Rabu, 06 Mei 2020

Berkah Ramadhan, Hasil Panen Poktan Tani Mulyo I Meningkat

Kabupaten Malang, BeritaRayaOnline,-Berkah ramadhan sepertinya dirasakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulyo I Dusun Kalitelo Desa Kaliasri Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang.  Setelah selesai dengan musim panen cabe, kini giliran musim panen padi tiba. 

Setelah dilakukan ubinan untuk hasil panen padi varietas Inpari diperoleh sebesar  7,54 ton/ ha. Hasil tersebut berarti ada peningkatan sebesar 5,83 dari rata-rata produktifitas tingkat kecamatan tahun lalu yani 7,1 ton/ha. Hasil tersebut juga melebihi target produktiftas yang direncanakan di tahun 2020 yaitu 7,3 ton/ ha.

Menanam padi adalah suatu keharusan kalau tidak dikatakan kewajiban. Betapa tidak, nasi masih menjadi favorit menu makanan pokok di meja makan, meski sebagian orang mulai beralih ke sumber karbohidrat lain. 

Memiliki stok padi di rumah atau beras yang siap masak adalah sepertinya menjadi syarat terpenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terlebih saat sedang mewabah virus corona seperti sekarang ini.

Supriyanto dan Deni Setiawan sebagai ketua dan wakil ketua dan motor penggerak  poktan Tani Mulyo I mengatakan bahwa mereka melakukan demplot pada varietas baru yakni Inpari 42. 

Walhasil, pada lahan 0,25 hektar yang ditanami dengan teknologi jajar legowo 2:1, pengairan berselang, pupuk organik bokashi 1,5 ton/ hektar, penggunaan pestisida nabati dan meminimalisir penggunaan  obat-obatan kimia pada pengendalian hama dan penyakit mampu meningkatkan hasil produksinya.

Supriyanto menuturkan bahwa varietas padi Inpari 42 ini tahan terhadap penyakit potong leher atau blast. “Jika sebelumnya pada musim tanam yang lalu, dengan benih varietas lain, kami sering menjumpai adanya serangan penyakit potong leher, namuan dengan padi varietas inpari 42 ini, lahan kami aman dari serangan”, jelas Supriyanto.


Pada kesempatan yang sama Koordinator BPP Kecamatan Kalipare Ferly P. Tambunan menyambut baik hasil panen padi tersebut. “Kalau demplot berhasil di Desa Kaliasri, nanti kita juga tunggu demplot di Desa Tumpakrejo. Kalau keduanya berhasil, maka bisa direkomendasikan untuk jadi benih acuan tingkat kecamatan”, ungkap Ferly.

Semua hasil yang telah dicapai tentu karena ada kerja keras, inisiatif untuk tumbuh berkembang dan semangat besar, bahwa disaat pandemic covid-19, petani masih berproduksi di lahan dengan tetap ekstra hati-hati, menjaga jarak, menjaga kesehatan  dan terus memanjatkan doa agar pandemi ini segera berakhir.

 Hal ini tentunya sejakan dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian yang menyatakan pertanian tidak berhenti. Adanya pandemi ini justru menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi pelaku sektor pertanian untuk memastikan stok pangan khususnya kebutuhan pokok masyarakat aman.(**/Leli/BPPSDM)

Editor : Lasman Simanjuntak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar