Rabu, 13 Mei 2020

Pandemi Covid-19 Jadi Momen Mendongkrak Bisnis Hortikultura

JAKARTA,BeritaRayaOnline,-Pandemi Covid-19 menjadi momentum membangkitkan sektor komoditas hortikultura. Pasalnya, tingkat konsumsi buah-buahan dan sayuran saat ini menjadi prioritas. Masyarakat semakin sadar akan manfaat buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin, guna meningkatkan daya imun tubuh.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo tetap optimis bahwa komoditas pertanian Indonesia bisa tetap stabil. Bahkan sejak diumumkan pertamakali adanya kasus infeksi Covid-19 pada awal Maret 2020 lalu, komoditas hortikultura khususnya permintaan sayur dan buah segar mengalami peningkatan.

“Kita harus dapat menjaga stamina dan daya tahan tubuh dari infeksi Covid-19 dengan mengkonsumsi sayur dan buah lokal, “ ujar Mentan Syahrul

Ditengah pandemi saat ini permintaan di sektor hortikultura khususnya untuk produk buah dan sayur justru makin meningkat. Dengan demikian pasar domestik tetap berjalan meski terjadi perubahan ekonomi global. Kondisi ini jelas menjadi peluang bisnis tersendiri. 

“Ini namanya era new normal di mana gaya hidup social distancing. Social distancing akan terus ada selama vaksin belum ada. Lalu masyarakat berkeinginan untuk mengimboost immunity. Selain itu Perasaan selalu berasa di rumah menyamankan. Online shopping menjadi hal yang tetap berlangsung, “ ujar Pakar Hortikultura IPB University, Prof Sobir saat video konferensi bertajuk *Bisnis Hortikultura Pasca Covid 19*, Selasa (12/5/2020).

Pemenuhan boost imunity inilah yang menjadi peluang bisnis hortikultura. Dalam rangka pembatasan social yang diterapkan pemerintah inilah bisnis online shopping bergerak lincah. Adanya keinginan untuk kehidupan yang lebih baik inilah masyarakat berupaya untuk menyediakan gizi yang lebih baik demi menjaga kesehatan.

“Bisnis hortikultura dapat mendatangkan pendapatan tiga lipat lebih besar ketimbang padi. Jika masyarakat tetap focus untuk boosting immunity, maka bisnis hortikultura tentunya meningkatkan pendapatan,” beber dia.  

Sobir memaparkan bahwa bisnis hortikultura menyerap banyak tenaga kerja. Di negara maju penurunan tenaga kerja pada hortikultura bisa 30 persen sementara padi hanya 8 persen. 

“Pada saat normal nanti hortikultura berfungsi sebagai penggerak ekonomi baru untuk menjaga kesehatan dan keamanan pangan,” papar Sobir.

Potensi peningkatan pendapatan dan tenaga kerja sangat besar dalam komoditas hortikultura. Meski banyak kehilangan pendapatan tapi bagi yang memiliki kemampuan manajerial disertai SDM yang mumpuni, bisa digunakan di bidang hortikultura. Bahkan, tambah Sobir, masyarakat yang menjadi working form home membutuhkan kenyamanan, dengan demikian bisnis florikultura bisa ditingkatkan dari sini. Selain itu tidak adanya impor yang masuk dapat meningkatakan potensi pasar dalam negeri. 
“Pasar ditutup, distribusi terganggu. Artinya kita bisa membuka rantai pasar yang baru. Pedagang kecil penyedia, pengusaha masuk ke dalam. Sortasi dan grading jangan di petani. Hanya petani fokus di produksi. Integrasikan petani-petani kecil, kumpulkan menjadi satu sistem. Yang kecil masuk ke organisasi yang lebih besar lalu masuk ke market place. Produsen bisa masuk dan ciptakan peluang-peluang yang baru,” lanjutnya.

Sebenarnya kebijakan untuk mendukung bisnis hortikultura sudah dirancang dan diberikan pemerintah. Dalam jangka pendek ada transformasi program ke jaminan pemenuhan hortikultura yang masuk ke dalam komoditas strategis mencakup penyediaan benih dan membantu pemasaran. 

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto memaparkan terkait pasokan, Ditjen Hortikultura sudah memiliki Early Warning System untuk penyediaan pasokan. Pegembangan daya saing seperti program ‘Gedor Horti’ tetap dilakukan. 

“Seperti pengembangan one region, one variety, “ tegas dia. 

Dipaparkan Prihasto, Kementerian Pertanian (Kementan) dalam masa pandemic Covid 19 ini melakukan refocusing anggaran untuk bantuan sosial. Kementan di bawah komando Syahrul Yasin Limpo itu berupaya melakukan penyediaan bahan pangan secara cepat.

Ada tiga agenda Menteri Pertanian. Di antaranya, agenda SOS pada periode Mei – Agustus 2020 di mana 11 kebutuhan bahan pokok harus tersedia. Khusus komoditas hortikultura yang terdiri dari  bawang dan cabai jangan sampai berkurang. 

“Kemudian bagaimana menyerap cabai apabila harga jatuh. Selain itu juga membantu aspek distribusi, dari daerah surplus ke daerah minus,” jelas Prihasto.

Adapun refocusing anggaran bertujuan untuk bantuan social. Agenda temporary berikutnya dimulai pada Agustus 2020 hingga Agustus 2021. Di masa ini Kementan berupaya menyerap tenaga pengangguran untuk beralih ke aktifitas tanam.

“Kami menyiapkan anggaran untuk membeli benih hortikultura. Bantuan benih berikutnya untuk membantu agar saudara-saudara yang pengangguran dapat beraktifitas kembali. Kami juga menyediakan benih bagi petani teruatama mengantisipasi musim kemarau Juni nanti,” lanjut pria yang akrab dipanggil Anton ini. 

Era Pemasaran Digital

Distribusi produk hortikultura dari sentra produksi kepada konsumen dapat didukung dengan sistem pemasaran digital, yang dikembangkan berbasis data management yang baik. Ini didorong oleh adanya kebiasaan _social distancing_ yang menuntut perubahan rantai pasar, seperti lebih banyak melalui market place. 

Pada masa Covid, pemasaran kepada segmen rumah tangga melalui jalur ini naik sampai 300%. Pemasaran produk hortikultura ke depan sebaiknya dalam kemasan satu paket, untuk meminimalisir sampah dan memudahkan pengolahan untuk dimasak. 

“Efek dari Covid 19, saya rasa business as usual, supply kami tidak ada masalah. Petani berproduksi seperti biasa, bahkan permintaan bertambah. Kami menghubungkan antar petani. Mudah-mudahan ketika normal nantinya satu petani berhubungan dengan 1 konsumen. Food secutiry terkontrol, produk yang diterima fresh,” ujar pemilik PT 8 Villages, Sanny Gaddafi.

Dukungan secara lebih luas dari berbagai pemangku kepentingan tetap diperlukan untuk pengembangan hortikultura, mulai dari penyediaan informasi peluang bisnis; penyediaan lahan, sarana produksi, stimulus modal usaha sampai ke jejaring pasar.(**)

Rilis Kementan, 14 Mei 2020
Nomor : 478/R-KEMENTAN/05/2020

Editor : Lasman Simanjuntak

1 komentar:

  1. Tolong kalian semua harus membaca apa yang saya katakan. . . .

    Biarkan saya perkenalkan dulu diri saya, Nama saya Adhityas Kripsiani, saya berasal dari kota Bandung, saya bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Yogyakarta.
    Harapan saya dan impian tertinggi saya adalah ingin memiliki bisnis atau toko sendiri, tetapi jika Anda hanya mengandalkan gaji Anda, mungkin butuh waktu yang sangat lama di mana biaya sewa dan anak-anak yang telah terakumulasi hanya akan lebih sulit dan lebih lama mimpi itu tidak akan terwujud
    Saya mencoba "buka internet dan saya melihat tulisan orang-orang sukses yang dibantu oleh seorang klerus dari sana saya mencoba untuk menghubunginya, pada awalnya saya terus mengirim sms sampai saya mendapat balasan dari perusahaan yang merupakan awal kesuksesan saya. Jika Anda mau untuk mendapatkan cara mudah menuju SOLUSI MUDAH, CEPAT MEMBAYAR HUTANG ANDA, DAN MASALAH EKONOMI LAINNYA, TANPA KEBUTUHAN RITUAL, CEPAT CEPAT. Saya mencoba menghubungi Perusahaan Pinjaman Rebacca Alma dengan kompensasi yang sama untuk impian saya dan membayar hutang, terima kasih Tuhan kepada Tuhan yang maha kuasa melalui bantuannya. Saya sekarang membuka bisnis distribusi di Bandung. Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Erlina Tuty Sartika untuk merujuk saya ke perusahaan pinjaman tempat saya mencapai impian saya sekarang.
    Hubungi ibu yang baik REBACCA ALMA LOAN COMPANY melalui emailnya: rebaccaalmaloancompany@gmail.com Untuk penjelasan lebih rinci, silakan. Anda juga dapat menghubunginya melalui Whatsapp +14052595662

    Anda mungkin ingin mengajukan pertanyaan, hubungi saya melalui email saya adhityaskripsiani@gmail.com. Anda juga dapat menghubungi wanita yang merujuk saya ke perusahaan pinjaman yang sah ini. Erlina Tuty Sartika email: erlinatutysartika15@gmail.com

    Anda tidak perlu ragu atau dibodohi dan dikejar-kejar oleh hutang lagi, sekarang saya berbagi pengalaman yang saya rasakan dan buktikan. Semoga bermanfaat. Amin ...

    BalasHapus