Minggu, 02 September 2018

Sejarah Berdirinya GMAHK Ciracas (2)

*Tidak Mulus Bagi Manusia, Namun Mulus Bagi Tuhan*

1 Korintus 2:14 (TB)  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Setelah berdiri Cabang SS, kumpulan ini menemukan satu tempat yang bagus, dimana mereka pindah dari jalan Suci ke tempat yang lebih permanen di bangunan PT. KORO (sekarang gudang PT. Monde). Ini terjadi oleh karena di PT Koro tersebut ada keluarga Advent yang menjadi karyawan ditempat tersebut yaitu Kel. Sakul sehingga SS Cabang bisa mengadakan kebaktian ditempat tersebut.

Didalam kumpulan inilah ada seorang yang dimenangkan yaitu sdr. Jamingun Sastra Prawira dan kelak beliau menjadi pendeta dan banyak memenangkan banyak jiwa.

Dan diawal Mei 1966 di PT Koro tersebut, GMAHK Jatinegata mengadakan KKR pertama dan hasilnya 12 jiwa dimenangkan dan dibaptis di kolam renang Senayan oleh Pdt. CL. Sengkel pada tgl 14 Mei 1966. Hampir semua baptisan di KKR pertama ini berasal dari keturunan Tionghoa termasuk bp Daniel Susanto yang waktu itu masih muda. Dari 12 jiwa tersebut ada 7 jiwa dari satu keluarga yaitu Kel. Tjoe; bapak, emak dan anak-anaknya.

Selama KKR tersebut turut aktif kel. Edy Langkun dari jemaat Jatinegara yang meminjamkan mobil opelet Fiatnya untuk antar jemput dalam KKR tersebut.

Disaat anggota cabang SS bertambah banyak dengan tempat kebaktian yang nyaman, diakhir tahun 1966 pemilik PT Koro menjual pabriknya yang dijadikan tempat ibadah oleh cabang SS dan juga kel. Sakul sudah tidak bekerja lagi di PT Koro maka kumpulan cabang SS itupun harus segera pindah. Mereka menemukan tempat kebaktian yang baru dirumah kel. Acong (Diseberang kali gereja Ciracas sekarang).
Kel. Acong adalah seorang anggota gereja Pantekosta yang rela rumahnya dipakai untuk kebaktian anggota gereja Advent namun itu tidak bertahan lama karena teman-teman gereja bp Acong tidak menyetujuinya sehingga akhirnya perkumpulan  pindah kerumah kel. Gouw (orangtua dari bp. Pela Mansyuri dan Daniel Susanto) di Ke Hong Ciracas. Itu terjadi pada akhir tahun 1966 dan awal tahun 1967 mereka menempati ruangan garasi opelet Austin kepunyaan kel. Gouw.

Apakah perkumpulan ini akan tetap berbakti digarasi tersebut? Apa rencana Tuhan bagi perkumpulan ini?

Ikuti lanjutannya besok hari.

Tuhan Yesus memberkati...

Syalom...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar