Kamis, 03 September 2020

Sajak Pulo Lasman Simanjuntak : Bersabar Pagihari

Sajak

Pulo Lasman Simanjuntak

Bersabar Pagihari

Sepasang pengantin tua
rajin menebar sunyi 
yang ganjil

 di lahan  pekarangan rumah
tiap pagihari tumbuh benih 
liar dan mematikan

di hatinya sebenarnya ada hama terluka
pupuk urea yang tiba-tiba bertutur kata;
kamu harus banyak bersabar
karena musim panen belum tiba

jadilah, kita harus kembali belajar 
bersama petani hortikultura
atas kegagalanku sebagai pekebun mandul

kemelaratan menjadi seorang artis terkenal
jago beladiri menendang matahari 
sampai menghapal hukum pidana
yang melanggar sabda Tuhan

bersabar, berdoa saja terus kepada Tuhan !
 itu pesanmu pagi  ini
sambil menutup hapalan
 isi kitab suci

aku sendiri langsung terbenam 
dalam tanah 
berakar dan berbatu
siap mati 
melawan tiga lelaki.

Pamulang, Rabu pagi, 26 Agustus 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar