Sabtu, 30 Desember 2017

Melawan Ajaran "Palsu" di dalam Gereja (bagian II)

Jakarta,BeritaRayaOnline,Pdt.Pakpahan: Secara ringkas dalam tatanan kalender sipil dan spiritual Israel/Yahudi purba, Sabat dapat dibagi dalam beberapa kategori. Di antaranya: Sabat mingguan (1 kali dalam sepekan), Sabat Tahunan (1 kali dalam setahun), dan Sabat ke-50 tahunan (disebut Tahun Yobel). Masing-masing Sabat ini mempunyai fungsi tersendiri. Misalnya Sabat Tahun Yobel adalah yang mengatur sistem agraria, kepemilikan atas tanah, dan keterbatasan hutang-piutang.
Perlu saya tegaskan berdasarkan penjelasan pertama dari Kejadian 1 dan 2:1-3 bahwa Sabat yang kita pelihara dan kuduskan sebagaimana yang diperintahkan dalam Hukum ke-4 adalah Sabat mingguan. Ini tidak boleh dilakukan berdasarkan angka atau kelipatannya dalam tanggal di kalender.
Melainkan ini harus dipelihara berdasarkan siklus 7 hari dalam sepekan. Untuk siklus ini bulan, bintang, dan benda angkasa lainnya tidak ditentukan untuk mengaturnya. Ini adalah siklus perputaran bumi pada porosnya terhadap matahari yang diakumulasikan sebanyak 7 kali putaran yang menghasilkan 7 hari dalam sepekan.
Demikian.
Sebagai tambahan, Sabat telah diperkenalkan dalam pekan penciptaan oleh Allah sendiri, jauh sebelum orang Israel ada dengan kalender lunar-solar tersebut. (Lasman Simanjuntak)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar