Senin, 05 November 2018

Kementerian Pertanian Raih Penghargan Pengelola Informasi Publik

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Di istana Wakil Presiden, Jusuf Kalla menekankan perlunya keterbukaan informasi publik di Kementerian maupun lembaga negara.

"Keterbukaan merupakan energi untuk mencerdaskan bangsa. Perlu keterbukaan informasi publik dilaksanakan dan terus didorong, serta diawasi agar  bisa berjalan baik," kata Yusuf Kalla pada pemberian anugerah informasi publik 2018 di Istana Wapres.
Kementerian Pertanian termasuk kategori Pengelola Informasi Publik Terbuka.

Menurut Ketua Komisi Informasi Pusat Gede Narayana  , pelaksanaan penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik tahun 2018 ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan sistem peringkat.

Ia mengatakan pada penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik kali ini dilakukan penilaian keterbukaan informasi BP berdasarkan kualifikasi sesuai rentangan nilai keterbukaan informasi publiknya.

Dimulai dari kualifikasi tertinggi yaitu kelompok pertama Badan Publik Informatif, kedua BP Menuju Informatif, ketiga BP Cukup Informatif, keempat BP Kurang Informatif, dan kelima BP Tidak Informatif.

Untuk kategori BP, menurutnya sama dengan tahun lalu ada tujuh kategori yaitu BP Kementerian, BP Lembaga Non Struktural (LNS), BP Lembaga Negara Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LNLPNK), BP Perguruan Tinggi Negeri (PTN), BP Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BP Pemerintah Provinsi (Pemprov), dan BP Partai Politik (Parpol). 

Penilaian dilakukan terhadap 460 perguruan tinggi, lembaga dan kementerian/BUMN. Penilaian dilakuan sesuai amanat UU No 28 F.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro, seusai menerima penghargaan menyatakan bahwa keterbukaan informasi publik adalah bagian dari pemenuhan hak atas informasi yang dijamin UU nomor 14 tahun 2008.

"Kementan akan terus berkomitmen melayani informasi secara baik dan mudah diakses oleh publik," tegas Syukur.

Syukur juga mengatakan bentuk dari komitmen ini telah dilakukan dalam bentuk pelaksanaan bimbingan teknis bagi seluruh unit kerja yang ada di pusat  maupun yang ada di daerah. Serta adanya pengalokasian anggaran khusus bagi pengelola informasi publik.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Informasi Publik  selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) mengingatkan  beberapa waktu lalu telah melakukan presentasi di hadapan tim penilai Komisi Informasi Pusat (KIP).

Dalam paparan PPID tersebut Kementan telah menyampaikan langkah, strategi dan capaian dalam menjamin dan mempromosikan keterbukaan informasi publik. Presentasi ini adalah bagian dari penilaian keterbukaan informasi publik untuk kategori Kementerian.

"Saat ini masyarakat dapat datang langsung di konter layanan PPID kita, ataupun cukup melalui website Kementan. Kita lihat permohonan informasi trend nya meningkat, dan sampai saat ini insya Allah Kementan mampu memenuhi harapan masyarakat, yang makin tinggi terhadap keterbukaan informasi pertanian" kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementan.(*/Rilis Kementan)

Editor : Lasman Simanjuntak

Dubes RI di Belgia Tengok Sapi Belgian Blue di Indonesia


Jakarta,BeritaRayaOnline,-Duta Besar Indonesia di Belgia Yuri O Thamrin dan Cristophe Van Overstaeten Perwakilan dari Kedubes Belgia di Indonesia didampingi oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengunjungi Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang (05/11). Kunjungan ini dimaksudkan untuk menyaksikan langsung progress pertumbuhan dan performans sapi Belgian Blue (BB) di Indonesia.

Yuri O Thamrin memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas keberhasilannya mengembangkan sapi Belgian Blue di Indonesia. Ia berharap performans sapi BB dengan perototannya yang luar biasa dan potensi karkasnya yang besar (70 – 80%) dapat menjadi peluang pengembangan sapi di Indonesia.  Upaya yang dilakukan pemerintah ini diharapkan kedepan dapat memenuhi kebutuhan protein hewani asal ternak bagi masyarakat Indonesia. 

Ia katakan bahwa untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan pengembangan sapi BB, saat ini Indonesia sedang mengusulkan kerjasama dengan Pemerintah Belgia, terutama dalam rangka peningkatan SDM.

Pada kesempatan tersebut, Sugiono menjelaskan, Belgian Blue merupakan rumpun sapi potong kelompok Bos taurus yang berasal dari negara Belgia. Keunggulan sapi BB diantaranya mempunyai konformasi perototan yang baik dan persentase karkas yang tinggi sekitar 20% lebih tinggi dari persentase karkas sapi pada umumnya, kandungan lemak yang relatif lebih rendah dan memiliki efisiensi penggunaan pakan yang baik. "Potensi produksi karkas yang tinggi dan performans yang baik merupakan harapan bagi pemenuhan kebutuhan protein bagi masyarakat", ungkapnya.

Pengembangan Belgian Blue di BET Cipelang dimulai sejak tahun 2016, dimana mulai dilakukan pengadaan embrio beku dan semen beku BB.  Kegiatan ini kini telah membuahkan hasil yang ditandai dengan kelahiran sapi hasil persilangan antara semen beku BB dengan sapi perah melalui inseminasi buatan (IB) Besar Indonesia di Belgia dan kelahiran sapi murni hasil transfer embrio (TE).

Program pengembangan BB merupakan terobosan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk melakukan introduksi bangsa sapi baru BB dalam jumlah yang lebih banyak lagi.  Mentan Amran menargetkan pada tahun 2019 akan ada kelahiran keturunan BB menjadi 1.000 ekor baik melalui TE maupun IB.

Sugiono menambahkan, pengembangan sapi BB saat ini masih dilakukan secara terbatas di 11 (sebelas) Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementan diantaranya: 1). Balai Besar Perbibitan Ternak Unggul Hijaun Pakan Ternak (BBPTU HPT) Baturraden; 2).Balai Besar Pelatihan Kesehaan Hewan (BBPKH) Cinagara; 3).Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu; 4).Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang; 5).Balai Perbibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Sembawa;6).Balai Perbibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Padang Mengatas; 7).Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor; 8).Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Magelang; 9).Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Malang; 10).Balai Penelitian Peternakan (Balitnak) Ciawi; 11).Loka Penelitian (Lolit) Sapi Potong Grati.

Pengembangan sapi BB di Indonesia dilakukan melalui 2 (dua) cara diantaranya melalui teknologi IB dan TE.  Teknologi TE dilakukan dengan menggunakan embrio yang berasal dari Belgia.  Impor dilakukan pada tahun 2017 dan 2018 masing-masing sebanyak 900 embrio.  Pelaksanaan TE dilakukan untuk menghasilkan sapi BB murni (100%). Keturunan hasil TE akan digunakan di B/BIB nasional sebagai penghasil semen beku dan pada UPT perbibitan lingkup Kementan.  Teknologi IB dilakukan dengan menggunakan semen beku sapi BB yang diimpor dari Belgia pada tahun 2018 sebanyak 1000 straw, sehingga diharapkan akan dihasilkan keturunan sapi BB dengan komposisi darah 50%.  Keturunan ini akan di-IB dengan semen beku BB dan akan dihasilkan keturunan sapi BB dengan komposisi darah BB 75%. 

Sampai dengan tanggal 04 November 2018, total kelahiran sebanyak 91 ekor, 47 ekor hasil TE dan hasil IB sebanyak 44 ekor. Sedangkan sapi yang bunting dari IB sebanyak 126 ekor dan TE sebanyak 150 ekor.

Sapi hasil TE pertama dan hasil persilangan pertama yang lahir di BET Cipelang saat ini telah didistribusikan ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari untuk diproduksi semen bekunya.  Setelah mendapatkan rekomendasi dari komisi bibit dan pakar pendamping, semen beku ini akan diedarkan ke seluruh masyarakat peternak Indonesia.

Selain dari BET Cipelang, kelahiran BB saat ini juga ada di beberapa UPT pelaksana lainnya, diantaranya: Balitnak, BBPTUHPT Baturraden, BPTUHPT Sembawa, BPTUHPT Padang Mangatas, BBPKH Cinagara. 

Sementara itu, Kepala BET Cipelang Oloan Parlindungan mengatakan, Persilangan sapi BB dengan bangsa sapi lain menghasilkan pola warna yang unik dan beragam.  Persilangan sapi BB dilakukan dengan bangsa sapi FH, Simmental, Limousin, Angus, Brahman, PO, Aceh, Madura.

Selain melakukan persilangan sapi BB dengan bangsa lainnya, BET Cipelang telah mencoba melakukan produksi embrio yang dihasilkan dari sapi Aceh dan semen beku BB untuk menghasilkan keturunan BB dengan komposisi darah 50%.  Dari hasil produksi embrio ini, telah lahir sapi keturunan BB yang lahir secara normal tanpa operasi caesar.  Selain itu juga dilakukan produksi embrio pada sapi keturunan BB betina dengan semen beku BB untuk menghasilkan keturunan BB dengan komposisi darah 75%.  Perkawinan antar sapi keturunan BB menghasilkan sapi dengan bobot lahir yang normal, sehingga dapat lahir secara normal tanpa operasi caesar.  "Sapi-sapi hasil persilangan inilah yang kelak akan dikembangkan di Indonesia karena mampu lahir secara normal tanpa operasi caesar, namun memiliki pertumbuhan dan performans tubuh yang bagus", pungkasnya.(*/Press Rilis Kementan)

Editor : Lasman Simanjuntak

Kinerja Ekspor Dorong Pertumbuhan Positif Sektor Pertanian Triwulan III 2018


Jakarta,BeritaRayaOnline,- Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi RI Triwulan III 2018 mencapai 5,17 persen (year on year).  Dalam rilisnya, BPS menyebutkan sektor pertanian turut berkontribusi positif terhadap pertumbuhan tersebut. Pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 3,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year). Sementara bila dibandingkan triwulan sebelumnya, pertumbuhan sektor ini mencapai 3,18 persen.

Subsektor hortikultura mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 7,85 persen (year on year). Sementara bila dibandingkan triwulan sebelumnya, subsektor mencatat pertumbuhan sebesar 0,86 persen. Peningkatkan ekspor ditenggarai turut mendorong kinerja positif subsektor hortikultura.  “Meningkatnya permintaan luar negeri berdampak positif terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura,” ungkap Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan pers, Senin (5/11).

Subsektor peternakan juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan positif sektor pertanian. Dibandingkan tahun sebelumnya, peternakan tumbuh sebesar 5,12 persen. Kontribusi peternakan ditenggarai karena meningkatnya permintaan hewan kurban pada hari raya Idul Adha. “Seperti kita ketahui pada triwulan III terdapat momen Idul Adha," ujar Suhariyanto.

Pertanian juga turut berperan dalam pertumbuhan positif sektor industri pengolahan untuk makanan dan minuman. Industri pengolahan tumbuh sebesar 4,33 persen, sementara subsektor industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 8,10 persen (year on year) dan 3,45 persen (quarter to quarter). Pertumbuhan positif ini didorong oleh peningkatan produksi minyak sawit metah atau crude palm oil (CPO).

*_Pemerintah Giatkan Ekspor Pertanian_*
Pertumbuhan sektor pertanian pada triwulan III tak lepas dari meningkatnya ekspor pertanian, terutama komoditas hortikultura. Kementerian Pertanian melalui Ditjen Hortikultura menargetkan ekspor tahun 2018 untuk komoditas-komoditas hortikultura mencapai Rp 2,23 miliar. Produk hortikultura yang diminati pasar luar negeri antara lain tanaman hias, manggis, salak, dan bawang merah.

Kementan saat ini sedang menggiatkan ekspor pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran mengungkapkan bahwa ekspor pertanian perlu digiatkan dengan tujuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi bangsa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Amran, potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia.

“(Penggiatan ekspor) ini adalah perintah Bapak Presiden. Negara kita atau pertumbuhan ekonomi bisa bangkit karena dua hal, yaitu ekspor dan investasi. Ke depan, dua hal ini kita dorong terus,” ungkap Amran saat melepas ekspor komoditas hortikultura, di Surabaya, bulan lalu (8/10).

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro menyebutkan pihaknya memproyeksi adanya peningkatan nilai ekspor tahun ini hingga 24 persen. Ekspor tahun ini diperkirakan mencapai Rp 499,30 triliun.  “Hingga bulan September 2018, nilai ekspor pertanian sudah mencapai Rp 330 triliun," tuturnya. 

Peningkatan ekspor di bidang pertanian juga salah satunya disebabkan oleh banyaknya pengusaha di Tanah Air yang mulai melakukan ekspor, terutama di sektor hortikultura. "Saat ini banyak sekali para pengusaha yang dulunya bukan eksportir berlomba-lomba sekarang menjadi eksportir pertanian, terutama di sektor hortikultura meningkat sekali," tambah Syukur.

(Biro Humas dan Informasi Publik
Kementerian Pertanian)

Editor : Lasman Simanjuntak

Pembukaan Care Group/KPA Sawangan-Depok : Tiga Jiwa Harus Dibawa Kembali kepada Yesus Kristus


Sawangan,Depok,BeritaRayaOnline,-Puji Tuhan, -setelah menunggu dua bulan- akhirnya pembukaan Care Group/KPA (Kelompok Pendalaman  Alkitab) "Sawangan-Depok" berlokasi di rumah keluarga Stella di Gang Sadar, Desa Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kotif Depok, Provinsi Jawa Barat, terlaksana dengan baik pada Minggu sore (4/11/2018).

Pada pembukaan Care Group/KPA "Sawangan Depok" ini , tamu (non advent) yang hadir tiga orang yaitu Stella, Pungki, dan Kristal.Sedangkan dari Jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara ikut hadir Ferdinant Hutapea, Eddy Irmawan, Nelson Kolondam, Flora Simanjuntak, dan Lasman Simanjuntak.

"Biarlah Stella dan keluarga bisa kembali ke gereja untuk beribadah.Kami, selalu rindu Stella bisa kembali ke gereja," ajak Ferdinant Hutapea yang mengaku  "bersahabat" dengan Stella melalui group 'mesanggers" (group nyanyian anak muda-red) di GMAHK Jatinegara sekitar tahun 1980-an.

Kebaktian Care Group/KPA " Sawangan-Depok" dibuka dengan nyanyian pujian dari Lagu Sion (edisi lama) No.281 "Aku Perlu Yesus" ,  doa buka Flora Simanjuntak, lalu dilanjutkan dengan  sharing (berbagi kasih), dan kesaksian baik yang disampaikan oleh Ferdinant Hutapea, Eddy Irmawan, Flora Simanjuntak-Kolondam, maupun Stella dan Pungki.

Dalam Care Group/KPA "Sawangan-Depok" ini tiga jiwa (Stella, Pungki, dan Kristal) harus dibawa kembali kepada Yesus Kristus- setelah puluhan tahun "menghilang" ditelan gemerlap tarikan duniawi. Bahkan tiga jiwa ini kita doakan terus supaya kelak dihari kemudian dapat kembali menerima Yesus Kristus dan Kebenaran-Nya dalam sebuah baptisan kudus.

Lasman Simanjuntak, Ketua Jemaat GMAHK Jatinegara dalam kesempatan tersebut  membawakan Firman Tuhan berjudul "Jangan Mendua Hati" .Mau ikut Tuhan atau ikut dunia, mau ikut Allah atau ikut Baal.

"Allah itu kasih, pilihan ada di tangan kita.Namun, kami berharap Stella, Pungki, dan Kristal dapat kembali bertobat.Sebab orang yang mendua hati, tidak akan tenang dalam hidupnya, ini tertulis dalam Yakobus 1:8,"  nasihat dari  Ketua Lasman Simanjuntak, ketika mengawali khotbahnya sore itu.

Dikatakannya, sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2018 untuk menuju tahun 2019.Bila sepanjang tahun 2018 kita banyak berbuat dosa, segera minta pengampunan kepada Tuhan.

"Dan, bila sepanjang tahun 2018 ada pencobaan, penderitaan, kesengsaraan, kesakitan, kematian, dan sebagainya.Biarlah iman percaya kita tetap kuat dan teguh, jangan putus asa, apalagi sampai berbuat dosa.Dua bulan lagi kita akan memasuki tahun 2019, mari kita bertobat, tetap setia kepada Tuhan sambil menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali," ujarnya.

Dalam menghadapi pencobaan ataupun penderitaan, lanjut Ketua Lasman Simanjuntak, mari kita renungkan Firman Tuhan dalam Yakobus 1: 2-4 "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna, dan utuh, dan tak kekurangan suatu apapun."

Sebelum menutup rangkaian ibadah pembukaan Care Group/KPA "Sawangan-Depok" dengan lagu pujian dari lagu Sion (edisi lama) No.123 "Adakah Yesus Lindung Aku" , kami berdiskusi tentang isi Alkitab yang telah disampaikan dalam Kitab Yakobus 1:2-8.

"Puji Tuhan, rasanya hati saya seperti tergerak dan rindu untuk kembali kepada Tuhan, terutama setelah mendengar Firman Tuhan sore ini," akui Pungki ( telah menikah dan ikut suami yang beragama muslim-red).

"Saya berterima kasih, atas adanya acara kebaktian ini.Bahkan saya merasa sukacita dan senang hati karena sore ini ada doa, nyanyian pujian, dan baca Alkitab." kata Stella Maridey, yang sejak tahun 80-an telah "meninggalkan" gereja Tuhan di Jatinegara.

Lasman Simanjuntak, lalu menutup ibadah dengan doa syafaat, khususnya untuk keluarga Stella yang berjanji menunggu kedatangan kami kembali untuk melanjutkan pertemuan kedua Care Grop/KPA "Sawangan-Depok"..

Tuhan Yesus memberkati

(Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak

Selasa, 30 Oktober 2018

Sinergitas Kementan dan BPS Mendata Bawang Putih Nasional

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Sebagai institusi yang diberikan kewenangan mengolah dan merilis data, BPS aktif menjalin kerja sama dengan kementerian/lembaga terkait, tak terkecuali Kementerian Pertanian. Pasca Kementan menggaungkan target swasembada bawang putih 2021, kedua institusi langsung berkoordinasi untuk memastikan penanaman bawang putih baik melalui skema APBN maupun skema wajib tanam oleh pelaku usaha importir agar seluruhnya tercatat dalam data statistik yang akuntabel.

Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, pendataan produksi pertanian harus akurat agar kebijakan yang diambil terkait pangan  tepat sasaran.
"Untuk bawang putih, penanaman, panen hingga produksi harus tercatat dalam sistem Statistik Pertanian Hortikultura (SPH), baik yang ditanam secara swadaya, APBN maupun lahan wajib tanam importir,"ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto di sela-sela pertemuan koordinasi Direktorat Jenderal Hortikultura dengan BPS di Hotel Salak Heritage Bogor (30/10).
"Jangan sampai, di lapangan sudah banyak tanam tapi tidak tercatat di BPS. (Hal itu) akan sangat mempengaruhi kebijakan yang terkait dengan penyediaan bawang putih nasional," tambahnya.

Data BPS tahun 2017 menyebutkan bahwa produksi bawang putih nasional hanya 19.510 ton dengan luas panen 2.146 ha. Angka luas panen di kisaran 2 ribu hektar tersebut tidak beranjak dari tahun-tahun sebelumnya selama 15 tahun. Lokasinya juga tak beranjak dari sentra utama seperti Temanggung, Tegal, Karanganyar dan Lombok Timur.

"Setelah pencanangan swasembada bawang putih 2021, diharapkan tahun-tahun mendatang luas panen dan produksinya akan semakin meningkat. Tahun 2018 ini kita targetkan tanam bawang putih lebih dari 11 ribu hektar di 79 kabupaten," tutur Prihasto.

Terkait wajib tanam dan produkai bawang putih oleh importir bawang putih, Kementan mewajibkan realisasi tanam dan produksinya tercatat database statistik BPS. Praktiknya, importir akan dibantu oleh petugas mantri statistik (mantis) di tingkat kecamatan. Setelah tercatat, data tersebut akan dilaporkan ke BPS dan Dinas Pertanian Kabupaten setempat.

"Saat panen, importir akan didampingi petugas pusat, dinas pertanian dan mantri statistik kecamatan untuk menghitung produksinya dengan metode ubinan,"jelas Prihasto.

Sementara,  Kasubdit Produksi Hortikultura BPS, Rita Setiawati, menyebut pihaknya menyambut baik upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitas data bawang putih.

"BPS bertugas menyiapkan tools atau metode pencatatan dan validasi data SPH yang dilaporkan oleh petugas mantri statistik. Karena program swasembada bawang putih ini masih relatif baru, kami siap terjunkan tim ke lapang bersama Tim Kementan", kata Rita.

"BPS sangat mengapresiasi upaya Kementan menuju swasembada bawang putih, dan kami berkewajiban mendukung dari aspek pendataannya,"imbuhnya.(**)

Editor : Lasman Simanjuntak

Selasa, 23 Oktober 2018

Kementan Ancam Importir Mangkir Wajib Tanam dan Penyedia Benih Palsu



Jakarta, BeritaRayaOnline,-Direktur Jenderal Hortikultura,  Kementerian Pertanian,Suwandi, saat dihubungi di Jakarta, (22/10/2018), menyebut setidaknya terdapat 21 importir yang sampai saat ini belum melaksanakan ketentuan wajib tanam dan memproduksi 5% dari pengajuan rekomendasi impor 2017.

Selain itu, pihaknya juga menemukan indikasi pengiriman benih palsu oleh penyedia untuk kegiatan pengembangan kawasan bawang putih di 3 kabupaten di Sumatera dan Jawa.
“Ini sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, untuk mencapai swasembada bawang putih 2021, agar jangan main main dalam melaksanakan program, baik APBN maupun wajib tanam importir,” ujarnya.

Menurut Suwandi, Kementerian Pertanian telah mengeluarkan surat teguran keras kepada 21 importir yang memperoleh RIPH 2017 dan bahkan sudah terbit SPI dari Kementerian Perdagangan, tapi terindikasi tidak beritikad menyelesaikan kewajiban tanam pasca dikeluarkan rekomendasi impornya. Jika sampai batas waktu 31 Desember 2018, tidak ada respons positif, pihaknya tak segan-segan mengambil tindakan tegas.

“Dalam berbagai kesempatan, kami sudah coba ajak dan undang para importir tersebut untuk hadir. Setidaknya sudah 3 kali kami undang, yaitu saat pertemuan di Semarang, lalu di Yogyakarta dan terakhir di Kantor Ditjen Hortikultura Jakarta 18 September 2018. Namun, sepertinya tidak ada respons dan itikad baik dari para importir tersebut,” ujar Suwandi.

“Kami sudah layangkan surat teguran keras kepada 21 importir tersebut. Untuk selanjutnya instansi terkait yang mengundang mereka.Yang pasti kami tidak akan menerbitkan kembali rekomendasi impor terhadap importir yang mangkir dari wajib tanamnya,” tegas Suwandi, Dirjen Hortikultura.
Ketentuan mengenai wajib tanam bagi importir bawang putih telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian (permentan) Nomor 38 Tahun 2017 juncto 24 Tahun 2018 tentang RIPH. Di dalam permentan tersebut diatur mengenai sanksi ketika pelaku usaha tidak melakukan wajib tanam dikenakan sanksi tidak diberikan RIPH bahkan jika dilakukan 2 kali berturut-turut (2017-2018), tidak diberikan RIPH selama 2 tahun.

Sementara itu, terkait indikasi pemalsuan benih, Suwandi mengaku telah melakukan uji DNA terhadap sampel benih yang ditanam petani di tiga kabupaten.

“Hasilnya, DNA sampel benih yang ditanam, tidak sesuai dengan DNA pembandingnya. Contoh satu kabupaten di Jawa, dalam kontrak pengadaan disebutkan varietas Lumbu Putih, ternyata begitu di tes DNA berbeda sama sekali, bahkan terindikasi yang dikirim adalah bawang putih konsumsi. Demikian juga dua kabupaten di Sumatera, yang dijanjikan akan dikirim benih varietas Lumbu Hijau ternyata begitu kami cek DNA nya berbeda,” jelasnya.

“Kalau hal-hal begitu dibiarkan, berpotensi menimbulkan kerugian negara, dan yang lebih memprihatinkan lagi kalau sampai membuat petani putus asa tidak mau menanam lagi,” imbuhnya geram.
Menyikapi hasil pengujian DNA tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura dengan cepat melayangkan surat kepada dinas pertanian tiga kabupaten agar segera mengevaluasi seluruh proses pelaksanaan kegiatan pengembangan kawasan bawang putih.

Selanjutnya pihak penyedia yang terbukti melakukan wanprestasi pelanggaran kontrak kesepakatan dengan mengirimkan benih yang tidak sesuai spesifikasi diminta agar secepatnya bertanggungjawab.
“Jika penyedia tidak bisa mempertanggungjawabkan, dalam waktu dekat akan diajukan proses secara hukum,” pungkas Suwandi.(**)

Editor :Lasman Simanjuntak

Metode KSA BPS Langkah Tepat Membuktikan Tidak Perlu Impor Beras

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data produksi beras yang terbaru dan tentunya lebih valid dari metode sebelumnya dengan menggunakan metode Kerangka Sampling Area (KSA). Metode tersebut mulai digunakan sejak Januari 2018 untuk memperbaiki data produksi padi.

Hasilnya, berdasarkan rilis BPS terkoreksi data pangan yakni luas baku sawah yang berkurang dari 7,75 juta hektar tahun 2013 menjadi 7,1 juta hektar tahun 2018. Sementara potensi luas panen tahun 2018 mencapai 10,9 juta hektar, produksi 56,54 juta ton gabah kering giling atau setara 32,42 juta ton beras dan konsumsi sebesar 29,50 juta ton. Dengan demikian, Indonesia mengalami surplus beras 29,50 juta ton selama 2018.

Tentang hal ini, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengapresiasi langkah pemerintah yang mengoreksi data produksi beras tersebut agar kebijakan impor yang berpotensi menyengsarakan rakyat tidak perlu diambil. Karenanya, data terbaru ini berdampak juga pada tidak lagi terjadinya pro kontra dan polemik terkait data produksi padi dan beras.

“Jika kebijakan yang dikeluarkan menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti impor beras, berpotensi menyengsarakan banyak orang,” ujar Hendri di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

“Karena itu, data yang baru dari pemerintah mesti jadi momentum awal untuk membuat kebijakan yang lebih baik dan menyejahterakan rakyat, termasuk petani,” sambungnya.

Sementara itu, data terbaru BPS bahwa produksi beras Indonesia selama 2018 surplus 2,80 juta ton ini pun sesuai dengan hitungan ekonom senior Universitas Indonesia, Rizal Ramli. Kemarin (22/10), dalam diskusi khusus mengenai impor pangan, RR sapaan akrabnya menegaskan impor beras yang dilakukan tahun ini didasari atas kelangkaan beras yang dibuat-buat.

“Sebab, dalam kenyataannya, beras dalam keadaan cukup. Kalau kelangkaan yang benar, itu baru kita boleh impor. Tapi, ini direkayasa. Kebutuhan impornya ini karena emang pejabat doyan banget impor," tegasnya.

Menurut RR, impor beras ini mengorbankan petani. Yakni keuntungan yang seharusnya petani peroleh saat panen, menjadi melayang, karena harga beras menjadi anjlok akibat membanjirnya beras impor di pasar.

“Kebijakan impor di waktu panen ini sadis sekali. Petani pada mau panen ada impor, akhirnya pada nangis semua. Jadi, kalau saya sebut itu sebagai adiktif impor atau kecanduan impor," pungkasnya.(**)

Editor : Jhonnie Castro