Rabu, 08 April 2020

Bernyanyi dan Baca Puisi Seputar Wabah Virus Corona

Akhirnya, Puisiku Berdoa Untuk Virus Corona

Karya : Pulo  Lasman Simanjuntak

1
Sungguh Tuhan Yesus, 
sore  ini-
kotaku masih dibasahi derasnya hujan tangisan;
 tersembunyi empat belas hari-
tanpa upacara pemakaman
serta nyanyian ratapan
hanya dari jauh keramaian kuburan
kusebut nama Tuhan dalam Kitab Mazmur (pasal 91)
yang berkumur dengan ribuan binatang liar.

2
Kulihat lagi dengan kesedihan (ada amarah !)
240  peti mayat  sudah terbungkus 
kulitnya makin hitam
terbaring lurus-
memanjang dimasukkan ke liang lahat-
semoga malaikat Tuhan
memberikan penghiburan
berlaksa-laksa puisi yang kutulis
tanpa nisan.

Taman yang dulu subur 
kini ditumbuhi pohon dan semak mengerikan
turun ke dalam dunia orang mati 
yang terpapar sunyi
angin meditasi
membatu
terinfeksi paru-paru puisiku
tanpa pengaman
dilawannya bau maut.

3
Virus liar ini
terbang bak rajawali
dari  kota tirai bambu menuju negeriku
yang telah porak- poranda 
oleh doa dan airmata
jeritan pilu dari rumah duka.

Oh, Tuhan Yesus
tak mampu lagi 
kujalin kata-kata rohani.

Inikah masa kesesakan yang belum pernah terjadi? tanya puisiku sambil memeluk Kitab Suci.

4
Tuhan Yesus
Inilah saatnya kami telah menyerah!
kedua tanganku yang makin mengecil
kuangkat setinggi-tingginya
sampai menuju ke atap langit.

Doa berantai ini telah jadi saksi :
kami minta pengampunan dosa-
seperti Tuhan telah memberikan pengampunan
kepada bangsa Ibrani 
dan kepada seluruh bangsa kami
umat Allah yang tersisa
menunggu jawaban yang pasti.

5
Akhirnya, puisi ini mau berdoa
supaya tak lagi  virus dosa ini
bersetubuh dengan penyakit menular
dari mulut, hidung, sampai mata.

6
Puisiku tiba-tiba sesak nafas
diselimuti selang infus dan tabung udara
 rumah sakit bertingkat-tingkat
sampai rinduku kembali bermeditasi
di rumah Tuhan yang kutinggalkan tiga bulan.

Puisi ini  kembali kusalin di ruang tamu 
cuci tangan, lepas masker
 baca Firman Tuhan (Yakobus 5 :16)
memuji Tuhan, berdoa lagi,
selesai-amin-.

Pamulang, Rabu sore , 8 April 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar