Jumat, 03 Agustus 2018

Pdt.L.Pakpahan Jelaskan Tentang Ayat "Unik"

Jakarta,BeritaRayaOnline,-Banyak hal yang perlu dibicarakan sehubungan dengan ayat unik ini (Matius 7:6) yang tampak terpisah dari pembicaraan di ayat-ayat sebelumnya dan bahkan dari ayat-ayat setelahnya.

Namun saya terbatas untuk membahasnya di sini. Namun, secara garis besar saya boleh sampaikan sejumlah hal.

Perlu diingat bahwa Injil Matius memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Pengkhotbah/Pengajar Kerajaan Surga. Misi yang diemban oleh Yesus dan yang kemudian dipercayakan-Nya kepada para pengikut-Nya (para murid, tapi tidak hanya terbatas kepada 12 murid) adalah Memproklamasikan Kerajaan Allah itu kepada semua orang. Non-Yahudi termasuk. Sifat dari pekabaran itu adalah urgen/mendesak.

Dengan alur pemikiran seperti ini dalam benak maka kita boleh membuka pengertian ayat ini bahwa baik "barang yang kudus" dan "mutiara" merujuk kepada hal yang sama, yaitu: Injil Kerajaan Surga itu atau pengajaran Yesus Kristus mengenai Kerajaan Surga itu.

Jadi, dengan menggunakan sebuah ilustrasi yang cukup "kasar" dan "pedas," Yesus tampaknya sedang mengatakan bahwa Injil Kerajaan Surga memang harus dikabarkan kepada semua orang.

Namun ada kondisi yang ditemukan di lapangan bahwa tidak semua orang mau menerima pekabaran itu.

Para pekabar, Yesus menasihati mereka, diminta untuk menjadi bijak supaya tidak menyampaikan pekabaran berharga, mulia, dan kudus itu kepada mereka yang memang jelas-jelas tidak akan menerima dan memahaminya.

Dua mahluk yang dipandang rendah pada masa itu, termasuk sampai di zaman sekarang saya kira, adalah anjing-anjing dan babi-babi (ditulis dalam bentuk jamak dan bukan tunggal).

Keduanya secara alamiah tidak akan memahami hal kudus dan mutiara, secara harfiah. Demikian pula orang yang tidak mau menerima dan jelas-jelas tidak mau mengerti akan melakukan hal yang sama terhadap Kabar Injil Kerajaan Surga tersebut.(Pdt.Leroy Pakpahan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar