Minggu, 25 September 2016

Sajak Doa

Sajak : DOA

Semalaman bergumul 'keras' dalam doa dan pengharapan..
mata batin berlari kencang
menuju pembaringan kegelisahan
Tuhan seperti tak dilibatkan
bila membuka album kehidupan
masa lalu kian panjang
mendaki bukit-bukit tandus dan tidurku meninju banjir bandang
setan lucifer ada di belakang
rumahku dan sisa pekerjaanku
terasa sia-sia
betulkah?

Pamulang, Senin 26 September 2016

Jumat, 23 September 2016

Terpujilah Engkau Tuhan Mulai Matahari Terbit Sampai Matahari Terbenam

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Syalom....Selamat  Sabat...Sehubungan dengan pertanyaan saudara  mengenai doa saya "Terpujilah Engkau Tuhan Mulai Matahari Terbit Sampai Matahari Terbenam..." maka saya akan berikan ayat Firman Tuhan mengenai pertanyaan saudara beberapa waktu lalu.

Namun, sebelumnya terlebih dahulu mari kita berdoa dan merendahkan hati kita dihadapan Tuhan (Mikha 6 : 8b).

Seperti saya katakan Sabat kemarin doa ini berdasarkan Firman Tuhan (Matius 4:4).

Mengenai doa  pujian kepada Tuhan "Mulai Matahari Terbit sampai Matahari Terbenam..." ada tertulis dalam Mazmur 113:3 : "Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari, terpujilah nama Tuhan.."

Atau tertulis dalam Maleakhi 1:11 a :"Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari, nama-Ku besar diantara bangsa-bangsa........dst".

Ada lagi tertulis dalam Yesaya 45: 6 :" Supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku.Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain."

Sebenarnya masih banyak ayat Firman Tuhan lainnya.
Saya sudah konsultasikan juga masalah"Terpujilah Engkau Tuhan Mulai Matahari Terbit Sampai Matahari Terbenam" kepada dua orang Pendeta senior.Salah satu Pendeta senior setuju dan sependapat dengan saya.

Kita memuji Tuhan sebenarnya "tanpa batasan waktu"..Namun, arti secara rohaniah dan Alkitabiah "Mulai matahari Terbit  artin ya pagihari, sianghari, dan sorehari.." sedangkan "Sampai Matahari Terbenam, artinya petanghari, menjelang memasuki malam hari, dan terjadi pergantian hari" seperti pergantian tahun baru atau buka ibadah dan  tutup Sabat...

Demikian lengkap sudah terjemahan harfiah dan rohaniah "Mulai Matahari Terbit Sampai Matahari Terbenam".

Itulah pendapat saya, minta maaf karena keterbatasan pengetahuan Alkitabiah saya yang sebenarnya harus pula didukung dari buku Roh Nubuah (sedang saya cari).Terima kasih.Tuhan memberkati.(Lasman Simanjuntak)

Senin, 19 September 2016

MATAHARI TERBIT; MATAHARI TERBENAM

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Waktu manakala matahari tampak naik ke atas cakrawala, dan waktu manakala matahari menghilang dari pandangan ke bawah cakrawala. Waktu-waktu ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari orang-orang pada zaman Alkitab.

Bagi sebagian besar orang, kegiatan pada satu hari dimulai pada waktu fajar dan diakhiri pada waktu senja. Sebagaimana ditulis oleh sang pemazmur, ’Matahari terbenam. Engkau menyebabkan kegelapan, agar malam pun tiba; saat itulah semua binatang liar di hutan keluar. Singa-singa muda yang bersurai mengaum mencari mangsa dan mencari makanannya dari Allah. Matahari mulai bersinar—mereka menyingkir dan mereka berbaring di tempat persembunyian mereka.

Manusia keluar untuk melakukan kegiatannya dan pekerjaannya sampai petang. Betapa banyak pekerjaanmu, oh, Yehuwa! Semuanya itu kaubuat dengan hikmat. Bumi penuh dengan hasil kerjamu.’—Mz 104:19-24.
Terbitnya matahari menandai awal periode waktu siang alami dan, sewaktu Yesus Kristus berada di bumi, awal penghitungan ”dua belas jam pada waktu siang”. (Mrk 16:2; Yoh 11:9)

Tentu saja, banyak orang bangun sebelum fajar, seperti wanita yang rajin di Amsal 31:15. Yesus juga dikatakan bangun sebelum matahari terbit, menggunakan waktu untuk berdoa. (Mrk 1:35)

 Sewaktu matahari terbit, gerbang-gerbang besar di kota dibuka, pria-pria pergi ke ladang atau ke kebun anggur, wanita-wanita berbaris di sumur untuk menimba air, orang-orang memenuhi pasar, dan para nelayan merapat ke pantai untuk menjual tangkapan malam sebelumnya, kemudian membersihkan dan memperbaiki jala mereka.
Aktivitas dan pekerjaan normal itu berlangsung sepanjang hari hingga matahari terbenam. Seraya waktu itu mendekat, pria-pria pulang dari ladang, majikan mereka membayar upah untuk hari itu, wanita-wanita membawa pulang persediaan air untuk malam hari, gerbang kota ditutup, dan para penjaga memulai empat giliran jaga malam, sementara di seluruh kota lampu-lampu minyak mulai dinyalakan di rumah-rumah.

 (Hak 19:14-16; Mat 20:8-12; Ul 24:15; Kej 24:11; Neh 13:19; Mrk 13:35) Namun, bagi banyak orang, pekerjaan berlanjut seusai makan malam; pria dan wanita yang rajin membuat tenunan atau kerajinan rumah yang lain. (Ams 31:18, 19; 2Tes 3:8)

Adakalanya, Yesus dan rasul-rasulnya juga melanjutkan pelayanan dan kegiatan yang terkait hingga malam hari.—Mat 14:23-25; Mrk 1:32-34; 4:35-39; Luk 6:12; 2Kor 6:4, 5.
Meskipun matahari terbenam menandai berakhirnya siang hari, bagi orang Yahudi, itu menandai awal hari baru dalam penanggalan, yang secara resmi dihitung sejak matahari terbenam sampai matahari terbenam. (Im 23:32; bdk. Mrk 1:21, 32, yang memperlihatkan bahwa hari, dalam hal ini hari sabat, berakhir pada saat matahari terbenam.)

Oleh karena itu, tanggal 14 Nisan dimulai setelah matahari terbenam dan itulah saatnya menyembelih anak domba dan makan Paskah.—Kel 12:6-10; Ul 16:6; Mat 26:20; lihat PASKAH.
Karena hari berakhir sewaktu matahari terbenam, Hukum mengharuskan orang-orang melakukan sesuatu pada waktu itu. Pakaian yang dijadikan jaminan harus dikembalikan kepada pemiliknya ”pada waktu matahari terbenam”. (Kel 22:26; Ul 24:13) Pada waktu itu juga upah harus dibayarkan kepada buruh upahan (Ul 24:15), mayat yang tergantung pada tiang harus diturunkan dan dikuburkan (Ul 21:22, 23; Yos 8:29; 10:26, 27), dan seseorang yang najis harus membasuh tubuh dan, setelah matahari terbenam, dianggap tahir kembali (Im 22:6, 7; Ul 23:11).

Fakta bahwa matahari terbenam menutup satu hari dan memulai hari baru memperdalam makna desakan sang rasul, ”Jangan sampai matahari terbenam sewaktu kamu masih dalam keadaan terpancing untuk marah.”—Ef 4:26.
Terbit atau bersinarnya matahari adakalanya digunakan sebagai kiasan. Di 2 Samuel 23:3, 4, pemerintahan seorang penguasa yang adil-benar dan takut akan Allah dikatakan sama menyegarkannya dengan ”cahaya fajar, pada waktu matahari bersinar, pagi tanpa awan”. (Bdk. Mal 4:2; Mat 17:2; Pny 1:16.)

Permohonan ini diajukan kepada Yehuwa demi hamba-hamba Allah, ”Biarlah orang-orang yang mengasihi engkau menjadi seperti pada waktu matahari terbit dalam keperkasaannya.”—Hak 5:31; Mat 13:43; Mz 110:3; Dan 12:3; kontraskan dengan Mi 3:5, 6; Yoh 3:19, 20.
Istilah ’matahari terbit’ dan ’matahari terbenam’ juga digunakan dalam makna geografis, yakni dari timur ke barat. (Kel 27:13; Yos 1:4; Mz 107:3; Pny 16:12) Hal inilah yang dimaksud dalam Mazmur 113:3, ”Dari tempat terbitnya matahari sampai tempat terbenamnya nama Yehuwa patut dipuji.” (Lihat juga Mal 1:11; Yes 45:6.)

’Dari matahari terbit sampai matahari terbenam’ dapat juga berarti sepanjang hari. (**/Google.com/Bro-1)

Selasa, 06 September 2016

Pemerintah RI Putuskan Pangkas Anggaran Sebesar Rp 187 Triliun

Jakarta,BeritaRayaOnline,- Keputusan pemerintah RI nemangkas anggaran belanja akan mencapai sebesar Rp 187,6 Triliun (jilid I dan II) tidak terhindarkan untuk menyelamatkan APBN.

Bahkan bukan tak mungkin pemangkasan bisa berlanjut sekiranya realisasi amnesty pajak tidak seperti yang diharapkan.

Demikian Desmon Silitonga dalam artikelnya berjudul "Pemangkasan Belanja" dimuat di Harian Umun Kompas Rabu, 7 September 2016.(Bro-1)
Editor  : Lasman Simanjuntak

Minggu, 04 September 2016

Indoconstech 2017 akan Penuhi Kebutuhan Informasi Pasar Jasa Konstruksi

Jakarta, BeritaRayaOnline,-Indoconstech 2017 akan memenuhi kebutuhan tentang informasi pasar jasa konstruksi melalui
berbagai forum dengan tema-tema seperti investasi infrastruktur, informasi rencana mega proyek swasta dan pemerintah, pembahasan regulasi, tantangan dan strategi memenangi
kompetisi pasar, hingga kelas-kelas peningkatan kompetensi teknis.
Pameran teknologi, alat serta jasa konstruksi.

Indoconstech diharapakan memenuhi kebutuhan akan informasi tentang pasokan barang dan jasa konstruksi dalam menghadapi era paradigma
baru pembangunan infrastruktur baik yang dibiayai APBN, swasta maupun kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

USEDMACH 2017
Tidak hanya produk baru, kebutuhan Indonesia juga dicukupi oleh pasokan alat berat bekas
pakai. IndoConsTech juga akan menggelar USEDMACH 2017, sebagai arena bursa produk seken
untuk memaksimalkan pengelolaan anggaran proyek konstruksi melalui pembelian serta
penjualan peralatan konstruksi bekas yang berkualitas dan masih bernilai ekonomis.
USEDMACH menawarkan beragam pilihan peralatan konstruksi bekas dari merk-merk terkenal
di seluruh dunia seperti, Hitachi, Caterpillar, Volvo, Komatsu, Sany, dan merk-merk lainya.
Di tempat dan waktu yang sama, Indoconstech diselenggarakan bersamaan dengan
Indobuildtech Jakarta 2017 - pameran teknologi dan bahan bangunan terbesar di Indonesia
sejak tahun 2003 dan Asia Pacific Architecture Convention (APAC 2017) bekerjasama dengan
asosiasi arsitek di Asia dan Australia.
Tentang Debindo ITE
Debindo International Trade Exhibition, biasa disingkat DITE, bagian dari Debindo Group yang
merupakan perusahaan penyelenggara pameran yang berdiri sejak tahun 1987. DITE juga
merupakan kerjasama Debindo Group dan ITE Exhibitions Asia Plc Ltd – bagian dari ITE Group
Plc., penyelenggara beragam pameran dagang internasional yang berkantor pusat di London,
Inggris.
Untuk informasi lebih lanjut:
● Debindo Group, kunjungi: www.debindo.com
● ITE Group plc, kunjungi: www.ite-exhibitions.com
● Indoconstech 2017, kunjungi: www.indoconstech.com
Kontak Media:
PT Debindo International Trade Exhibitions
Jl. KH. Abdullah Syafei No. 9 - Jakarta 12840
Phone:+62 (21) 83797401, Fax: +62 (21) 83797412
Email: debindo@debindo-ite.c(press release/bro-1)