tidak Dikabulkan

🙏 *7 Alasan Mengapa Doa Tidak Kabulkan*🛐

*Alkitab dengan sangat eksplisit atau jelas memberitahukan kepada kita mengapa sebagian doa-doa kita tidak, atau belum dijawab Tuhan?*

*Apa yang membuat Tuhan belum dan tidak menjawab doa-doa kita?*

🔹1. *Dosa*.

Yes 59:1-2 👉 *“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu”.*🆘

🔹2. *Di dalam hatinya ada niat jahat.*

Mazmur 66:18
👉 *“Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar”.*

🔹3. *Orang yang hatinya bimbang dan mendua hati.*

Yakobus 1:6
👉 *Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.*

🔹4. *Tujuannya untuk memuaskan hawa nafsu.*

Yakobus 4:3
👉 *Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.*

🔹5. *Hubungan suami istri tidak baik.*

1 Petrus 3:7
👉 *Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.*

🔹6.  *Tidak mengampuni.*

Markus 11:25
👉 *Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”*

🔹7. *Tidak mau menolong orang yang membutuhkan pertolongan.*

Amsal 21:13
👉 *“Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru”.*
🔹🔹🔹🛐✝🆘🔹🔹🔹

🙏 *Bagaimana seharusnya kita berdoa ?*🛐

🙏 *Berdoa kepada Bapa di sorga di dalam nama Yesus* (Yoh 14:13, 14. Kolose3:12-17).

🙏 *Berdoa dengan sukacita & ucapan syukur*  (Filipi 1:3-4, 4:6, Mat 15:36. Kol 4:2).

🙏 *Berdoa dengan tekun* (Roma12:12. Luk18:1).

🙏 *Berdoa dengan jujur* (Amsal 15:8).

🙏 *Berdoa dengan percaya / iman*(Mar 11:24, Yak 5:15-17).

Yakobus 5:16
🛐💝...  *Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.*

TUHAN MEMBERKATI🙏

(*/Wa Group Wilayah VII/Jumat/18/10/2018)

Rabu, 17 Oktober 2018

Mu Jual Cepat Lancer Dan Gan Merah Tahun 1989

Mau Jual Cepat

Lancer Dan Gan/tahun 1989/DOCH/Injection/1600 cc/manual/mesin sehat/pw/ps/ac/tape digital/velg racing/remote/merah/STNK hidup/plat B/Tangsel/atas nama sendiri/Pamulang/Rp 23 juta/nego

Hub HP : 081287382063