Senin, 17 Februari 2020

Pekan Doa Minggu Sembahyang Rumah Tangga di GMAHK Jatinegara

Jakarta,-BeritaRayaOnline,- Pembukaan kebaktian  pekan doa Minggu Sembahyang Rumah Tangga (MSRT) hari pertama, oleh Pdt.R.Hutauruk, Gembala Jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara didampingi Ibu Pdt.Dahlia Hutauruk br.Nainggolan berlangsung pada Sabat sore (Sabtu, 15/2/2020).

Dalam kata sambutannya-sebagai protokol acara- Ibu Pdt.Dahlia Hutauruk br.Nainggolan menjelaskan pekan doa Minggu Senbahyang Rumah Tangga tahun 2020 ini bertemakan " Mencegah dan Mengatasi Krisis Rumah Tangga" bertujuan untuk koreksi diri sendiri, bukan pasangan kita.

"Minggu Sembahyang Rumah Tangga ini untuk pribadi kita.Bukan untuk koreksi suami, isteri, atau anak.Ada 8 pelajaran yang akan berlangsung sampai tanggal 22 Februari 2020," kata ibu pendeta yang memegang jabatan Pemimpin Departemen Rumah Tangga GMAHK Jatinegara ini.

Pdt.R.Hutauruk pada kesempatan bacaan Minggu Sembahyang Rumah Tangga hari pertama berjudul "Pendidikan Rumah Tangga" antara lain mengatakan saat ini banyak terjadi perceraian dalam rumah tangga karena masalah sepele.

"Karena masalah sepele, harus berpisah dengan pasangan mereka.Harus punya komitmen yang kuat dengan pasangan kita," pesannya.

Dikatakannya lagi, para calon-calon isteri khususnya perlu banyak belajar.Misalnya, bagaimana belajar memasak, apalagi sekarang ini sudah ada cara belajar memasak "on line" melalui you tube.

"Calon-calon yang mau menikah jangan menyesal dikemudian hari," selanya.

Begitu pula dalam.merawat anak kita sendiri, usahakan jangan diserahkan kepada pembantu baik itu Pembantu Rumah Tangga (PRT) atau  babby sitter.

"Sebab, kesalahan besar bila seorang anak akan menangis bila "dikeloni" langsung oleh ibunya, tetapi anak tersebut menjadi diam dan tenang bila digendong pembantunya," ujarnya.

Pdt.R.Hutauruk pada kesempatan tersebut juga menyinggung mengenai menyediakan menu makanan dalam rumah tangga.

"Para isteri harus bisa menyediakan makanan yang sehat.Jangan sampai pasangan kita lebih senang menyantap makanan di tempat lain , daripada di rumah sendiri.Jangan sampai suami senang makanan di warteg, daripada di rumah.Ingat,  makan di luar perlu berhati-hati karena gunakan bumbu masak 'mecin' lidah dosis tinggi yang tidak sesuai dengan hukum kesehatan.Isteri bisa menyediakan makanan di rumah bergizi tinggi.Para isteri harus memikirkan apa yang telah diberikan melalui penyediaan makanan dan minuman yang menyehatkan bagi suami dan anak," katanya seraya mengutip Firman Tuhan Lukas 12:23 "Sebab hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian."

Sedangkan untuk para suami-termasuk calon suami yang akan berumah tangga-Pdt.R.Hutauruk memberikan nasehat dengan mengatakan bagi pria yang belum mampu berumah tangga, jangan dulu berumah tangga.Sebab, berumah tangga tak ada yang 'bersubsidi'.

"Setelah Adam jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:17-red) dengan bersusah payah para lelaki akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan ruma tangganya.Tugas suami itu mencari nafkah bagi keluarganya," kilahnya.

Oleh karena itu Pdt.R.Hutauruk berpesan lagi-terutama kepada calon suami dan isteri-yang akan berumah tangga jangan bosan-bosannya untuk ikut 'konseling' pra nikah.

"Jangan bosan-bosan ikut konseling.Apalagi zaman sekarang banyak persoalan hidup yang timbul dalam rumah tangga," pungkasnya. (Bro-2)

Editor : Lasman Simanjuntak/Pemimpin Departemen Komunikasi GMAHK Jatinegara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar